31 October 2011

Singapore Trip - day 2

Hai hai! It's time to tell day 2 of my holiday. Once again, I'll tell you what I remember...hahahaha.
***

Hari kedua ini, kami berencana untuk pergi ke Sentosa Island. Tujuannya, Universal Studio Singapore dan Song of The Sea. Sebenernya di Sentosa itu banyak atraksi-atraksi menarik, tapi semuanya mahal-mahal. Dan dari rekomendasi beberapa temen, katanya Song of The Sea itu keren banget. Jadi, kami (gua tepatnya) memutuskan untuk nonton Song of The Sea.

Kami bangun jam 7 waktu Singapore, langsung mandi, trus sarapan. Untungnya di hotel dapet breakfast jadi ga perlu repot cari-cari sarapan. Nyokap, dengan naluri ibu-ibunya, langsung ambil banyak roti, dibungkus pake tissue, dan dibawa keluar. Katanya buat nanti nyemil-nyemil kalo laper. Semuanya dilakukan secara diam-diam...hahahahaha.

Untuk ke Sentosa, kami naik MRT ke arah Harbour Front. Karena masih satu line dengan MRT dekat hotel kami menginap, maka ga perlu ganti-ganti train. Dari Harbour Front, masuk ke Vivo City Mall, trus cari petunjuk ke arah Sentosa. Kita lumayan lama buat nyari-nyari monorailnya disini. Setelah tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga.

Ternyata untuk naik monorail ke Sentosa bisa pake ez-link, bayarnya 3 SGD. Sebelum naik, kita beli tiket Song of The Sea dulu untuk first show. Tadinya gua mau beli yang standard seat seharga 10 SGD, tapi nyokap tergiur untuk beli premium seat seharga 15 SGD. Bedanya, yang standard seat belom tentu kita dapet tempat duduk bagus, sementara premium seat kita uda pasti dapet the best seat. Akhirnya kita beli premium seat, 15 SGD, untuk first show jam 7.20.

Pemberhentian monorail sendiri terdapat 3 stasiun. Pertama, waterfront station. Kedua, imbiah station. Dan ketiga, beach station. Universal sendiri berada di waterfront station. Selain universal, di waterfront station juga ada casino dan hotel. Sementara di imbiah, kalo dari apa yang gua baca, banyak atraksi-atraksi adventure. Kalo di beach station terdapat atraksi Song of The Sea, sisanya ga tau lagi ada apaan.

Ga butuh waktu lama, akhirnya kami sampe juga di Universal Studio. Sebelum masuk, uda hukumnya foto-foto dulu di bola-bola Universalnya. Untungnya hari ini ga begitu terlalu rame, jadi bisa foto-foto sendirian. Karena sebelumnya kami uda beli tiket di Jakarta, jadi kami tinggal masuk aja. Fyi, di Jakarta gua beli tiketnya seharga 62 SGD, sementara kalo beli on the spot seharga 66 SGD. Itu rate weekdays, kalo weekend beda lagi. Ga tau kenapa kalo di Jakarta lebih murah. Rajin-rajin searching aja, kalo hoki di kaskus malah bisa dapet 60 SGD.

bola-bola universal

Universal sendiri dibagi menjadi 7 kawasan, di antaranya Hollywood, Madagascar, Far Far Away, The Lost World, Ancient Egypt, SciFi City, dan New York. Semua kawasan tersebut bentuknya melingkar dan di tengah-tengahnya terdapat danau.

Kawasan pertama yang gua masukin adalah Hollywood, karena ini kawasan yang dekat dengan area masuk. Di sini cuma ada atraksi Monster's Rock. Entah itu atraksi apaan, ada jam-jamnya kalo ga salah. Gua sech ga sempet nontonnya. Dari Hollywood lanjut ke Madagascar. Wahana yang pertama dinaikin adalah Madagascar : A Create Adventure. Wahana ini semacam istana boneka kalo di Dufan. Bedanya disini banyak ditampilkan tokoh-tokoh Madagascar, dan lebih bagus tentunya...hahahahaha. Selain A Create Adventure, ada juga King Julien's Beach Party Go Round. Wahana ini semacam komedi putar tapi dengan karakter-karater dari Madagascar. Yang ini gua skip karena ga menantang *tsah*

kawasan hollywood
kawasan Madagascar

Dari Madagascar lanjut ke kawasan Far Far Away. Far Far Away ini diambil dari film Shrek. Wahana yang gua naikin disini namanya Enchanted Airways, semacam rollercoaster tapi yang agak ringan. Lumayanlah untuk pemanasan...hahahaha. Selain itu ada juga atraksi Shrek 4D. Ini sumpah keren banget. Saking ketagihannya, gua dan nyokap sampe masuk 2 kali.
kawasan far far away

Abis itu lanjut lagi ke kawasan The Lost World. Di sini gua cuma naik satu wahana yaitu Canopy Flyer. Agak sulit menjelaskannya, yang pasti buat gua itu asik banget. Selain itu ada juga wahana Jurassic Park Rapids Adventure, tapi karena katanya basah-basahan jadi gua skip. Di kawasan itu juga ada atraksi Water World tapi karena jam shownya belum mulai jadi gua lewatin dulu.

canopy flyer

Selesai main Canopy Flyer, ujan turun. Berhubung perut lapar, kami berteduh di sebuah food court di area The Lost World. Pilihan disana ga begitu banyak. Gua pesen Soup Wanton Noodle plus Milo Ice, harga semuanya 14 SGD. Makanan di Universal emang mahal-mahal.

makanan termahal selama gua di sana

Begitu kami selesai makan, ujan pun reda. Trus lanjut jalan lagi. Karena abis makan jadi ga mau main yang berat-berat dulu. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton Water World. Kebetulan jam shownya uda mau mulai. Water World itu semacam tontonan perang-perangan pake air. Lumayan seru. Katanya atraksi itu berdasarkan film Water Worldnya Kevin Costner. Karena gua ga nonton, jadi ga tau.

water world

Karena rasa kenyang di perut uda ilang, maka gua memutuskan untuk ke kawasan Sci-Fi City buat naik Battlestar Galactica : Human vs Cyclon. Jadi ceritanya rollercoaster ini ada dua warna, Human yang merah (lebih manusiawi katanya) sementara Cyclon yang biru. Karena gua demen sama semua yang namanya memacu adrenaline jadi gua berniat untuk mencoba keduanya. Pertama gua coba yang merah dulu. Yang ini memang lebih manusiawi...hahahaha. Halilintar di Dufan masih lebih serem daripada ini. Abis itu gua coba yang biru. Oke, gua sepakat sama semuanya, yang biru sangat tidak manusiawi...hahahaha. Kaki kita digantung, ga ada dasarnya sama sekali, dan diputarbalikkan di atas. Tapi asik loh. Tornado di Dufan masih lebih ngeri buat gua.
human vs cyclon

Dari situ kami ke kawasan Ancient Egypt. Temen gua uda wanti-wanti kalo gua harus naik wahana Revenge of The Mummy. Tapi dia bilang kalo gua berani naik yang Cyclon, berarti si Mummy ini kecil buat gua. Tapi anggapan dia salah! hahahaha. Wahana ini yang paling horor buat gua. Jadi ini semacam rollercoaster tapi outdoor dan GELAP! Saking gelapnya lu ga bakal bisa ngeliat apa-apa. Yang bikin gua takut adalah, pertama gua takut gelap, kedua gua ga suka dikaget-kagetin. Dan karena gelap, lu ga akan tau ini rollercoaster mau naik apa turun. Horor abis deh buat gua.

ancient egypt

revenge of the mummy. horror for me

Selesai itu, gua langsung ke area New York buat nonton Live Camera Action! Atraksi ini adalah atraksi special effect show. Sebelumnya gua uda diwanti-wanti untuk nonton atraksi ini, katanya keren banget. Dan gua setuju. Ini atraksi kedua paling keren setelah Shrek 4D. Si pacar pasti demen banget nonton ini. Atraksi ini disponsori oleh Stephen Spielberg.

kawasan new york

Ga kerasa uda mau jam 6, Universalnya uda mau tutup. Sebenernya abis itu ada Halloween Horror Nights, tapi harus bayar lagi. Sebelum keluar dari Universal, beli kenang-kenangan dulu. Tadinya pengen beli dua kaos, satu buat gua, satu lagi buat si pacar, tapi karena harganya mahal akhirnya beli 1 aja. 1 kaos harganya 31.90 SGD, mahal banget. Plus gua beli tempelan kulkas pinguin 9.90 SGD.

karakter-karakter di universal
mobil-mobil di universal
merchandise dari universal

Keluar dari Universal, mampir sebentar di Candylicious buat foto-foto...hahahaha. Sempet masuk juga ke dalam storenya, dan gua tergoda oleh ice cream 2 rasa harganya 4 SGD. Sebenernya tergoda oleh banyaknya coklat-coklat tapi harganya lumayan mahal. Nyokap bilang kalo mau beli coklat di Mustafa aja.
candylicious

Abis itu kita naik monorail lagi ke beach station buat nonton Song of The Sea. Enaknya premium seat adalah, pas masuk kita ga usah ngantri-ngantri lagi. Dan.......Song of The Sea keren abis. Sumpah keren banget. Fountain di GI lewat dah. Kalo kalian ke Singapore, harus wajib kudu mesti nonton ini. Recommended!

song of the sea

Selesai nonton, naik monorail lagi ke arah Vivo City. Karena cacing di perut uda tereak-tereak, akhirnya kami mampir ke Food Republic yang letaknya ga jauh dari loket tiket ke Sentosa. Food Republic di Vivo City itu temanya kayak kampung chinese gitu, mirip eat n eat di gading. Gua beli beef soup set, makannya sharing sama nyokap. Berhubung lapar, jadi rasanya ya lumayan enak.
beef soup set 6 SGD

Sebelum balik ke hotel, kami mampir dulu ke Daiso yang juga masih di Vivo City. Daiso itu toko dari Jepang yang isinya menjual barang-barang 2 SGD. All item 2 SGD. Selesai belanja, balik ke hotel, berendam air panas dulu (buat melemaskan otot-otot yang kaku *tsah*), trus bobo. Kaki kayak uda berceceran kemana-mana.

Day 3 nya ntar malem ya kalo keburu, paling telat besok deh...hahahahaha.

***
1 SGD = 7020 IDR

25



"Birthdays are nature's way of telling us to eat more cake."


Thx's to God for everything, I'm so happy for what I have now. I hope in this "seperempat abad" I can find what I want to do in future. So, age is just a number. Right? hahahahaha.

30 October 2011

Singapore Trip - day 1

Hai all, I just come back from a short holiday. Just refreshed my mind before "seperempat abad" tomorrow. I went to Singapore (for a third time...hahahahaha) with my mom for four days. Because this time is pure holiday, so I'll tell you the whole story (if I remember...hahahahaha).

Gua dan nyokap pergi pake lion air. Kebetulan di tanggal segitu emang airlines ini yang paling murah, kita dapet harga 870.000 IDR pp + airport tax Singapore. Sebetulnya gua agak ga sreg naik lion. Kenapa? Karena pengalaman pas landing ga mulus sama sekali, tapi apa boleh buat. Dan pengalaman terulang kembali. Pas kita pergi, cuaca emang lagi ga bagus, jadinya di atas ada sedikit guncangan. Untung pas pulang semuanya lebih lancar. Sekian penjelasannya, sekarang kita masuk ke inti cerita.

***

Kita pergi dengan flight paling pagi which is jam 6.15. Gua bangun jam 4, buru-buru mandi, dan langsung dianter sopir kantor nyokap ke bandara. Buru-buru check in, masuk imigrasi, dan boarding. Ini perjalanan pertama gua yang perginya serba buru-buru. Karena ini flight paling pagi jadi ga ada delay sama sekali. Fyi, lion air terkenal dengan delaynya.

Sesampainya di Singapore, kita langsung nyetting blackberry...hahahaha. Yes, we're gadget freak. Buat yang pake XL, layanan blackberry bisa digunakan secara gratis selama 3 hari. XL bekerja sama dengan M1, dan jauh lebih cepat dibanding ketika di Jakarta.

Lalu kita naik skytrain ke terminal 2, karena stasiun MRT di Changi berada di terminal 2. Oiya, lion air landingnya di terminal 1. Turun di terminal 2, langsung ke stasiun MRT, dan beli ez-link. Karena kali ini perginya selama 4 hari, jadi gua memutuskan untuk pake ez-link. Ez-link itu sejenis alat pembayaran buat naik MRT, bus, dan monorail ke Sentosa. Harganya 12 SGD dengan 5 SGD buat deposit dan 7 SGD sisa duit yang bisa dipake. Kita top-up dulu 10 SGD biar ga ribet-ribet amat.

Nyokap pengennya kita check in dulu di hotel buat taro barang-barang baru jalan lagi. Anyway, gua nginep di Park Royal on Kitchener Road di kawasan India-india gitu. Harganya lumayan mahal, semalemnya bisa 210 SGD dan begitu check in kita harus deposit dulu 200 SGD. Tapi letaknya lumayan strategis, deket ama stasiun MRT, seberangan sama mall, dan Mustafa. Hotelnya juga bagus banget dan breakfastnya juga enak. Ya namanya hotel mahal...hahahahaha.

tampak depan Park Royal Hotel

Interior kamarnya

Jadi dari stasiun changi, kita naik MRT ke arah Outram Park terus pindah train yang purple line ke arah Farrer Park. Keterangan stasiun MRT disana cukup jelas seh, ga perlu ambil peta juga bisa...hahahaha *sombong* Keluar dari stasiun Farrer Park uda langsung ketemu hotelnya.

Selesai naro barang-barang, kita, emak dan anak yang kelaparan, langsung ke mall seberang hotel, City Square namanya, buat makan siang. Gua milih chicken set, yang isinya nasi + ayam rebus + sayur + kuah. Karena gua laper jadi enak-enak aja.

chicken rice special 5.80 SGD

Selesai makan, kita langsung ke IKEA. IKEA itu semacam tempat furniture. Kalo di Jakarta mungkin mirip-mirip Index dan Ace Hardware. Dari dulu gua emang pengen banget ke IKEA. Jadi dari stasiun Farrer Park kita MRT yang ke arah Harbour Front turun di Outram Park terus pindah train yang green line ke arah Changi, ntar turunnya di Queenstown. Dari Queenstown lanjut lagi naik bis (lupa nomernya) dan langsung turun ga jauh dari IKEA.

Nyampe IKEA, langsung foto-foto...hahahaha. Tadinya gua pengen banget beli bantal babi, tapi harganya rada mahal 25 SGD kalo ga salah, dan lagi bingung bawa pulangnya. Jadi, ya sudahlah. Enaknya di IKEA, furniture-furniture yang ada bisa didudukin, ditidurin, dipegang-pegang. Kalo di Jakarta kan pasti uda dipelototin.

showroom di IKEA

Karena nyokap agak kecapean, selesai dari IKEA kita langsung balik lagi ke hotel. Di hotel, boboan sebentar, mandi, trus lanjut jalan lagi. Next destination, Suntec City. Pengen liat fountain yang katanya termasuk 10 terbesar di dunia. Dari stasiun Farrer Park naik MRT ke arah Harbour Front lagi, turun di Outram Park, pindah ke green line, trus naik MRT ke arah City Hall. Turun City Hall tinggal jalan ke Suntec City. Oke, jalannya emang jauh banget.

Di perjalanan ke Suntec City, gua tergoda oleh Toast Box. Karena perut minta diisi, mampirlah kesana. Interiornya lumayan cozy, putih-putih gitu. Gua pesen hot coffee o plus peanut butter toast. Pas makanannya nyampe, gua shock, porsinya ga nampol. Akhirnya kita beli beberapa breadtalk...hahahahaha. Sekalian buat dimakan pas di hotel nanti.

lupa harganya, bonnya entah kemana. rasa enakan di sabang16.

Abis makan, lanjut jalan lagi ke Suntec City. Dan ternyata fountainnya cuma begitu doang...hahahahaha. Mungkin ekspektasi gua yang ketinggian. Tapi sebenernya lumayan keren juga sech, karena di fountainnya ada tulisan-tulisan gitu. Kita bisa kirim-kirim ucapan buat seseorang, ntar bisa ditampilin di fountainnya.

fountain di Suntec City

Selesai foto-foto, balik lagi ke hotel. Makan breadtalk, charge blackberry, mandi, trus bobo. Kaki gua kayak uda mo patah...hahahahaha.

Besok lanjutin lagi cerita day 2 nya ya. Sekarang bobo dulu...zzzzzzzz....

***
1 SGD = 7020 IDR

25 October 2011

See You Soon

Ingin bernafas sejenak
Don't worry, I'll be back


PS : I'm gonna miss u, pacar

24 October 2011

The Three Musketeers


Cast :


Matthew Macfayden : Athos
Ray Stevenson : Porthos
Luke Evans : Aramis
Milla Jovovich : Milday De Winter
Logan Lerman : D'artagnan
Christopher Waltz : Kardinal Richelieu
Orlando Bloom : Duke of Buckingham

Sinopsis :

Setelah dikhianati oleh Milady De Winter, yang bekerja sama dengan Buckingham dalam sebuah usaha pencurian proyek rahasia dari Museum Leonardo da Vinci di Venesia, three musketeer, Athos, Porthos, dan Aramis, harus dibebastugaskan. Ternyata hal itu digagas oleh Kardinal, yang punya rencana licik untuk mengkudeta sang raja dengan bantuan Buckingham.

Namun three musketeer secara tidak sengaja bertemu dengan D'artagnan, putra seorang mantan musketeer yang ambisius dan sombong. Mereka bergabung untuk membantu sang Ratu mengambil kembali perhiasan yang diambil oleh Milady dan bersama melawan Buckingham.


Review :

Sebelumnya gua belom pernah nonton Three Musketeer versi lama, ceritanya pun ga tau juga, jadi bisa dibilang ini pertama kalinya nonton film ini. Pertama, dari segi cerita. Buat gua, agak biasa. Model cerita seperti ini hampir mirip dengan Mission Impossible. Sekali lagi, berhubung gua gak pernah baca novelnya juga, jadi ga tau apakah ceritanya mirip dengan novelnya atau tidak. Dan gua agak terganggu dengan pemilihan karakter tokoh utamanya. Disini, D'artagnan agak kurang pas diperankan oleh Logan Lerman. Selain karakternya kurang masuk, dia seperti kebanting dengan Three Musketeer lainnya.

Tapi sepertinya sang sutradara bisa menutup kekurangan-kekurangan tadi dengan sebuah visual yang menarik. Gua terkesan dengan settingnya, sangat detail, mewah, megah, dan benar-benar menggambarkan jaman dulunya. Salut dengan art directornya yang berhasil membuang setting mengesankan seperti itu. Begitu pula dengan kostum-kostumnya. Tidak terlalu terkesan kuno, sedikit unsur modern, dan sangat mewah.

Satu hal yang jarang sekali gua perhatikan setiap nonton film, adalah komposisi visualnya. Dalam film ini, komposisinya sangat menarik. Bukan komposisi centre, melainkan komposisi left or right. Dan gua angkat jempol sama kameramennya, jago banget dalam mengambil setiap detail gambar.

Secara keseluruhan, film ini sangat menarik buat gua. Mungkin karena gua orang desain, dimana gua lebih suka memperhatikan visual ketimbang storyline jika menonton film. Entah bagusan mana sama versi lamanya, yang jelas versi yang satu ini lumayan bagus.

20 October 2011

THOR




Cast :


Chris Hemsworth : Thor
Natalie Portman : Jane Foster
Anthony Hopkins : Odin
Tom Hiddleston : Loki

Sinopsis :
 

Thor adalah seorang pejuang tangguh di dunia Asgard. Ia, yang juga disebut Dewa Petir, adalah putra dari Odin, penguasa Asgard. Sayangnya, karena kesombongannya, ia menyebabkan bangkitnya permusuhan yang sudah berumur ratusan tahun.

Karena kesalahan ini, Thor dibuang ke bumi oleh ayahnya sendiri. Thor harus membuktikan bahwa ia layak menjadi putra Odin dan kembali bertahta di Asgard. Saat dalam pengasingan inilah Thor bertemu dengan Jane Foster, wanita yang membuatnya berubah. Pelan tapi pasti Thor mulai mencintai bumi dan saat ancaman datang, mau tidak mau Thor harus bangkit membela bumi. Hal ini menyebabkan Thor bertempur dengan Loki, saudara yang tidak mengharapkan ia kembali ke Asgard.



Review :

Sekali lagi gua bukan penggemar Marvel komik, dan superhero yang satu ini namanya asing banget buat gua. Tapi dari pertama kali ngeliat trailernya, gua memasukkan film ini ke dalam list movie yang harus gua tonton. Makanya bete banget waktu summer kemaren film ini ga tayang di Indonesia.

Thor adalah campuran antara mitologi dan superhero, sesuatu yang tidak lazim ditemui. Dan jika tidak dibuat dengan bagus akan merusak filmnya. Tapi tidak dengan Thor. Film ini berhasil menggabungkan kedua elemen tersebut dan membuatnya menjadi film yang megah, semegah trailernya. Dengan naskah yang bagus, Thor terasa lebih menyegarkan dibanding superhero Marvel lainnya.

Pertama, gua kagum dengan artistiknya. Kemegahan Asgard dibuat begitu mewah, cantik, dan menawan. Menggabungkan antara cita rasa kuno dan sesuatu yang modern, terlihat pada setiap detail bangunannya, interiornya, termasuk kostum para penghuninya. Rangkaian moment pertarungan yang mendebarkan pun tidak kalah kerennya. Dengan special effect yang terasa pas, adegan-adegan dari setiap pertarungan hampir tidak terasa. Mulai dari pertarungan antara Thor dan teman-temannya di Jotunheim, pertarungan yang menghancurkan New Mexico, hingga pertarungan antara Thor dan Loki di ujung cerita, hampir semuanya disajikan dengan sangat menarik dan menegangkan tentunya.

Pemilihan para pemain pun juga terasa pas. Mulai dari Chris Hemsworth, yang kemampuan aktingnya sempat diragukan banyak orang. Tapi akhirnya berhasil memerankan Thor dengan sangat bagus. Terlepas dari fisiknya yang memang sangat menarik, Chris sukses membuat gua terpukau memerankan Thor dengan segala keangkuhannya hingga sifat noraknya ketika berada di bumi. Hingga aktor sekelas Anthony Hopkins dengan segala kharismanya juga berhasil membawakan sosok Raja para dewa dengan sangat bagus.

Bukan superhero terbaik dari Marvel memang, tapi filmnya jauh lebih bagus dan menarik dibandingkan Captain America. Dengan eksekusi yang menarik, film ini menjadi film yang memang patut ditonton.

16 October 2011

Terbalik


Secuil percakapan dengan si pacar yang bikin saya ngerasa dia sangat sangat sangat mengenal saya.

Saya : "tapi aku dulu gitu... kalo ngerasa pasti bisa dapet bagus, pasti dapet jelek. Kalo ngerasa pasti dapet jelek, malah dapet bagus."
Si pacar : "kebukti koq sekarang. Kalo kamu bilang lewat jalan biasa, berarti lewat jalan tol dan ternyata lewat jalan tol lebih lancar kan? Kalo kamu bilang lewat tanjung duren, berarti lewat citraland dan terbukti juga kan citraland sedikit lebih lancar."
Saya : *speachless*

Well, a little problem make us stronger because we have a big GOD.

12 October 2011

Movie Quotes

"Life is like a box of chocolate, you never know what you're gonna get"

-Forrest Gump

The Smurfs



Cast :


Neil Patrick Harris : Patrick Winslow
Jayma Mays : Grace Winslow
Jonathan Winters : Papa Smurf
Kate Perry : Smurfette
Anton Yelchin : Clumsy
Fred Armisen : Brainy
George Lopez : Grouchy
Alan Cumming : Gutsy
Gargamel : Hank Azaria

Sinopsis :
 

Awalnya, para Smurf hidup tenteram dan damai di desa tercinta mereka. Tak ada pendatang yang pernah masuk ke desa Smurf sampai Gargamel dan kucingnya berhasil menemukan desa tersembunyi ini. Karena ketakutan, para Smurf berusaha melarikan diri dan mencari tempat persembunyian yang aman.

Dalam keadaan panik, Clumsy Smurf masuk ke dalam gua kecil yang sebenarnya adalah gua terlarang. Celakanya, beberapa Smurf lain ternyata mengikuti Clumsy masuk ke gua itu. Sebelumnya Papa Smurf sempat memperingatkan agar tak ada Smurf yang memasuki gua terlarang ini.

Ternyata gua ini adalah sebuah portal yang mengantar para Smurf ini masuk ke dunia lain. Tanpa disadari, para Smurf ini terlempar ke kota New York dan tak bisa mencari jalan untuk pulang. Untungnya, para Smurf ini mendapatkan perlindungan di rumah pasangan Patrick Winslow dan Grace. Sambil berlindung, para Smurf ini berusaha mencari jalan untuk pulang ke desa mereka sebelum Gargamel berhasil menemukan mereka.


Review : 

Film ini mengingatkan gua akan Alvin and The Chipmunks, perpaduan antara real movie dan animation. Tapi dari segi cerita, tentu berbeda. The Smurfs ini diangkat berdasarkan komik karya Peyo dari Belgia. Sebelumnya gua belom pernah baca komik Smurfs sama sekali, jadi ga terlalu gitu tau ceritanya.

Dari segi cerita, nampaknya film ini mencari aman. Dengan cerita yang sepertinya hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, alurnya tertata dengan sangat teratur. Begitu pula dengan klimaksnya, lumayan menegangkan. Tidak ada yang salah, hanya saja terlalu umum. Gua hampir bisa menebak jalan ceritanya. Untuk anak-anak mungkin sangat menghibur, tapi untuk orang dewasa mungkin terlalu membosankan.

Untungnya kekurangan dari segi cerita ketutup oleh tingkah pola para Smurfs, lucu dan menggemaskan. Masing-masing Smurfs dinamakan sesuai dengan sifat-sifat mereka. Animasinya lumayan halus, tapi juga tidak terlalu istimewa banget. Tapi gua juga sama visualnya desa para Smurfs di opening, bagus banget. Penataannya eye catching, colourful, dan keren. Lagi-lagi visual yang tepat untuk anak-anak.

Secara keseluruhan, film ini termasuk biasa. Thx's buat si pacar yang melarang gua mati-matian untuk nonton di bioskop. Gua akan merasa rugi berat kalo nonton di bioskop. Bukannya film ini jelek, hanya tidak terlalu istimewa banget. The Smurfs cocok ditonton untuk anak-anak, dan untuk orang dewasa, jangan berharap terlalu banyak dari film ini.

Untuk pacar, I Smurf You...

10 October 2011

My Top 3 Playlist Every Morning







And what's your playlist every morning?

08 October 2011

Prosecutor Princess




Cast :

Kim So Yeon : Ma Hye Ri
Park Shi Hoo : Seo In Woo
Han Jung Soo : Yoon Se Joen
Choi Song Hyun : Jin Jung Su
Park Jung Ah: Jeni Ahn

Sinopsis :

Ma Hye Ri adalah seorang wanita dengan ingatan yang sangat baik dan memiliki kemampuan untuk fokus. Hal itu menjadikan ia lulus dengan mudah. Meskipun berbakat, dia lebih tertarik dengan fashion dan tidak menyukai kerja keras. Dia mengoleksi barang-barang branded, dan setiap ada keluaran produk terbaru, Hye Ri tidak mau ketinggalan untuk hunting.

Hobinya cuma senang-senang, berfoya-foya seperti berbelanja, perawatan kulit, dan pemeliharaan tubuh, ke clubbing, aerobik, spa, dan apapun yang berbau wanita. Maklumlah, Hye Ri adalah putri satu-satunya dari seorang bapak yang kaya raya. Mamanya juga selalu memanjakannya sehingga sikap manjanya membuat dirinya kurang bersosialisasi. Jadi dia masih jauh dari figur seorang jaksa yang ideal dan masih diragukan oleh banyak pihak.

Nasibnya kemudian berubah ketika dia mulai bekerja di kejaksaan. Melalui konflik dengan teman seniornya dan mengalami kasus yang sangat sulit, Hye Ri dibentuk menjadi seorang jaksa penuntut yang cemerlang dan bertanggung jawab serta penuh keadilan.

Review :

Sekali lagi gua harus angkat jempol kepada screenwriter, So Hyun Kyung. Setelah 3 series sebelumnya, yaitu 49days, Shining Inheritance / Brilliant Legacy, sekarang Prosecutor Princess bikin gua terkagum-kagum.

Pertama, dari segi cerita. Cara scriptwriternya meramu cerita bikin gua penasaran di setiap episodenya. Alur ceritanya tidak terlalu bertele-tele. Karena serial ini mengambil setting tentang kehidupan para jaksa, jadi lumayan banyak kasus yang bikin penasaran. Nonton serial ini seperti baca Conan. Walaupun kasusnya ga seheboh Conan, tapi lumayan bikin gua menebak-nebak hasil akhir dari kasusnya. Terutama kasus terakhir yang memakan 2-3 episode untuk memecahkannya. Sayang, ratingnya sendiri di Korea tidak terlalu bagus, makanya cuma 16 episode.

Kedua, dari segi akting pemainnya. Akting kedua pemeran utama, Kim So Yeon dan Park Shi Hoo bagus banget menurut gua. Peran Ma Hye Ri dari awal episode sampe akhir memperlihatkan perubahannya, mulai dari gadis yang naif sampe menjadi pribadi yang matang. Semuanya diperankan dengan sangat menarik oleh Kim So Yeon. Fashionnya Ma Hye Ri juga unik banget. Awalnya gua ga terlalu suka dengan potongan rambutnya, tapi belakangan waktu rambutnya sering dikuncir mulai keliatan cakep. Tapi tetep masih cakepan Kim Tae Hee.

Begitu juga dengan Park Shi Hoo, karakter Seo In Woo diperankan dengan menarik oleh dia. Mulai dari karakternya yang sangat percaya diri, sampai kebimbangannya keliatan banget. Park Shi Hoo awalnya juga ga terlalu ganteng, tapi lama-lama jadi manis, walaupun ga terlalu ganteng banget buat gua.

Ketiga, artistiknya juga bagus banget. Hampir semua scene diambil dengan sangat indah oleh sutradaranya. Yang paling gua suka adalah apartemennya Ma Hye Ri dan Seo In Woo, bagus banget. Begitu juga dengan detail interiornya apartemennya, juga interior ruangan kantornya Ma Hye Ri, rapih banget. Lalu, scoringnya juga pas banget. Dibandingkan dengan My Princess, serial yang sebelum ini gua tonton, scoring Prosecutor Princess paling bagus. Tapi OSTnya mirip-mirip sama City Hunter kayaknya.

Overall, gua puas banget nonton serial ini. Direkomendasikan buat yang ingin mencari tontonan beda. Dijamin ga akan kecewa dengan endingnya.




Coba bandingkan kedua OST di atas. Mirip ga?

07 October 2011

RIP Steve Jobs

"Sometimes life hits you in the head with a brick, don't lose faith"

-Steve Jobs (1955-2011)-

RIP Steve Jobs. Thank you for everything that you've done. I hope I have much money to buy your new product.


04 October 2011

Mengenang Masa Lalu







Westlife, merupakan salah satu boyband idola gua waktu jaman SMA dulu. Saking ngefansnya, saya ampe suka beliin majalah yang ada posternya Westlife, kaset2nya, VCD2nya, plus VCD biography mereka yang original. Untungnya masa-masa kegelapan itu udah berlalu..hahahaha. Di antara semua lagu2nya Westlife, saya paling suka ketiga lagu ini. Paling keren menurut saya.

Kenapa saya posting Westlife? Karena besok mereka mau konser di Jakarta, sekedar mengenang masa lalu seh. Well boys, good luck for tomorrow yah.

현빈 오빠

Dear Hyun Bin oppa, apa kabarmu disana? Semoga cepet kelar ya wamilnya. Come back soon please...
오빠 사랑해

Quote no 1

"You are never too old to set another goal or to dream a new dream"

-C.S Lewis

03 October 2011

Konser Kemarin Malam

Kemarin saya nonton Korean Concert di Gandaria City. Semua bermula dari bokap, yang tau anaknya lagi tergila-gila dengan Korea, ngasih tiket gratis buat saya dan si pacar. Sebenernya saya ga terlalu ngefans banget sama K-popnya, lebih ke dramanya yang super duper keren, tapi karena rasa terima kasih sama bokap, berangkatlah kami.

Ini pertama kalinya saya nonton konser sambil berdiri. Saya pernah beberapa kali nonton konser, dan semuanya duduk. Pengalaman baru buat saya. Untungnya walaupun ruangannya penuh sesak, tapi ga terlalu panas. Hanya aja, bau badan mba-mba depan saya cukup mengganggu...hahahaha.

Awal-awal konser mulai gua ga terlalu enjoy banget. Pertama, karena teriakan para ABG-ABG yang bikin kuping pengeng. Kedua, karena suara si artis, yang saya lupa namanya, jelek banget. Ketiga, beberapa artis menyanyikan lagu barat, bukan lagu Korea. Padahal daya tarik Korean concert itu ya pada lagu-lagunya. Untungnya beberapa penyanyi terakhir menyanyikan lagu Korea, beserta dengan dancenya.

Paling keren itu performancenya Park Hyo Shin. Suaranya enak banget buat didenger. Apalagi waktu dia nyanyi lagu Korea, keren banget. Yang paling enerjik itu Lee Jun Ki kalo ga salah, artis yang ditunggu-tunggu banyak ABG. Padahal mukanya ga terlalu ganteng buat saya, cuma gayanya keren. Dan yang paling ganteng itu Lee Dong Gun. Di antara semua artis cuma dia doang yang saya tau, sisanya buta sama sekali...hahahahaha.

The best line pada saat menonton Korean concert adalah "oppa, saranghae" Saya rasa kata-kata itu pasti ada di hampir semua Korean concert, baik di Korea sendiri maupun di luar Korea.

PS : maaf ga ada foto, saya terlalu malas untuk jepret sana sini.

Opening

Hai all,

Welcome to my new blog. Sebelumnya saya ngeblog di tumblr, tapi kayaknya kurang asik dan mulai sedikit bosan. Makanya saya kembali ke blogspot. Semoga blog ini keurus nantinya.

Happy reading guys.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...