24 October 2011

The Three Musketeers


Cast :


Matthew Macfayden : Athos
Ray Stevenson : Porthos
Luke Evans : Aramis
Milla Jovovich : Milday De Winter
Logan Lerman : D'artagnan
Christopher Waltz : Kardinal Richelieu
Orlando Bloom : Duke of Buckingham

Sinopsis :

Setelah dikhianati oleh Milady De Winter, yang bekerja sama dengan Buckingham dalam sebuah usaha pencurian proyek rahasia dari Museum Leonardo da Vinci di Venesia, three musketeer, Athos, Porthos, dan Aramis, harus dibebastugaskan. Ternyata hal itu digagas oleh Kardinal, yang punya rencana licik untuk mengkudeta sang raja dengan bantuan Buckingham.

Namun three musketeer secara tidak sengaja bertemu dengan D'artagnan, putra seorang mantan musketeer yang ambisius dan sombong. Mereka bergabung untuk membantu sang Ratu mengambil kembali perhiasan yang diambil oleh Milady dan bersama melawan Buckingham.


Review :

Sebelumnya gua belom pernah nonton Three Musketeer versi lama, ceritanya pun ga tau juga, jadi bisa dibilang ini pertama kalinya nonton film ini. Pertama, dari segi cerita. Buat gua, agak biasa. Model cerita seperti ini hampir mirip dengan Mission Impossible. Sekali lagi, berhubung gua gak pernah baca novelnya juga, jadi ga tau apakah ceritanya mirip dengan novelnya atau tidak. Dan gua agak terganggu dengan pemilihan karakter tokoh utamanya. Disini, D'artagnan agak kurang pas diperankan oleh Logan Lerman. Selain karakternya kurang masuk, dia seperti kebanting dengan Three Musketeer lainnya.

Tapi sepertinya sang sutradara bisa menutup kekurangan-kekurangan tadi dengan sebuah visual yang menarik. Gua terkesan dengan settingnya, sangat detail, mewah, megah, dan benar-benar menggambarkan jaman dulunya. Salut dengan art directornya yang berhasil membuang setting mengesankan seperti itu. Begitu pula dengan kostum-kostumnya. Tidak terlalu terkesan kuno, sedikit unsur modern, dan sangat mewah.

Satu hal yang jarang sekali gua perhatikan setiap nonton film, adalah komposisi visualnya. Dalam film ini, komposisinya sangat menarik. Bukan komposisi centre, melainkan komposisi left or right. Dan gua angkat jempol sama kameramennya, jago banget dalam mengambil setiap detail gambar.

Secara keseluruhan, film ini sangat menarik buat gua. Mungkin karena gua orang desain, dimana gua lebih suka memperhatikan visual ketimbang storyline jika menonton film. Entah bagusan mana sama versi lamanya, yang jelas versi yang satu ini lumayan bagus.

No comments:

Post a Comment

Your comments make me happy. Thank you ^___^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...