26 September 2012

Rice Bowl

Hari Minggu kemaren kebetulan gua ada kerjaan di sekitar daerah Pondok Indah, jadi mampirlah gua dan keluarga ke Gandaria City. Sejak ada Gandaria City, kita jadi jarang ke Pondok Indah Mall. Sebenernya sih kalo mau diliat-liat, Gandaria City tuh ga jauh beda sama Central Park atau Senayan City, cuma tipe pengunjungnya aja yang beda. Dan di Gandaria City, lumayan sering dikunjungin orang Korea. Festival-festival yang berbau Korea juga sering diadain disana.

Karena kita kesana pas jam makan siang, jadi mampir (makan koq mampir) ke restoran dulu buat lunch. Rice Bowl ini dulu merupakan restoran favorit gua dan si ndud, karena ada menu paket buat berdua. Selain porsinya banyak, harganya juga ga mahal-mahal amat. Cuma sejak paketnya ga ada, kita jadi jarang makan disana, hahaha. Pas kebetulan kemaren lagi males naik-naik ke atas, jadi cari-cari makan di deket-deket lotte mart. Setelah nyari-nyari, diputuskanlah makan di Rice Bowl ini. 

Interiornya sih mirip-mirip kayak warna buku menunya, sekitar hitam, merah, dan ada kuningnya dikit. Bukunya juga lumayan banyak foto. Dan ga jelas itu panda maksudnya buat apaan, hahaha.

Berikut ini menu-menu yang kita order.

Kung Pao Chicken
33.900 IDR
Porsinya standard 3 orang. Errr...2 orang sih kalo makannya pada bar-bar. Ayamnya enak dan gede-gede. Tapi gua masih lebih suka ayamnya Ta Wan.

Seafood & Bean Curd In Clay Poat
38.900 IDR
Nama simplenya, sapo tahu seafood. Yang model begini tuh tahunya sedikit, seafoodnya juga dikit, kuahnya tok yang banyak. Tapi buat bertiga masih okelah. Rasa juga lumayan.

Kailan With Garlic
21.900 IDR
Porsinya pas. Rasanya kurang ya, berasa agak pait. Bawang putihnya juga kurang berasa, padahal kayaknya uda banyak deh.

Kuan Yin Tea
6.900 IDR
Nama simplenya : Teh anget.

Seinget gua nih (dikoreksi ya kalo salah) dulu Rice Bowl kaga pake service tax kan. Pas kemaren gua perhatiin billnya, tiba-tiba ada service tax 5%. Untung kemaren servicenya ga ancur-ancur amat sih. Porsinya juga pas kalo buat gua bertiga sama bokap nyokap. Cuma untuk rasa, makin lama kayaknya makin kurang enak ya. Padahal gua uda lumayan sering makan Rice Bowl di Gandaria City ini. Kokinya ganti kali ya #sotoy

Rice Bowl
Gandaria City
Telp (021) 29053026

24 September 2012

Thank You

21 September 2012

Tokio Kitchen After Pilkada

Jadi gimana Pilkada hari ini? Ada yang libur? Gua dong libur, huahahaha. Si ndud tuh yang ga libur. Kasian. Demi masa depan, gpplah hahaha. 

Dari hasil quick count, kayaknya uda ketauan ya kalo Jokowi-Basuki (JB) yang menang. Sebenernya gua uda memprediksi hal ini sih. Ada beberapa alesan.

1. Campaignnya JB kuat banget. Campaign kumisnya si Foke itu sama kayak 5 taon lalu dan ga semua orang bisa memperkuat branding tersebut. Ibu-ibu dan anak kecil mana bisa berkumis. Sementara baju kotak-kotak? Hari ini gua ke mall, lumayan banyak yang pake baju kotak-kotak. Kampanye yang masuk ke semua kalangan dan ga mengeluarkan banyak biaya.

2. Warga Jakarta merindukan sebuah perubahan. Kita uda memberi kesempatan Foke 10 tahun. 5 tahun sebagai wakil dan 5 tahun sebagai gubernur, tapi koq kayaknya ga ada perubahan. Sama kayak waktu dulu gua milih Faisal Basri, biarpun ga tau nanti hasilnya gimana, setidaknya kita uda mencoba memulai untuk berubah. 

Mudah-mudahan sih, JB bisa membenahi kota Jakarta tercinta ini. Minimal, macet dan banjir bisa segera diatasi. 

Klarifikasi! Ini kelingking ya, bukan jempol. Emang kelingking gua tampil beda, agak buntet gitu, hahaha.

Anyway, abis nyoblos, gua jalan-jalan ama nyokap ke Central Park. Kita nyampe pas uda jam makan siang, jadinya muter-muter nyari makan dulu. Setelah kebingungan sana sini akhirnya kita mutusin buat makan di Tokio Kitchen. Untuk interior, sistem pemesanan, dll, uda pernah gua bahas di sini

Berikut ini menu-menu yang kita order.

Tom Yam Chicken Ramen
43.000 IDR
Karena nyokap pengen makan ramen, jadi dia order ini. Porsinya sih lumayan banyak, kita ampe bisa share berdua. Rasanya asem banget, nyokap ga gitu doyan. Asem asem seger sih, ya namanya juga Tom Yam. 

Volcano Roll
36.000 IDR
Rollnya pendek banget, bentuknya juga mini gitu. Rasanya ya lumayanlah. 

Bulldog Roll
36.000 IDR
Gua order ini karena namanya aneh, hahaha. Bentuknya ga jauh beda sama Volcano Roll, kecil dan mini. Bulldog Roll ini salmon yang digoreng. Rasanya enak, agak garing-garing gitu.

Cold Ocha
8.500 IDR

Hot Ocha
8.500 IDR

Pas kita dateng, tempatnya ga gitu rame. Sementara di Urban Kitchen, ramenya ampun-ampun dah. Emang Tokio Kitchen kayaknya bukan favorit orang-orang ya. Beberapa kali gua kesana tempatnya selalu sepi. Mungkin karena mereka spesialis Japanese food. Kan ga semua orang doyan makanan Jepang. Atau karena harganya yang mahal-mahal?

Tokio Kitchen
Central Park Mall lt. 2
Telp 021-29200028

19 September 2012

Time Slip Dr. Jin




Cast :

Song Seung Hun : Jin Hyuk
Park Min Young : Yoo Mi Na / Hong Yong Rae
Kim Jaejoong : Kim Kyung Tak
Lee Bum Soo : Lee Ha Eung
Lee So Yeon : Choon Hong

Sinopsis :

Jin Hyuk is a genius neurosurgeon with a cold and severe attitude in his interactions with other people due to his personal pursuit of perfection. Through a mysterious power, Jin Hyuk finds himself transported back in time 150 years. He begins treating people there, but lack of necessary implements and rudimentary medical knowledge of period forces him to seek new ways to aid the sick. Through this challenging process, Jin Hyuk eventually becomes a genuine doctor.

Sinopsis diambil dari sini.

Review :

Sebelum mereview, gua kasih tau dulu buat para penggemar Jaejoong, review ini murni selera gua. Selera tiap orang kan beda-beda. Kalo menurut kalian Jaejoong itu ganteng dan actingnya bagus, ya uda. Berarti selera kalian dan selera gua berbeda, hehehe. Jadi sebelum nimpuk gua, coba dibaca dulu tulisan ini ampe selesai ya. 

Sebelum nonton A Gentleman's Dignity, gua uda nonton episode pertama serial ini. Cuma begitu tau kalo ini series diperpanjang 2 episode, gua langsung beralih ke A Gentleman's Dignity yang waktu gua tonton, di Korea uda tayang sebanyak 16 episode. Begitu uda tinggal 2 episode lagi, malah distopin dulu gara-gara olimpiade. Samimawon dah. Begitu kelar nonton BIG, gua nonton ulang lagi serial ini dari episode satunya, biar ga kepotong-kepotong.

Ceritanya tentang apa? Another time travel story. Mirip-mirip kayak Rooftop Prince atau Queen Inhyun's Man. Bedanya, disini si cowo terlempar ke masa lalu alias jaman Joseon. Tapi kalo kalian pikir ceritanya bakal seringan Rooftop Prince atau Queen Inhyun's Man, kalian salah besar. Ceritanya tergolong berat. Karena tokoh utamanya seorang dokter, serial ini lebih banyak membahas masalah medis. Dan karena terlempar ke masa lalu, serial ini juga banyak membahas sejarah Korea. Menurut gua, di episode-episode awal cukup membosankan. Mulai seru di pertengahan episode. Dan twist di episode 20, 21 lumayan asik, bikin gua mikir. Sayang, endingnya bikin jatoh. Endingnya kayak dipaksain jadi ending.

Gua kurang suka dengan aktingnya Park Min Young disini. Kayaknya masih bagusan waktu dia main di City Hunter. Karena gua ga nonton Sungkyunkwan Scandal, jadi perbandingannya cuma sama City Hunter doang. Aktingnya kayak agak kaku. Ekspresinya sama sekali ga dapet, akting nangisnya datar banget, dan emosinya juga ga masuk, baik sebagai Yoo Mi Na maupun Hong Yong Rae. Dalam bayangan gua, kedua tokoh ini bakal lebih masuk karakternya kalo diperanin sama Han Hyo Joo atau Han Ji Min. 

Aktingnya Song Seung Hun mah uda ga usah diragukan lagi. Dari jaman Endless Love, aktingnya uda mantap. Karakter yang dimainin dia masuk banget. Emosinya juga dapet. Tapi doi kurang ganteng disini, hahaha. Gua masih lebih suka waktu dia main di My Princess. Kalo poninya diturunin jadi ganteng banget. Dan yang gua sebel, disini dia jarang senyum. Padahal kalo senyum kan gantengnya keliatan, hahaha. Tapi sayang, karena aktingnya Park Min Young kurang, chemistry mereka berdua jadi ga dapet. Dan romantic scenenya juga ga ada sama sekali, cuma di episode satu doang.

Sementara Jaejoong, kualitas aktingnya sedikit meningkat dari Protect The Boss. Sayangnya, cuma di episode-episode terakhir baru keliatan aktingnya ada peningkatan. Waktu di episode-episode awal, aktingnya masih kaku banget. Banyak scene yang menutut dia memperlihatkan ekspresi kesel, tapi jadinya koq malah datar. Akting marahnya juga kurang dapet. Di episode 19, aktingnya mulai lumayan, tapi buat gua tetep masih kurang, harusnya masih bisa dieksplore lagi. Padahal gua suka karakternya Kim Kyung Tak ini. Kayak dibikin abu-abu, dibilang orang baik ga juga, dibilang jahat ga juga. Apalagi, belakangan kita dibikin bingung sama karakternya dia.

Cuma Jaejoong kayaknya ga cocok ya pake baju ala jaman Joseon, mukanya terlalu masa kini, hahaha. Kayaknya Jaejoong mendingan main di serial yang bukan saeguk deh. Lebih mendingan lagi kalo dia nyanyi aja, hahaha secara suaranya lumayan bagus. Akting-akting para pemain lainnya juga pada bagus-bagus. Apalagi tokoh-tokoh antagonisnya, gua jadi pengen nabok-nabokin tuh yang jahat-jahat, hahaha.

Karena terlempar ke masa lalu, settingnya pake setting jaman Joseon. Kayaknya mereka punya setting sendiri ya buat dipake shooting film. Tiap kali nonton saeguk, kayaknya settingnya sama semua. Karena si Dr. Jin uda tau sejarah jaman Joseon kayak gimana, jadi ga norak kayak si Lee Gak di Rooftop Prince. Dan karena ini uda kesekian kalinya gua nonton saeguk, jadi uda ga berasa amazed lagi. Cuma yang gua bingung, di tahun 1800an koq jaman Joseon uda kenal pistol ya.

Dan soundtracknya kayaknya jarang diputer, cuma di akhir episode doang diputernya. Jadi agak kurang nempel di kepala gua. Sayang banget sih. Padahal ada banyak scene yang kayaknya lebih menyayat kalo soundtracknya diputer. Kayaknya Song Seung Hun nyumbang lagu ya disini.

Karena serial ini banyak membahas tentang masalah medis, jadi jangan kaget kalo banyak darah dimana-mana. Awalnya gua jijay banget ngeliat kepala orang dibelek gitu *yaaaiikkkss* tapi lama-lama jadi biasa. Asal nontonnya ga sambil makan aja, bisa eneg-eneg nontonnya. Gua mikir, itu gimana shootingnya ya. Biasanya kan kalo shooting adegan dokter lagi melakukan operasi yang dishoot muka dokternya doang, ini dikasih liat semuanya. Malah ampe ada yg diblurin segala. Kalo kalian takut ngeliat darah, mendingan jangan nonton deh.

Nonton serial ini ga bisa dalam keadaan santai, karena kita diajak mikir, hahaha. Jadi kalo lagi pengen nonton cerita yang berat-berat, bolehlah serial ini ditonton. Yang pasti serial ini gua rekomendasikan kepada para dokter bedah, hahaha. Ingat, jangan nonton sambil makan ya.

 Ini cewe makan apa ya, mainnya ama cowo cakep mulu. Mulai dari Yoochun, Lee Min Ho, sampe Song Seung Hun.

Nih... Buat penggemar Jaejoong *biar gua ga ditimpuk* hahahaha.

18 September 2012

Just Thought

Impian pertama...pupus sudah.

Impian kedua...hampir terwujud tapi pada akhirnya pupus juga.

Memang kalo mimpi itu jangan ketinggian ya, harus realistis, dan ga boleh egois. Atau....gua emang dilarang untuk bermimpi ya?

17 September 2012

Macaron

Beberapa hari yang lalu, gua dapet kiriman dari seorang teman. Setelah dibuka, ternyata isinya makanan kecil yang lumayan ngetrend baru-baru ini. Mungkin ga sengetop Red Velvet atau Rainbow Cake, tapi keberadaannya cukup dicari dimana-mana. Namanya Macaron. Macaron ini sejenis kue, bentuknya kecil mungil, agak mirip kayak meringue, dan rasanya lumayan manis. Kata tante gua yang tinggal di Paris, saking ngetopnya makanan ini, orang-orang Indonesia yang kesana selalu nyari Macaron. Dan memang, makanan ini asalnya dari Perancis.

Gua pertama kali makan Macaron di Bakerzin, Central Park. Waktu lagi ngedate sama si ndud, lalu ngeliat ada makanan kecil-kecil yang warna-warni di bagian etalase cake, dan gua pun tergoda untuk membelinya, hahaha. Emang dasar ini mata ga boleh ngeliat yang gonjreng-gonjreng ya. Di etalasenya, ada macam-macam warna. Beda warna, beda rasa. Kayaknya pengen beli semuanya, tapi harganya mahal bo. Di Bakerzin, 1 Macaron Rp 8.500. Padahal bentuknya mah mungil banget. Tadinya mau beli satu buat nyobain, tapi agak tengsin juga, akhirnya beli dua dah. Gua lupa sih beli yang rasa apa.

Rasanya tuh manis banget. Buat gua, itu bener-bener manis banget. Katanya si ndud, rasa Macaron emang manis-manis gitu. Biarpun manis banget, tapi gua suka sama rasanya. Sayang ya harganya mahal banget. Temen gua bilang, bahan-bahan untuk bikin Macaron itu rada mahal, makanya harga jualnya pun juga mahal. Bisa sedikit lebih murah kalo mau bikin sendiri. Kayaknya gua kudu benerin skill bikin lasagna dulu kali ya baru nyoba bikin Macaron.

Beberapa minggu setelah beli Macaron di Bakerzin, gua menemukan toko yang menjual Macaron dengan harga jauh lebih murah. Toko kue yang ada di deket Hongkong Cafe (lupa namanya apa), Central Park, jual Macaron dengan harga Rp 6.000 saja. Beda 2.500 perak buat gua uda lumayan banget. Cuma, pilihan rasanya ga sebanyak di Bakerzin. Warna-warnanya juga ga semenarik di Bakerzin. Tapi packagingnya lucu. Disitu gua berani beli 3 biji, hahaha. Rasanya sama aja kayak di Bakerzin, manis-manis gitu. 

Macaron seharga Rp 6.000 yang ada di toko kue deket Hongkong Cafe.

Dan terakhir makan Macaron, waktu dikirimin sama temen. Ga tanggung-tanggung, dia kirim 5 biji bo, hahaha. Gua ampe sayang-sayang gitu makannya. Karena dibeliin, jadi gua ga tau rasanya apa-apa aja. Tapi ada satu yang rasa jasmine. Agak aneh di lidah. Berasa kayak makan pengharum ruangan, hahaha. Yang paling gua suka yang warna putih item itu.

Macaron yang dikasih temen.

Selain Bakerzin dan toko kue deket Hongkong Cafe itu, kalian juga bisa menemukan Macaron di Kem Chicks, Pacific Place. Cuma disitu harganya lebih mahal lagi. Kalo ga salah inget, Rp 10.000. Belakangan, banyak hotel-hotel mewah yang juga mulai menjual Macaron. Mereka juga menghadirkan Macaron dalam menu weddingnya. Entah harganya berapa, yang pasti bisa lebih mahal lagi. Makanan model kayak gini emang cocok ada di hotel-hotel mewah gitu.

Buat yang suka manis, mungkin bisa dicoba sesekali. Kalo ada yang mau kasih gua lagi juga boleh, hahaha. Selamat makan...

Tulisan ini juga bisa dibaca di komikmuda.com

14 September 2012

Gangnam Style


Apa sih yang menarik dari video absurd ini ampe orang-orang di penjuru dunia heboh dengan 'Gangnam Style'? Bahkan si penyanyinya aja ga ganteng loh. Tariannya pun....absurd abis, hahahaha. Buat gua sih, ini fenomena K-Pop yang lain. Daripada nonton ahjussi ini, mending liat muka ganteng Song Seung Hun di Time Slip Dr. Jin, hahaha. 

11 September 2012

Weekend Kemarin

Seperti yang gua bilang sebelumnya, weekend kemaren gua kondangan mulu. Sebenernya sih gua kagak diundangan. Yang diundang bokap nyokap, gua nebeng makan doang, sekalian survey-survey cari inspirasi boleh dong, hahaha. 

Sabtunya kondangan di Citywalk, Sudirman. Venue ini tempat marriednya Dea dulu. Nuansa dekornya dominasi merah-gold gitu. Emang dari undangannya juga uda ada nuansa merahnya sih. Dekornya lumayan, simple tapi manis. Dan ini ruangan juga uda bagus sih, jadi ga usah didekor banyak-banyak. 

Suka sama standing flowernya. Pinggiran-pinggirannya bikin manis.

Untuk catering, mereka pake Lea Martin. Gua baru kali ini nih denger nama ini vendor. Untuk beberapa menu, kayak bebek dan barbeque, menurut gua sih lumayan. Cuma untuk menu-menu lain, kayak dim sum, pasta, dan soup, agak kurang enak ya. Penempatan gubuknya juga kurang, orang-orang ribet ngantrinya. Nanti gua kudu perhatiin nih penempatan-penempatan gubuknya.

Hari Minggunya, kondangan di Hotel Mulia. Yang ini mah ga bisa buat survey, cukup nikmatin makanannya aja, hahaha. Kemaren itu kayaknya mereka ga ngundang banyak-banyak orang, mau makan aja ga pake ngantri, hahaha. Tapi dari beberapa hotel mewah yang pernah gua kondangan, gua lebih suka Ritz Carlton yang ada di Pacific Place, karena ruangannya luas banget. Cuma sayang aja masuknya dari mall.

Untuk makanan, ya standard makanan hotel lah. Paling enak Korean BBQ-nya. Cakenya, terutama cheese cake juga lumayan. Cuma sayang, sebelum petugas makanannya nyiap-nyiapin makanan, tamu-tamu uda pada ngantri. Jadinya petugas-petugas itu sempet kewalahan di awal. Sayang juga ga ada open bar-nya, hihihihi. Kan pengen coba yang ada di Hotel Mulia. Dulu sempet nyoba yang ada di Grand Hyatt.

Tema dekorasinya semacam garden-garden gitu. Lumayan bagus sih, cuma karena warnanya kalem-kalem semua jadi keliatan agak pucat. Dan pelaminannya sih heboh banget loh, hahaha. Untuk dekorasi, gimana kalo gua kasih liat fotonya bersamaan dengan foto gua, hahahaha. 

Jadi gini ceritanya, kemaren itu nyokap gua pengen nyalon. Beliau emang sebelum kondangan kadang suka ke salon dulu. Sementara anaknya, cuek-cuek aja, hahaha. Yang penting dateng rapih. Entah ada apa, tiba-tiba kemaren gua ngikut nyokap ke salon. Salon deket rumah sih, yang punya salon juga uda kenal sama kita. Si empunya salon nyaranin gua untuk dikeriting spiral, katanya biar tampil beda, kan bosen rambut lurus mulu. Akhirnya gua iyain dah. Dan hasilnya....puas banget, hahaha. Saking puasnya, gua ampe narcis sana sini, termasuk majang foto di blog. Bahkan ampe pulang pesta aja tetep poto-poto di rumah. Tadinya besok paginya mau gua keramasin, cuma dipikir-pikir, sayang ya. Jadilah tadi gua kerja dengan rambut curly-curly gitu, hahaha. Lagi kepikiran, nanti foto prewed rambutnya dikeriting juga ah.

Before party. Aura narcisnya mulai muncul. 

Namanya juga di hotel mewah ya, foto di toilet juga keliatan bagus-bagus aja, hahaha *ndeso* ah, dan abaikan foto klosetnya.

Ini pelaminannya. Heboh ya cuy.

Standing lamp bukan nih namanya?

Satu-satunya foto berdua di hari itu. Kebanyakan si ndud fotoin tunangannya yang narcis ini, hahahaha.

Garden theme. Ini ada di deket tempat penerima tamu, di lorong-lorongnya gitu.

Gua suka sama nuansa tamannya, cuma warnanya soft semua jadi keliatan agak pucet.

After party with nyak. Ampe rumah aja masih narcis yak.

Jarang-jarang nih gua majang foto sendiri sebanyak ini, hahaha. Tapi sekali-kali gpplah, toh ini blog gua juga kan. 

Yang di Hotel Mulia kemaren itu ada photobooth juga. Photobooth ini bukan photobooth pada umumnya. Jadi mereka ngerekam gaya kita selama 15 detik, lalu dijadiin foto dan dibentuk buku. Itu buku kayak animasi gitu jadinya. Nama vendornya ga usah gua sebutin ya, yang kemaren ke pameran wedding pasti tau deh. 

Idenya sih bagus dan unik, cuma tidak direkomendasikan untuk yang jumlah tamunya banyak. Karena untuk hasil akhirnya itu, kita harus nunggu selama 20 menit. Tamu-tamu biasa makan dulu kan baru foto, kalo 1 buku nunggu 20 menit, kebayang dong kalo jumlah tamunya ribuan. Apalagi jam 9 lewat mereka uda close di saat masih banyak tamu yang ngantri untuk foto. 

Tadinya gua pikir pas nulis buku tamu, si penerima tamunya bisa ngasih kupon dan ngejelasin kalo mereka bisa foto dulu dan hasilnya bisa diambil setelah makan. Tapi dipikir-pikir kalo begitu ga ada yang ngeliatin prosesi pengantinnya masuk, motong kue, dll dong. Kasian pengantennya nanti. Hasilnya sendiri bagus koq. Gua puas ngeliat foto gua dan si ndud yang absurd abis, hahaha. Kalo next pameran mereka ikut, gua mau foto lagi ah, dengan gaya yang normal.

Tiga minggu lagi gua ada kondangan juga. Itu artinya apa sodara-sodara? Musim kawin telah tiba, hahaha *buka-buka dompet*

Semua foto captured by si ndud and taken by samsung galaxy y.

10 September 2012

Sadako 3D

Cast :

Satomi Ishihara : Akane Ayukawa
Koji Seto : Takanori Ando
Yusuke Yamamoto : Kiyoshi Kashiwada
Ryosei Tayama : Yugo Koiso
Ai Hashimoto : Sadako Yamamura

Sinopsis :

At a high school where Akane Ayukawa works as a teacher, a rumor exists of a video. The video is purpoted to show someone comitting suicide. Then Akane Ayukawa's student, Noriko kills herself. During that time, more suspicious deaths occur one after another. The police concludes that the deaths are suicides. What the police miss is that a key element esixts in all of the students' deaths. All of them watched a video before they died. Akane now holds the key to the revival of Sadako and must defeat her once and for all.

Sinopsis diambil dari sini.

Review :

Ga akan review panjang-panjang karena tiap kali yang serem-serem muncul, gua selalu ngumpet di balik bahu si ndud. Sekarang gua tau kenapa ABG cowo demen banget ngajak gebetannya nonton film horor, hahaha.

1. Sound effectnya lumayan ngagetin. Bukan bukan. Tapi sound effectnya bener-bener bikin kaget. 
2. 3Dnya jauh lebih bagus dibanding Hollywood punya. Angle-angle kameranya juga bagus-bagus. Kesan darknya juga dapet banget.
3. Entah ceritanya masih sama atau ga. Gua lupa cerita Sadako versi dulu. Tapi bagian dimasukin ke sumurnya masih ada koq.
4. Tiap kali ngeliat Sadako, bawaannya gua pengen ngasih gunting ke dia. Buat gunting rambutnya yang panjangnya ampe sekaki itu. Mungkin dia ga punya duit ya buat ke salon.
5. Gara-gara nonton ini, gua bobonya nyalain lampu selama 2 hari, hahaha. Untung semalem uda berani bobo gelap-gelapan lagi.
6. Kayaknya si ndud rugi nih bayarin gua nonton film beginian, hahaha.

Sekian dan terima kasih.

PS : Kali ini no picture no trailer ya, males nyarinya, hahaha.

08 September 2012

Postingan Kurang Penting

Tadinya mau review film Sadako 3D yang barusan gua tonton ama si ndud, tapi ini uda malem dan gua sendirian di kamar, jadi agak-agak creepy. Tadinya mau review event yang kemaren gua datengin, tapi malas, hahaha. Ngoceh tentang wedding lagi ya, mumpung lagi mood.

Gara-gara Vina ngomongin tentang warna wedding colour di postingan terbarunya, tiba-tiba gua jadi merasa harus menentukan warna buat wedding gua nanti. Kenapa harus sekarang? Karena gua mau wedding gua nanti jadi ada satu kesatuan. Mulai dari dekorasinya, undangan, souvenir (kalo bisa), wedding cake, sampe gaun penerima angpaonya seragam semua warnanya. Malah kalo bisa, foto prewednya juga dominasi warna maroon, hahaha. Tadinya gua pengen yang vintage-vintage gitu, tapi setelah dipikir-pikir, costnya pasti gede banget. Tadinya gua juga pengen dominasi warna pink karena gua suka pink, tapi dipikir-pikir lagi, pink uda terlalu umum. Rempong ya ceu.

Gua inget, gordennya si Balai Sudirman kan warna merah maroon, kenapa ga disamain aja biar nanti dekornya gampang. Emang warna maroon juga uda biasa sih, tapi kan biar matching ama ruangannya. Tadinya mau maroon-pink, tapi koq kayaknya nabrak. Sempet liat di pinterest ada paduan warna maroon-blue, tapi gua kurang sreg. Sejauh ini pilihan warnanya maroon-cream. Kayaknya pengen dimasukin warna lain tapi belom kepikiran apaan, hahaha.


Tiba-tiba kepikiran lagi, kayaknya lucu ya kalo di undangannya dimasukin dresscode. Gua pengennya no black and white, hahaha. Kalo kondangan pake baju warna item kayaknya terlalu suram. Kalo pake baju putih, takut nyaingin pengantennya, hahaha. Lagian kan biar warna baju tamu-tamunya keliatan warna-warni gitu. 

Anyway, weekend ini gua ada dua kondangan. Dulu tiap kali kondangan, gua cuma peduli ama makanannya. Sekarang, selain makanan, gua juga harus perhatiin dekorasi dan detil-detilnya juga. Siapa tau bisa jadi inspirasi di wedding gua nanti, hahaha.

PS : masalah warna ini masih bisa berubah, tergantung mood gua. 


Cakep ya hand bouquetnya.

Source: lover.ly via Sierra on Pinterest

Campuran maroon-fuschia. Keliatan romantic gitu ya.

06 September 2012

Venue, Done!

I'm coming with another update. Sebenernya ini uda dari beberapa hari yang lalu, cuma gua terlalu malas untuk mindahin foto dari kamera ke laptop, hahaha. Kan kalo ga ada foto ga afdol. Minggu ini, ada beberapa list yang uda bisa dicoret. Minggu ini juga kita berdua stress tiada tara karena duit yang harus dikeluarin nanti banyaknya minta ampun. Ada yang mau nyumbang? #coinformelissaseno hahahaha. Oke, mari kita list satu-satu.

Date.

Camer gua itu orang Jawa tulen, jadi untuk urusan tanggal, mereka rada ribet. Harus ngitung-ngitung hari baiklah. Padahal ya buat gua tuh, tanggal baik itu tanggal abis gajian, hahaha. Kemaren-kemaren gua sempet stress, uda nyari venue disana sini tapi tanggalnya sendiri belom dapet. Untungnya beberapa minggu yang lalu akhirnya gua dikasih kabar juga *fiuh* Jadi tanggalnya kapan mel? Silakan liat disamping dan hitung sendiri kalo kalian niat, hahaha.

Venue.

Akhirnya deal pake di Balai Sudirman, hahaha. Hari minggu kemaren, gua ajak bokap nyokap gua ke Balai Sudirman. Kebetulan mereka lagi ngadain wedding di dua panti itu. Pertama masuk ke Panti Prawira, tempat yang tadinya kita mau pake. Begitu masuk, nyokap lumayan interest. Cuma aja ya, dekornya belom kelar. Padahal itu uda jam 6 loh, acara mulai jam 7. Kalo gua jadi pengantennya, mungkin gua bakal stress. Kata marketingnya sih, ini karena acara yang siang bongkar dekornya telat gitu. 

Dari situ kita ke Panti Prajurit, tempat yang nantinya bakal kita pake. Yang ngadain pesta kayaknya sih pejabat gitu, soalnya banyak karangan bunga dari menteri ini menteri itu. Begitu masuk, bokap nyokap langsung terpukau, hahaha. Persis kayak waktu gua pertama kali liat. Tanpa pikir panjang, mereka langsung setuju gua married disitu. Yes! Cuma yang jadi kekhawatiran gua, undangan gua kan paling cuma 1400 orang, sementara itu tempat gede banget, bisa muat ampe 3000 orang, takutnya nanti jadi keliatan lowong kan ga enak juga. Untungnya si mba Ventin, marketingnya, berhasil meyakinkan gua kalo itu bisa diatur nanti. 

Pelaminannya keliatan mewah banget yah.

Warna pinknya sih manis, gua suka ngeliatnya. 

Pas kita foto-foto kemaren, uda diliat orang-orang aja. Mungkin mereka pikir kita penyusup kali, hahaha.

Besokannya gua langsung tag tanggal dan lusanya langsung DP. Jadi untuk urusan venue kelar sudah. 

Wedding Organizer.

Kita emang mutusin buat pake WO pas hari H nanti, karena dengan undangan sebanyak itu ga mungkin cuma minta bantuan keluarga doang. Untuk WO kita pake XP organizer. Yang punya WO ini temen bae kita. Teamnya juga temen bae kita. Jadi kita ngobrolnya juga enak. Lagian mereka uda berpengalaman nanganin puluhan wedding, kita uda percayalah. WO, done!

Yang harus segera diselesaikan.

Catering.

Pas kemaren ke Balai Sudirman, cateringnya pake Alfabet. Kita dikasih test food disana. Makanannya enak-enak euy. Bokap nyokap gua puas banget. Cuma ya pas gua minta pricelist untuk menu pondokan, belom diemail-email ampe sekarang. Gua pikir kalo harganya ga beda jauh sama Awen, vendor ini bisa kita pertimbangkan. Selain itu, Awen masih tetep jadi list utama, cuma kudu ngajak bokap nyokap untuk test food nih. Kita uda sreg banget sama marketingnya.

Kayaknya untuk sementara, dua vendor ini dulu yang dilist. Vendor-vendor lainnya belom test food. 2 ini aja kita uda pusing. Masalahnya, 70% budget kita abis di catering. Mau makan aja koq mahal bener ya.

Dekorasi.

Untuk dekor, tadinya gua pengen yang lucu-lucu gitu. Uda ngeliat banyak majalah wedding, uda dapet inspirasi ini itu, tapi kalo diitung-itung bisa mahal banget. Akhirnya gua pasrahlah, pake dekor yang standard-standard aja. Toh orang-orang juga cuma liat di hari H, besoknya bisa lupa. 

Pas kemaren di Balai Sudirman, mereka pake vendor Janur Kuning. Hasilnya lumayan bagus sih. Tapi pas gua telp orangnya, mereka buka harga mahal banget cuy. Jadi coret vendor ini, hahaha. 

Dari hasil browsing sana sini, ketemu nama Evlin. Pas gua liat hasilnya di internet sih bagus-bagus. Review orang-orang juga positif semua. Mudah-mudahan sih ga terlalu mahal ya.

Bridal.

Ini harus dicari sekarang juga kah? 

Temen gua yang WO itu menyarankan, untuk list-list di atas, termasuk wedding photography sebisa mungkin harus DP di tahun ini biar harganya mengikat. Kalo tahun depan, naiknya bisa gila-gilaan. Tiba-tiba gua jadi merasa banyak banget yang harus diurusi *pijet-pijet kepala* 

Sekian updetan saya minggu lalu. Mudah-mudahan nanti ada progress lagi. Mudah-mudahan ada yang mau nyumbang duit, hahaha *dilempar sendal* 

03 September 2012

Chung Gi Wa

Demam Korea belakangan ada dimana-mana ya. Mulai dari K-Pop, K-Drama, fashion, stuff, sampe makanan. Makanan Korea juga sekarang menjamur dimana-mana, apalagi fastfood macam Bon Chon Chicken gitu. Sebenernya untuk makanan, gua masih lebih suka dengan Japanese food. Mungkin karena ini lidah terbiasa makan makanan Jepang dibanding Korea. Tapi kadang-kadang ngiler juga pengen makan makanan Korea. Apalagi ya, kalo nonton di drama-drama Korea kan kayaknya mereka kalo makan tuh enak banget. 

Malam minggu kemaren, gua ditraktir sama Ci Lina di salah satu restoran Korea di daerah Darmawangsa. Katanya sih restoran ini yang punya orang Korea asli dan lumayan rame. Waktu kita dateng aja nyaris waiting list, untung si tante-tante yang mukanya emang mirip kayak orang Korea ngasih kita tempat duduk di dalem. Interiornya mirip banget kayak di serial Korea. Begitu juga dengan peralatan makannya. Tamu-tamunya juga kalo gua liat, ada lumayan banyak orang Koreanya.

Interiornya didominasi warna coklat. Tempat duduknya juga lesehan, persis kayak di film-film.

Itu lemari isinya sendok, garpu, sumpit, dll.

Design buku menunya biasa aja sih. Tapi hampir semua menu ada fotonya. Dan begitu ngeliat harganya, gua shock, hahaha.

Berikut ini menu-menu yang diorderin Ci Lina buat kita, hehehe.

Soondubu Chige
48.000 IDR
Ini kayak semacam soup tahu gitu, tapi tahunya dipotong ampe kecil banget. Rasanya enak banget, kuahnya manis-manis pedes.

Jap Chae
75.000 IDR
Uda sering denger nama menunya tapi baru kemaren nyobain, ternyata ini semacam soun gitu. Rasanya enak, agak-agak pedes kalo buat gua. Tapi harganya koq mahal bener ya, porsinya sedikit sih kalo harganya segitu.

Yang Yum Gui
63.000 IDR
Yang ini daging babi. Yang bakar-bakar bisa kitanya, bisa juga waiternya. Kemaren sih kita minta tolong mbanya bakarin.

Kemaren gua coba dengan cara makan ala serial Korea, dagingnya ditaro di sayur terus digulung-gulung. Ternyata rasanya beda loh. Karena bercampur sayur, rasa dagingnya jadi seger gitu. Cuma emang agak rempong ya makannya. Enakan langsung makan pake nasi (bilang aja lu ga doyan sayur mel). Dagingnya juga empuk dan bumbunya berasa banget.

Samgyopsal
59.000 IDR
Ini uda tau dong apaan. Samcannya babi, hahaha. Sebagai penggemar babi, tentu gua doyan-doyan aja makan ginian.

Si samcan babi ini juga enak. Cuma karena ga dibumbuin, jadi segurih daging babi sebelumnya. 

Makan makanan Korea tentu ga afdol kalo ga pake kimchi. Kimchinya enak sih, rasanya ga jauh beda sama yang biasa gua beli di lotte mart.

Nasi Putih
10.000 IDR
Nasinya sama kayak nasi Hokben jaman dulu. Katanya sih pake beras Korea. Gua malah ngincer mangkok nasinya, hehehe. 

Entah ini apaan. Kata Ci Lina sih semacam ocha gitu, tapi rasanya ga kayak ocha juga. Dan lagi-lagi gua ngincer gelasnya, hahaha.

Overall gua suka banget sama makanannya, rasanya enak-enak semua, apalagi gratis ya. Cuma agak ga suka dengan servicenya. Pas kita mau duduk kan minta mejanya dibersihin dulu, mbanya bersihin dengan muka jutek. Minta apa-apa juga datengnya lama. Minta reffil minum, datengnya lama. Minta nambah kimchi, datengnya juga lama. Mungkin juga karena waktu itu lagi rame sih. Tapi buat gua, rame itu ga bisa dijadiin alasan, toh kita uda bayar service tax. Tapi lagi-lagi karena dibayarin, jadi kita ga banyak complain, hehehe. Gua sih kayaknya ga akan makan disana lagi kalo ga dibayarin. Mahal ceu, ga bagus buat dompet.

Anyway, thx's ya Ci Lina. Sering-sering boleh koq, hehehe *ga tau malu* *pecinta gratisan*

PS : Karena kemaren kamera gua baterenya abis, jadi fotonya pake HP.

Chung Gi Wa
Jl. Darmawangsa 3 no 2
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp (021) 7261924
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...