07 April 2012

Titanic - 2012


Cast :

Leonardo Di Caprio : Jack Dawson
Kate Winslet : Rose DeWitt Bukater
Billy Zane : Cal Hockley
Kathy Bates : Molly Brown
Frances Fisher : Ruth DeWitt Bukater

Sinopsis :

Buat yang belom tahu ceritanya, silakan googling sendiri...hehehe.

Review :

Ketika Titanic pertama kali diputar tahun 1997, gua masih SD....kelas 5 mungkin. Waktu SD dulu, mau keluar nonton, tentu tidak sebebas sekarang. Apalagi ketika bonyok tahu ada adegan bugil-bugilan di film itu, mereka lebih-lebih ga ngijinin anak kelas 5 SD nonton di bioskop. Jadilah, gua nonton Titanic di VCD dan di TV swasta. Makanya ketika tahu Titanic akan dirilis ulang, film ini gua masukin ke daftar list film yang harus gua tonton.

Waktu pertama kali nonton dulu, gua uda kagum banget sama film ini. Film ini seperti merekonstruksi ulang kembali tenggelamnya kapal Titanic 84 tahun yang lalu. Dengan bumbu cerita lovestory yang sebenernya biasa, tapi mampu membuat gua yang waktu itu masih SD cukup terpukau. Dan sekarang....setelah menyaksikan kembali bagaimana tragisnya Titanic tenggelam, gua masih juga terpukau.

Titanic itu everlasting movie buat gua. Salah satu keunggulan kenapa setelah lebih dari sepuluh tahun film ini tetap menarik adalah, setting waktunya di tahun 1912. Setting jaman dulu mampu membuat film ini selalu enak untuk ditonton. Salut untuk James Cameron yang menyelam ke dasar laut hanya untuk mengambil potongan-potongan kisah Titanic untuk kemudian ditampilkan di filmnya (setidaknya, begitu yang gua baca di National Geographic yang dibeli si pacar). James Cameron mampu membuat kapal Titanic dengan sangat detil dan kemudian menenggelamkannya nyaris sama dengan cerita aslinya.

Buat gua sekarang, bagian yang paling menarik ketika menonton Titanic, bukanlah kisah cinta antara Jack dan Rose (walaupun sad endingnya masih bikin gua mewek), tapi kapal Titanic itu sendiri dan penumpang-penumpang didalamnya. Mulai dari mewahnya kapal Titanic, yang saking mewahnya sampai Cal bilang "bahkan Tuhan saja tidak sanggup menenggelamkannya!" lalu para pemusik yang terus memainkan alat musiknya, sampai kakek nenek yang berpelukan sampai kapal tersebut tenggelam. Cameron mampu menciptakan suasana penumpang yang panik, putus asa, tidak berdaya, dengan sangat memukau. 

Bagian tenggelamnya kapal juga membuat gua merasa Cameron memang hebat. Detik-detik ketika kapal itu terpecah menjadi dua, lalu bagian dimana kapal itu benar-benar tenggelam, sampai kurang lebih 1500 orang meninggal di Atlantik, membuat gua merasa kita, sebagai manusia, kecil banget di mata Tuhan. Wajar kalau pada masanya film ini mampu meraih puluhan penghargaan, termasuk 11 oscars. 

Kapal Titanic memang sudah tenggelam 100 tahun yang lalu, tapi film Titanic itu sendiri ga akan pernah tenggelam. Termasuk soundtracknya yang sangat memorable. Walaupun versi 3Dnya biasa, tapi gua puas banget nonton ini di bioskop. Meskipun Avatar berhasil mengalahkan Titanic dari segi pendapatan, tapi buat gua...Titanic merupakan filmnya James Cameron yang paling bagus. Thumbs up for Cameron.

Ini adegan yang paling memorable. Dulu ya, saking demennya sama adegan ini, gua sampe ngumpulin kertas file dengan gambar ini.
Bagian ini membuat gua merinding ketika menonton.
Ini soundtrack yang sangat memorable. Dulu, gua ampe hafal liriknya.

2 comments:

  1. ga pernah ntn titanic dari awal sampai habis, sekali2nya pernah ntn pas ending doang :p

    ReplyDelete
  2. tonton aja, mumpung masih ada di bioskop... hehehehe... kalo nonton dari awal kan lebih enak daripada endingnya aja... hehehehe...

    ReplyDelete

Your comments make me happy. Thank you ^___^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...