01 November 2011

Real Steel




Cast :

Hugh Jackman : Charlie Kenton
Dakota Goyo : Max Kenton
Evangeline Lilly : Bailey Tallet

Sinopsis :

Charlie Kenton, mantan petinju uang kini beralih profesi menjadi promotor tinju robot kecil-kecilan. Ia berkelana dari satu kota ke kota lain hanya untuk mendapatkan banyak uang. Akhirnya ia malah terbelit lebih banyak hutang, bahkan hubungannya dengan Bailey Tallet menjadi renggang. Tapi masalah terbesar baru muncul, ketika pada suatu hari, seseorang dari masa lalu yang terlupakan hadir kembali dalam kehidupannya. Max, bocah 11 tahun yang tidak lain adalah putra kandungnya sendiri memaksanya untuk melatih sebuah robot rongsokan bernama Atom untuk dijadikan robot petarung.

Review :


Real Steel adalah film berlatarbelakang tahun 2020 dan bercerita tentang pertarungan tinju antar robot. Film ini bukan sekedar film action antar robot, tapi lebih daripada itu. Sang sutradara memasukan "hati" ke dalam film ini sehingga membuatnya menjadi satu tontonan yang menarik. Yup! Satu lagi, a movie with a heart.

Banyak drama sentimentil disini, namun dibuat dengan porsi yang seimbang. Ceritanya memang klise dan ringan, namun mampu dibuat dengan sangat menarik oleh sutradara. Dengan adegan pembukaan yang menampilkan pertarungan antara robotnya Charlie dan banteng, film ini tidak terkesan terlalu terburu-buru. Pengenalan masing-masing karakter berjalan dengan sangat pas.

Gua sangat terkesan dengan akting Hugh Jackman dan Dakota Goyo, serta chemistry keduanya. Porsi yang diberikan kepada mereka berdua juga terasa sangat pas, tidak terlalu berlebihan. Dan adegan-adegan menyentuh antara ayah dan anak ini mampu membuat gua sedikit (catat ya! sedikit) mengeluarkan air mata. Tidak terlalu dramatis, tapi juga tidak terlalu hambar.

Dan khusus untuk Atom, robot yang ditemukan oleh Max, sutradara sepertinya tahu bagaimana cara memberikan jiwa pada robot ini. Dibuat jauh dari kesan tangguh dan kuat, seperti Zeus lawannya, tapi mampu membuat kita bersimpatik padanya. Sutradara mampu membuatnya menjadi barang rongsokan yang elegan tanpa harus membuatnya berbicara. Cukup dengan gerakan tariannya dan tatapan mata birunya, membuat kita harus mendukungnya pada saat pertandingan.

Didukung visual yang sangat memanjakan mata, dan scoring yang menarik, film ini pada akhirnya membuat gua memberikan nilai sempurna. Dengan klimaks yang tidak terlalu berlebihan, tapi tetap manis, film ini menjadi sangat menarik untuk ditonton. Terutama pertandingan di akhir cerita, diedit dengan sangat baik oleh sang editing.

Pada akhirnya, tanpa harus menampilkan para robot yang sedang bertarung disertai special effect yang memukau, film ini sudah memiliki "jiwa" di dalamnya. Jika ingin disandingkan dengan Transformer yang juga bercerita tentang robot, Real Steel tentu jauh lebih bagus daripada itu. Ia mampu menyingkirkan Optimus Prime sejak ronde pertama film ini dimulai. Gua amat sangat sangat sangat merekomendasikan film ini. Lebih dari sekedar tontonan.

No comments:

Post a Comment

Your comments make me happy. Thank you ^___^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...