28 February 2019

Jayden Bernyanyi

Uda beberapa bulan ini Jayden ikut paduan suara di gereja, dan sejauh ini dia uda 3x melayani di kebaktian orang dewasa. Dan dari ketiganya, penampilan Jayden ga ada yang beres. Yang pertama sih dia nyanyi, tapi nyanyinya teriak dan fals. Sementara yang kedua dan ketiga ga nyanyi sama sekali, malah muter-muter ga jelas. Gua ga cuma sekedar ga enak sama pelatihnya, tapi juga sama orangtua yang lain. Anak-anaknya uda pada cantik-cantik dan ganteng-ganteng mau nyanyi bener, tapi keseluruhan penampilannya kayak dikacaukan sama anak gua. Pelatihnya sih bilang gpp, karena itu merupakan bagian dari dia menikmati nyanyi bersama teman-temannya. 

Mungkin orang lain ngeliatnya lucu ya, tapi jujur gua malu, hahaha. Padahal di paduan suara itu Jayden bukan satu-satunya yang paling kecil. Ada juga anak lain yang sama-sama kelas TK A, tapi dia bisa nyanyi dengan kalem dan ngikutin gerakan, bukan loncat-loncat ga jelas kayak Jayden. Cuma emang dari semua anak, badannya Jayden yang paling kecil, hahaha.

Gua sempet mau stopin aja kegiatan paduan suaranya, tapi beberapa kali Jayden bilang dia seneng nyanyi bareng si kakak. Gua jadi ga tega, hahaha. Atau sempet juga mikir, Jayden tetep latihan tapi ga usah ikut tampil melayani. Toh belakangan gua juga uda ga sempet ngajarin dia lagu-lagu yang mau dinyanyiin, dan mungkin karena itu pas tampil dia ga nyanyi sama sekali. Tapi koq rasanya sayang juga, jadi ya udahlah, lanjut dulu aja.

Beberapa waktu lalu pelatihnya bilang anak-anak akan nyanyi di kebaktian penahbisan salah satu calon pendeta kami ke dalam jabatan pendeta. Kebetulan gua dan suami kenal baik sama si calon pendeta ini. Awalnya gua sempet pesimis dan mikir, udahlah Jayden ga usah ikut nyanyi. Soalnya ini kan acara besar, dan pendeta yang dateng pasti banyak banget, takutnya Jayden nyanyi ga bener malah bikin malu. Tapi lagi-lagi pelatihnya bilang gpp koq, dan Jaydennya sendiri juga bilang mau nyanyi, jadi ya udahlah. Sambil gua berdoa semoga Jayden bisa nyanyi bener, hahaha.

Karena ini acara besar dan nyanyinya barengan sama guru-guru sekolah minggu, otomatis latihannya di luar dari jadwal latihan yang biasa, yaitu hari Sabtu jam 1 siang. Jadi selesai Sekolah Bina Iman, lanjut latihan nyanyi. Gua tau pasti cape sih, tapi yang namanya anak-anak ya, cape juga ga dirasa. Cuma latihan kali ini ga dikasih partitur karena terkait hak cipta, dan rekamannya juga ga gitu jelas, jadi gua sama sekali ga ngelatih Jayden di rumah. Pikir kalo ga nyanyi juga gpp lah, yang penting anaknya diem, hahaha.

Lalu hari Senin pun tiba. Sama seperti kebaktian biasa, kali ini pun Jayden ikut dari awal, cuma selesai nyanyi anak-anak boleh keluar dan langsung pulang. Kalo biasanya gua duduk ga jauh dari dia, kali ini gua duduk jauh banget di lantai atas. Soalnya kalo ada gua, Jaydennya malah suka betingkah, jadi mendingan jauh-jauh deh. Tentu dengan harapan nyanyinya juga bener, hahaha.

Dan sampailah pada giliran Jayden nyanyi. Apa yang terjadi? Tetep loncat-loncat, hahaha. Tapi dia nyanyi! Padahal gua sama sekali ga ngajarin di rumah, tapi dia bisa ikut nyanyi hampir di semua bagian. Berarti dia mendengarkan pelatihnya pas latihan. Dan sepanjang nyanyi mukanya selalu penuh senyum. Gua bangga banget ngeliatnya. Mudah-mudahan ke depan nanti penampilannya semakin baik ya.

Foto dulu sebelum mulai acara.

Ini gayanya lagi kompak.

Yang ini beda sendiri, hahaha.


Ini videonya. Keliatan kan Jayden yang mana, hahaha.

22 February 2019

Almond Milk

Waktu jaman nyusuin Jayden dulu, pernak-perniknya belom sebanyak sekarang ya. Perasaan dulu cuma ada pompa ASI, botol kaca atau plastik, apron, dan bantal menyusui. Sekarang nambah baju menyusui, plastik ASI yang lucu-lucu, dan ASI booster. Perasaan booster gua dulu cuma sayur katuk dan bayam, plus duit jajan buat shopping dari si suami, hahaha. Sekarang ada biskuit, teh, soya, dan yang paling ngetop adalah...almond milk.

Salah satu plastik ASI yang lucu banget. Padahal mah abis itu dibuang juga ya, hahaha.

Dari semua ASI booster yang ada, gua paling tertarik nyobain almond milk. Konon katanya, almond milk itu bisa memperbanyak ASI dan membuat ASI jadi lebih kental. Gua agak kurang percaya sih, karena banyaknya ASI tergantung pada pengeluaran ASI itu sendiri. Jadi semakin sering dihisap atau dipompa, ya ASInya akan semakin banyak. Sementara kalo masalah ASI lebih kental, gua mau copy paste artikel tentang foremilk dan hindmilk.
Apa itu Foremilk dan Hindmilk?

Foremilk adalah ASI matang (ASI matang adalah ASI yang keluar setelah masa keluarnya kolostrum) yang keluar lebih dahulu saat kita menyusui Foremilk lebih bersifat encer, kaya akan laktosa dan protein yang penting untuk pertumbuhan otak. Foremilk yang kaya laktosa ini juga merupakan sumber energi bagi bayi karena unsur laktosa pada ASI setara dengan karbohidrat pada makanan. Karena sifatnya yang encer, Foremilk berguna untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Sementara Hindmilk keluar beberapa saat setelah Foremilk, sifatnya lebih kental dan mengandung lebih banyak lemak daripada Foremilk dan bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak. Hindmilk yang lebih kaya lemak inilah yang memberikan efek kenyang pada bayi. Namun demikian, bukan artinya ada dua jenis ASI. ASI ya ASI, hanyak satu. Foremilk dan Hindmilk hanyalah istilah atau penyebutan untuk membedakan ASI dengan kompisisi yang berbeda dan waktu keluar yang berbeda. Di fase Foremilk, juga terdapat lemak walau tidak sebanyak di fase Hindmilk. Karena di awal menyusui, lemak biasanya masih menempel pada alveoli, pada sentra-sentra produksi ASI. Setelah dihisap beberapa saat, baru lemak ini ikut mengalir keluar.

Jadi, mana lebih penting, Foremilk dan Hindmilk?

Kalau dari penjelasan tentang Foremilk dan Hindmilk di atas, keduanya sama pentingnya. Karena Foremilk dibutuhkan oleh otak dan Hindmilk dibutuhkan untuk fisiknya. Keseimbangan Foremilk dan Hindmilk dapat ditunjukkan oleh warna feses (BAB) bayi yang kuning keemasan (golden feces), yang merupakan feses ideal bayi ASI eksklusif. Jika feses berwarna hijau sebetulnya masih normal, tetapi itu pertanda bahwa si kecil mengalami mendapatkan lebih banyak foremilk daripada hindmilk sehingga perlu dilihat apakah ada pola menyusui yang harus diperbaiki.

Setelah berapa lama menyusui Hindmilk akan keluar?

Untuk menjawab pertanyaan ini, harus dijelaskan dulu bagaimana Foremilk dan Hindmilk diproduksi. Setelah keluarnya Kolostrum di hari-hari awal setelah melahirkan, payudara sebetulnya hanya memproduksi satu jenis ASI. Foremilk dan Hindmilk diproduksi secara bersamaan tapi keluarnya bergantian. Ketika ASI terus menerus diproduksi, yang memenuhi payudara lebih dahulu dan bergerak menuju puting adalah ASI yang sifatnya encer. Lemak ASI yang pekat cenderung menempel pada dinding alveoli pada saluran payudara tempat ASI dibuat. Ketika bayi menghisap yang keluar duluan adalah ASI yang encer tadi, yang kita kenal sebagai Foremilk. Mulut bayi secara alami memancing hormon oksitosin yang membantu proses pemompaan ASI dari dalam payudara keluar. Secara bertahap, hisapan mulut bayi ini ikut memancing keluarnya kandungan lemak yang menempel di saluran ASI tadi untuk ikut keluar. Ketika si lemak ini keluar dari saluran ASI dan bercampur dengan Foremilk yang encer tadi, jadilah apa yang kita kenal sebagai Hindmilk. Itulah makanya sangat dianjurkan untuk membiarkan bayi menyusu sampai dia melepaskan sendiri payudara ibu, karena itu tandanya dia sudah cukup kenyang setelah memperoleh Foremilk dan Hindmilk. Selain itu penting juga untuk membiarkan bayi menghabiskan satu payudara setiap kali sesi menyusu, baru menawarkan payudara satunya jika ia masih belum puas. Bayilah yang tahu pasti berapa yang dia butuhkan. Bayi tertidur karena mereka sudah kenyang dan sudah tidak haus lagi karena sudah mendapatkan keduanya. Jadi, tidak ada yang tahu pasti setelah berapa menit Hindmilk akan keluar, karena perubahan dari Foremilk dan Hindmilk berlangsung secara bertahap. Yang penting pastikan selalu si kecil mendapatkan keduanya. Jangan memikirkan berapa banyak lemak yang didapat setiap kali menyusui. Jika waktu menyusu cukup dan bayi menyusu secara ekfektif, lemak PASTI akan diperoleh.

Apakah payudara kanan dan kiri menghasilkan Foremilk dan Hindmilk dalam jumlah yang sama?

Kedua payudara sama-sama menghasilkan Foremilk dan Hindmilk, tetapi komposisi yang dihasilkan tiap payudara berbeda-beda setiap saat. Itulah kehebatan ASI, karena selalu diproduksi dengan komposisi yang bervariasi sesuai kebutuhan bayi setiap saat. Misalnya, lemak dalam ASI siang dan malam juga sebetulnya berbeda. Siang hari lemak dalam ASI lebih sedikit karena bayi butuh banyak protein dan laktosa untuk beraktivitas dan air untuk mencegahnya dari rasa haus. Sementara itu ASI pada malam hari cenderung lebih banyak mengandung lemak karena ASI harus dapat memberikan efek kenyang pada bayi hingga bisa tidur nyenyak. Tapi bukan berarti ASI siang tidak ada lemaknya. Hanya di malam hari memang cenderung lebih banyak agar bayi lebih nyenyak beristirahat.

Bagaimana cara mengoptimalkan Hindmilk? Kenapa ASI saya kelihatan encer terus?

Semakin sering ibu mengosongkan payudara akan semakin tinggi kadar lemak yang mungkin didapatkan dalam payudara baik kanan dan kiri. Kenapa? Karena semakin lama jarak waktu antara menyusui, maka Foremilk akan semakin banyak terkumpul di depan dan lemak akan makin tertumpuk di saluran ASI, sehingga butuh waktu semakin lama untuk membuat lemak-lema ASI keluar dari salurannya. Maka dari itu penting untuk sering-sering mengosongkan payudara kalau ingin lemak bisa cepat keluar. Selain itu, posisi dan pelekatan menyusui yang benar akan berperan dalam proses menyusui yang efektif. Ketidakseimbangan Foremilk dan Hindmilk kadang terjadi bila ibu mengalami over-supply atau kelebihan produksi ASI. Biasanya ditandai dengan payudara yang membengkak serta aliran ASI yang terlalu deras dan membuat bayi tersedak. Jika ini terjadi, untuk menjamin agar si kecil mendapatkan cukup Hindmilk dan agar bayi tidak mudah tersedak, ibu bisa memerah sedikit ASI-nya sebelum menyusui.

Apa yang biasanya terjadi bila bayi tidak mendapatkan cukup Hindmilk?
  • Ada beberapa ciri-ciri bayi ASI eksklusif yang kurang mendapatkan Hindmilk, antara lain :
  • Ciri umum yang mudah dilihat adalah warna feses yang hijau dan kadang disertai lendir/berbusa
  • Bayi gumoh lebih sering dari biasanya
  • Bayi selalu ingin menyusu, cenderung lebih rewel dan kelihatan selalu lapar
  • Perut bayi kembung
  • Berat badan naiknya sangat perlahan, bisa di bawah rata-rata minimum
  • Lebih rentan ruam popok karena fesesnya bersifat lebih asam
  • Bayi lebih sering BAB dari biasanya dan seringkali langsung BAB setelah menyusu

Apa yang harus dilakukan jika BAB bayi berwarna hijau?
  • Yang harus dipahami adalah, BAB hijau masih tergolong normal walau mendapat kemungkinan bayi mengkonsumsi laktosa di Foremilk dalam jumlah yang banyak/dominan
  • Jika BAB bayi berwarna hijau tapi bayi baik-baik saja (tidak rewel, tidak kelihatah selalu lapar, tidak kembung, frekuensi BAK normal minimum 6 kali sehari), maka tetap susui seperti biasa. Menyusui on demand maksudnya bukan hanya menyusui dengan frekuensi sesuai kehendak bayi, tapi berapa lama bayi menyusu dan berapa banyak dia menyusu ditentukan oleh si bayi itu sendiri.
  • Jika BAB hijau, cek kembali posisi dan pelekatan menyusui Anda. Jika bayi menyusu sebentar sebentar tapi sering dan BAB-nya hijau ada kemungkinan bayi tidak mendapat cukup ASI yang dia butuhkan. Pastikan pelekatannya benar agar bayi mendapatkan ASI secara optimal sesuai kebutuhannya.
  • Jika BAB hijau dan bayi gelisah, rewel atau kembung, analisa apa yang ibu konsumsi.
  • Jika BAB hijau karena aliran ASI kencang, maka Anda bisa memerah sebentar di awal selama beberapa menit baru menyusui langsung.
  • Jika bayi menyusu sebentar sebentar, tetap susui bayi dari payudara yang sama untuk menjamin payudara "dikosongkan" dengan baik. Jika dia berhenti menyusu di tengah-tengah sesi karena ingin bermain, beri dia waktu bermain sebentar lalu tawarkan lagi untuk menyusu.
  • Tidak jarang ibu yang sudah menyusui on demand dalam durasi yang cukup tapi BAB bayi tetap hijau. Jangan khawatir ya. Selama pertumbuhan bayi normal, kurva berat badan baik, dan bayi tetap happy, maka bayi Anda baik-baik saja.
Artikel diambil dari facebook Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia.
Panjang ya, hahaha. Tapi artikel ini cukup menjawab pertanyaan tentang ASI kental dan tidak kental, makanya gua ga terlalu percaya dengan booster-booster yang bilang bisa mengentalkan ASI. Gua cobain almond milk karena penasaran aja sih rasanya kayak apa. Dan semuanya gua beli di Tokopedia.

Almond milk pertama gua beli di YO! Drink. Gua beli 3 varian rasa, yaitu plain, tiramisu, dan choco oreo. 1 botol harganya IDR 20.000.

Gua kurang suka yang plain, tapi yang tiramisu dan choco oreo enak.

Ini hasil pumping setelah sehari minum. Perasaan sama aja kayak biasanya.

Bu ibu jangan berkecil hati ya liat hasil pumpingan gua, itu dipompa setelah 4 jam berlalu, hahaha. Tapi emang gua ngerasa produksi ASI kali ini lebih banyak daripada Jayden dulu. Soalnya gua mompa pertama kali di rumah sakit, uda bisa langsung dapet 20 ml. Kalo Jayden dulu kan cuma basahin pantat botol doang. Mungkin karena Emily minumnya lebih banyak kali ya. Atau mungkin juga karena pas awal-awal gua lebih sering pumping dibanding Jayden. Dulu waktu Jayden, gua mulai mompa setelah seminggu berlalu, sementara sekarang di rumah sakit aja uda mompa.

Tapi setelah Emily mulai pinter nyusu, gua jadi rada males mompa. Mulai dari yang sehari bisa berkali-kali, ampe sekarang sehari jadi cuma 3-4 kali doang. Jadwal mompa gua pertama pagi-pagi ketika bangun tidur, trus siang sambil nunggu Jayden pulang sekolah, lalu kadang sore-sore sekitar jam 4 atau jam 5, dan malam hari sebelum tidur sekitar jam 11. Sebelumnya subuh-subuh sekitar jam 3an juga gua bangun buat mompa, tapi lama-lama males, karena kalo gua kurang tidur bawaannya emosi melulu. Kalo dulu Jayden tidur gua bisa ikut tidur, sementara sekarang....Emily tidur gua harus ladenin Jayden, otomatis kurang tidur banget.

Lanjut! Almond milk berikutnya gua beli di Handmade Kitchn. Lagi-lagi gua beli 3 varian rasa, yaitu original honey, green tea, dan coffee. Harganya beda-beda, tapi kisaran di IDR 25.000.  

Ini lebih enak dari sebelumnya, dan bisa request less sugar.

Ini hasil pumping sehari setelah minum 2 botol. Keliatan sedikit lebih kentel sih. Bisa jadi emang pengaruh ke hasil pumping, atau emang kebetulan Hindmilknya lagi banyak.

Almond milk ketiga gua beli di Almondandme. Kali ini beli yang rasa red velvet, vanilla, dan strawberry. 1 botol harganya IDR 25.000.

Botolnya beda dari yang sebelumnya. Ini juga enak-enak semua, terutama yang strawberry.

Ini hasil pumpingnya. Keliatan agak sedikit lebih kuning sih daripada yang sebelumnya.

Kesimpulannya....gua ga tau almond milk ini pengaruh ke ASI apa engga, tapi yang jelas gua suka. Berikutnya gua pengen beli yang bubuk, soalnya berasa boros kalo beli botolan melulu, hahaha. Buat ibu-ibu yang menyusui, almond milk ini boleh juga dicoba, siapa tau ada pengaruh ke ASI jadi lebih banyak dan lebih kental.

19 February 2019

Emily 2 Month

Berat badan : 3,8 kg
Panjang : 51 cm

Sebenernya beratnya agak kurang valid sih, karena itu berat minggu lalu waktu masih 1 bulan, sementara sekarang kan uda 2 bulan. Tapi kalo nunggu ke dokter lagi kelamaan, gua keburu lupa apa yang mau ditulis, hahaha. Kalo diliat secara kasat mata sih, harusnya beratnya lebih dari itu ya. Mudah-mudahan uda 4 kg lebih deh.

ASI.

Bulan ini nyusunya makin pinter, jadi pelan-pelan minum ASIPnya mulai berkurang, dan nyusu langsungnya lebih sering. Karena nyusunya uda pinter, gua jadi memberanikan diri untuk ngasih ASIP via botol susu. Soalnya si suster uda mulai ngeluh ngasih pake sendok, karena selain kelamaan, susunya suka tumpah kemana-mana. Dulu mungkin gua sayang-sayang kalo tumpah, tapi sekarang lebih santai, hahaha. Lagian di bulan kedua ini rencananya Emily mau ikut sekolah minggu, dan ngasih ASIP via botol susu tentu lebih gampang ketimbang disendokin. Mudah-mudahan ga bingung puting deh. Soalnya kan sayang kemaren-kemaren gua uda berusaha banget supaya Emily mau nyusu langsung dari gua, trus kalo ga mau lagi tuh rasanya gimana gitu.

Dan kalo ngomongin soal direct breastfeeding, entah kenapa kali ini LDR (Let Down Reflex) nya lebih cepet dateng ketimbang waktu Jayden dulu. Mungkin karena Emily minumnya lebih banyak kali ya. Taunya banyak darimana? Kalo nyusu bisa setengah jam sendiri, dan itu bener nyusu, bukan ngempeng. Emily jarang banget ngempeng. Ya sesekali sih suka ngempeng, tapi kalo dilepas ya udah. Kalo dulu Jayden kan asal dilepas mesti ngamuk. Trus kalo lagi tidur, disodorin nenen pun tetep ga mau buka mulut. Beda sama Jayden yang biarpun tidur, tetep mau nyedot. Mungkin naluri lelaki ya, hahaha.

Tidur.

Waktu tidurnya sih uda mulai bener, tapi kalo siang tuh ga tau kenapa susah banget tidurnya. Emang kalo siang gua jarang nyusuin dia sih, karena harus anter jemput dan nidurin Jayden juga, jadi otomatis dia minum ASIP sama si suster. Nah ama si suster tuh tidurnya gendongan, dan kalo ditaro pasti nangis. Gua lupa mulai kapan, tapi tiap siang tuh tidur ga pernah lebih dari setengah jam. Bagusnya sih kalo malem jadi lebih pules, tapi kan dia masih butuh tidur lebih lama.

Tadinya gua pikir ama suster doang, ternyata ama gua pun begitu. Awalnya gua uda niat untuk ga mau nyusuin sambil tidur. Karena pengalaman dulu, nyusuin sambil tidur bikin berat badan gua stuck ga turun-turun, hahaha. Tapi karena tiap gua naro Emily di kasur selalu nangis, jadinya gua mulai belajar nyusuin sambil tiduran lagi, biar ga perlu gendong-gendong. Dan nyusuin sambil tiduran membantu gua banget di malam hari, jadi asal anaknya nangis, tinggal buka baju doang, hahaha. Buat gua yang pemalas, ini salah satu keuntungan dari nyusuin langsung.

Dulu gua pikir nidurin Jayden itu uda paling susah, ternyata Emily lebih susah lagi, hahaha. Kalo Jayden mah asal dinenenin, ga lama pasti tidur. Paling ngempengnya doang yang bikin ribet, jadi harus bener-bener pules banget baru bisa dilepas. Sementara Emily ga mesti bisa tidur sambil nyusu, kadang harus digendong-gendong, dan gendongnya pun bukan gendong tidur, melainkan gendong berdiri. Itu juga harus bener-bener ampe pules banget baru bisa ditaro. Kalo dia bangun tengah malem dan minta digendong, gua serahkan ke papinya, hahaha. Tapi sama kayak Jayden, tidurnya lebih pules kalo ditengkurepin.

Tidur tengkurep lebih pules.

Dan tetep tidurnya lasak. Ini aja dari kepala di bantal bisa miring-miring ampe ke pinggir. Kalo dipindahin pasti bangun, tapi kalo ga dipindahin ngeri kejedot. Akhirnya gua pindahin sih, dan bener bangun, hahaha.

Senyum.

Kayak yang pernah gua bilang, Emily ini jarang banget senyum. Tapi bulan ini senyumnya mulai lebih sering. Biarpun ga ampe yang lebar banget, tapi paling engga mau senyum deh.

Ini foto pertama tidur sambil senyum-senyum. Percayalah, ini uda paling senyum diantara foto-foto yang lain, hahaha.

Dan akhirnya dapet juga foto dalam keadaan senyum lebar. Ga selebar Jayden dulu, tapi mendinganlah, hahaha.

Dan dapet juga foto melet-melet, hahaha.

Ini papinya berusaha banget ngajak becanda supaya anaknya senyum, tapi hanya dibalas dengan tatapan "apa sih?" hahaha.

Lain-lain.

Reflek menggenggamnya uda mulai bagus. Dia bisa narik apapun yang ada di sekitarnya, termasuk rambut gua, hahaha. Kalo lagi ditengkurepin juga kepalanya uda bisa pindah dari sisi kanan ke kiri, begitu juga sebaliknya, cuma belom bisa angkat kepala. Tapi kalo digendong berdiri, kepalanya uda mulai bisa tegak sih.

Dan dibanding Jayden, Emily ini lebih cengeng. Kalo Jayden dulu nangis cuma laper doang, dan seandainya ga laper pun, asal disodorin nenen pasti diem. Sementara Emily bisa nangis dalam kondisi apapun, dan gua harus tebak-tebak tanpa hadiah dia lagi kenapa. Laper nangis, ngantuk nangis, mau sendawa nangis, popok penuh nangis, bahkan mau pupup pun nangis. Jujur karena sering nangis, gua jadi rada males ajak dia pergi-pergi, hahaha. Jalan-jalan ke mall pun jadi agak ribet. Nanti gua ceritain di postingan yang lain deh. Tapi dia uda mulai bisa nyautin kalo kita ajak ngobrol. Ga sebawel Jayden sih, tapi kadang uda mulai uh uh uh.

Lagi diajak ngobrol.

Dan di bulan ini juga Emily dibotakin. Tadinya gua sempet ga mau botakin, karena takut nanti numbuhnya lama. Tapi gua liat rambut bawaan lahirnya pada rontok, jadinya botak di depan doang, diliatnya jelek, jadinya dibotakin deh. Cuma ini numbuhnya lagi termasuk cepet, sekarang uda mulai keliatan ada item-item di kepalanya.

"Mami yakin mau botakin aku" *sambil pasang muka imut*

Dan akhirnya botak juga, hahaha.

Happy 2 month baby Em. Koko Jayden uda ga sabar tuh mau ngajak kamu main, ngajak kamu berenang, dan ngajak kamu mandi bola, hahaha.

#OOTD ke gereja.

15 February 2019

Valentine Special Di Tahun Ini

Happy Valentine!

Valentine tahun ini terasa lebih special daripada tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Yuk gua ceritain satu-satu ya.

Beberapa waktu lalu gua liat BCA ngeluarin kartu flazz edisi imlek dengan gambar babi yang lucu parah. Begitu diliat, gua langsung mupeng berat, tapi waktu itu ga langsung beli, pikir nanti-nanti dulu. Tapi begitu gua mau beli, flazznya uda abis. Sedih banget. Hiks! Dan gua pun cerita ke si suami.

Kemaren waktu mau ambil duit di dompet, gua liat ada sesuatu berwarna pink yang nongol dari tempat kartu. Begitu diambil, ternyata isinya adalah.....

Kartu flazz yang gua idam-idamkan.

Gua langsung jerit-jerit sendiri di mobil, hahaha. Ga tau kapan belinya, dan ga tau juga kapan dia taro di dompet, yang jelas gua seneng banget pas liat kartu ini. Tahun ini emang ga ada coklat seperti tahun-tahun sebelumnya, dan ga ada bunga seperti pasangan-pasangan lain, tapi hadiah ini justru jadi hadiah yang paling special. Sekarang gua jadi bisa senyum-senyum sendiri tiap kali buka dompet dan ngeliat si kartu babi ini, apalagi ini kartu ada isinya, hahaha.

Hadiah special yang kedua datang dari Jayden. Kemaren seperti biasa gua jemput Jayden pulang sekolah. Tiba-tiba dia buka tasnya dan ngeluarin ini....

Heart stick kalo kata Jayden, hahaha.

Sebenernya ini emang hasil karya yang dia kerjain di sekolah hari itu, tapi yang bikin lebih special lagi, dia bilang gini, "Ini buat mami. I love you mami" dan dia peluk lalu kiss-kiss gua di depan temen-temennya. Aduduh....so sweet banget ga sih. Ini adalah hadiah valentine paling special kedua yang pernah gua terima. Yang pertama apaan? Tentu si kartu babi dong, hahaha.

Gua juga ga mau ketinggalan mau ngasih hadiah dong, tapi kali ini hadiah buat Emily. Hadiahnya adalah.....

Susu produksi mami, hahaha.

Gua agak guilty feeling sih sama Emily, karena mompanya ga serajin Jayden dulu. Kalo dulu kan tiap kali abis nyusuin Jayden gua selalu mompa, walaupun lama-lama ya males juga, karena Jayden lebih suka nyusu langsung, tapi tetep frekuensi mompanya lebih sering waktu Jayden dulu. Sementara sekarang gua mompa sehari paling cuma 3-4 kali. Pertama waktu bangun tidur, trus siang sebelum jemput Jayden pulang sekolah, lalu sore dan malem ketika anak-anak uda pada tidur. Stok di kulkas juga ga sebanyak dulu. Sekarang gua masih bisa nyimpen ASIP barengan sama coklat di freezer, hahaha.

Makanya kemaren pas nganterin Jayden les gambar, gua niatin banget bawa pompa. Jadi gua bisa mompa sambil nungguin Jayden selesai les. Biasanya mah gua melipir ke mall sebelah buat cuci mata, tapi kemaren itu mampir sebentar ke nursing room buat mompa. Ya anggap aja itu hadiah valentine dari mami buat baby Em deh.

Dan malamnya kami dinner bedua. Dinner tahun ini pun lebih special dari biasanya, karena kami ninggalin dua anak. Sebenernya agak ga tega buat ninggalin mereka, karena seperti yang gua ceritain di postingan sebelumnya, Jayden ga mau diurusin si bibi sama sekali. Dan dengan kami pergi berdua, otomatis suster harus ngurus dua anak sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Untungnya gua uda niat banget dinner sama si suami, jadi gua uda atur supaya Jayden les gambar di hari itu. Tiap les gambar, dia ga pernah tidur siang, jadinya kalo malem bisa tidur lebih awal. Dalam bayangan gua, suster bisa nidurin Jayden dulu, baru abis itu nidurin Emily.

Karena ga mau pergi jauh-jauh, kami dinner di cafe yang deket dari rumah. Cafe ini uda lama buka, tapi baru kali ini kami mampir. Namanya Dinobites dan Evlogia. Loh koq ada dua? Iya, ini dua tempat yang berbeda tapi sebelah-sebelahan. Niat awalnya mau dinner di Dinobites, tapi ga ada tempat duduk kosong alias full. Lalu pelayannya menyarankan untuk ke sebelah, yaitu Evlogia. Dia bilang makanan yang ada di Dinobites bisa diorder disana juga. Ya wes deh kami ke sebelah.

Evlogia ini semacam kedai kopi, dan begitu masuk langsung kecium bau kopi yang wangi banget. Tempatnya ga terlalu gede, tapi tenang banget. Cocok buat yang mau kerja atau cuma sekedar santai-santai doang. Oiya...Dinobites dan Evlogia ini satu manajemen, makanya bisa numpang makan, hahaha. Tapi untuk minumannya tetep harus pesen di Evlogia. Dan ini menu-menu yang kami order.

Dark Choco Latte With Marshmallow
IDR 30.000
Ini minumannya si suami. Rasanya agak pahit tapi enak. 

Espressoda
IDR 30.000
Ini minuman gua, diorder cuma karena penasaran, apa rasanya kopi campur soda, hahaha. Ternyata rasanya lumayan juga. Kopinya berasa, sodanya juga berasa, cuma bukan tipe minuman yang akan gua order lagi sih.

Combo Chicken + Sambal Matah
IDR 45.000 + IDR 5.000
Kenapa disebut combo, karena ada kentang gorengnya, dan disajikan dengan dua saus yang bisa dipilih. Kami pilih honey mustard dan mayo, dengan tambahan sambal matah. Ayamnya enak banget, gede dan garing. Kentangnya juga garing. Untuk sausnya gua lebih suka yang honey mustard. Sambal matahnya juga lumayan enak.

Beef Pepperoni Pizza
IDR 38.000
Ini juga enak banget. Pizzanya tipis dan toppingnya tebel. Cheesy tapi ga terlalu bikin eneg.

Tropical Fish Bowl
IDR 35.000
Ini menu pilihan gua. Ikan dori goreng tepung dengan saus asam manis. Ikannya enak dan banyak. Sausnya juga sebenernya enak, cuma agak kebanyakan, jadinya rada eneg.

Salted Egg RIce Bowl
IDR 35.000
Ini menu pilihannya si suami. Waktu gua cobain sih rasanya enak, tapi menurut dia biasa aja.

Overall kami cukup puas makan disana. Rasanya enak-enak, dan harganya masih terjangkau. Cuma pelayanannya aja yang masih perlu ditingkatkan lagi. Tapi next time pasti bakal balik lagi.

Dan begitu mau nyampe rumah kami baru inget kalo.....kami lupa foto berdua! Hahahaha.

Digantiin sama foto kakak beradik ini aja deh.

Bonus foto si noni cilik yang dipakein gaun ama si suster dalam rangka merayakan valentine, hahaha. Padahal mah di rumah aja ga kemana-mana, tapi kalo nunggu pergi-pergi mah keburu bajunya ga muat. Soalnya pergi cuma seminggu sekali ke gereja doang, hahaha.

13 February 2019

Galau

Bulan Februari ini uda berlalu hampir setengah jalan, ini berarti sebentar lagi cuti gua mau abis, dan kegalauan pun dimulai. Galau apa sih emangnya? Galau antara mau stop kerja dan di rumah ngurus anak-anak atau tetep lanjut kerja. Dulu waktu cuma ada Jayden doang gua juga pernah galau, tapi gua tetep lanjut kerja. Alasan utamanya tentu buat nambah-nambah pemasukan rumah tangga, tapi di samping itu, kerja membuat gua lebih waras. Walaupun kerjaan gua ga jauh dari dunia anak-anak juga, tapi entah kenapa kalo ngadepin anak sendiri tuh kesabaran gua kayak tipis banget. Dengan gua kerja, otomatis waktu gua dengan Jayden jadi lebih sedikit, jadi begitu ketemu gua bisa sedikit lebih menahan diri untuk ga emosi. Tapi setelah ada Emily, kegalaun itu kembali datang, tapi kali ini pertimbangannya banyak banget.

Sebelumnya gua mau cerita dulu tentang asisten rumah tangga (ART) dan si suster yang kerja di rumah kami. Si suster ini kerja sama gua dari Jayden bayi, dan sebelum gua hamil dia sempet nyeletuk mau pensiun. Tapi karena gua hamil, dia memutuskan untuk tetep kerja dan ngurus dedenya Jayden, minimal sampai lebaran tahun ini. Karena si suster ngurusin baby, otomatis gua harus cari satu orang lagi untuk ngurusin Jayden. Cuma kan Jayden uda gede, ngurusin dia juga uda ga susah, paling ya kasih makan, mandiin, atau nemenin main. Karena itu gua nyari mba nginep buat kerja rumah tangga sekalian ngurusin Jayden juga.

Sejak opa meninggal, kami ga pernah lagi pake mba nginep, yang ada cuma mba cuci gosok yang pulang hari. Begitu Jayden lahir juga yang nginep di rumah cuma si suster, dan untuk kerjaan rumah tangga tetep pake mba yang pulang hari. Si suster juga mau bantuin nyuci piring, masak, rapihin baju, dll. Apalagi kalo malem gua yang full pegang Jayden, jadi si suster bisa kerjain yang lain.

Tapi lebaran tahun kemaren si suster mudik dalam jangka waktu yang lumayan lama, dan dia juga ga tau kapan bisa balik lagi. Karena waktu itu gua lagi hamil, nyokap berinisiatif cariin mba nginep buat kerja rumah tangga sekalian ngurusin Jayden kalo gua kerja. Sebenernya waktu itu ada mba pulang hari, tapi begitu kerjaan uda kelar ya dia pulang. Sementara gua butuh buat bantu ngurusin Jayden, karena saat itu kondisi gua cepet cape, dan si suami juga sibuk sama kerjaannya. Mari kita sebut si mba nginep ini dengan si bibi. Nah...si bibi ini umurnya uda tua banget, jadi kerjanya agak lama dan rada pelupa, tapi bersih. Karena uda tua, gua jadi ga gitu tenang ninggalin Jayden sama dia. Akhirnya gua tetep ngurusin Jayden, dan kerjaan si bibi ya cuma nemenin main doang, paling sama nidurin kalo gua kerja, tapi itu juga Jaydennya ga mesti tidur.

Lalu 3 bulan sebelum gua lahiran, si suster memutuskan untuk balik lagi kerja sama kami. Jadinya saat itu ada dua asisten yang tinggal di rumah. Mereka berdua ga pernah ribut dan baik-baik aja sih, cuma nyokap kurang sreg dengan si bibi. Salah satunya ya karena umurnya uda tua, jadi suka lupa ini itu. Akhirnya waktu si bibi mau pulang kampung, nyokap bilang biar dia istirahat dulu, nanti kalo kami contact lagi. Dengan kata lain si bibi kami stop.

Ga lama kemudian kami kedatangan mba pulang hari rekomendasi dari tante gua, sebut saja namanya mba E. Si mba E ini masih muda banget, tapi kerjanya kurang bersih dan ga bisa ditegor. Si suster kan orangnya bersihan, jadi kadang suka kasih tau kalo masih ada yang kurang bersih, dan si mba E ini dengan entengnya bilang, "Saya bisanya cuma segini, kalo ga suka ya kerjain sendiri aja." Dan puncaknya waktu ditegor nyokap, dia ga terima dan akhirnya memutuskan untuk stop kerja.

Karena ga lama lagi gua mau lahiran, si suster bilang coba sekalian aja cari mba nginep. Tapi waktu itu nyari sana sini ga dapet-dapet, sampai akhirnya si suster nanya temennya dan ada yang mau kerja. Sebut saja namanya mba Y. Si mba Y ini lebih muda dari mba E, malah bisa dibilang masih anak-anak. Orangnya ga banyak omong, tapi kerjanya so far so good. Si suster sih bilangnya kurang bersih dikit, tapi buat gua yang agak jorok dikit mah masih oke lah. Tapi....seminggu kemudian dia minta berenti kerja. Alasannya ga bisa jauh dari nyokapnya.

Ga lama kemudian nyokap memutuskan ambil dari penyalur dengan bayaran 2,5 juta. Terlalu mahal sih emang, tapi waktu itu kami uda hopeless karena ga dapet-dapet juga. Sama penyalur ini dikasihlah si mba YU. Menurut si penyalur, mba YU ini uda pernah kerja rumah tangga, tapi si mba YU ngaku kalo dia belom pernah kerja sama sekali. Gua ga tau dia kerjanya gimana, karena orangnya cuma beberapa hari doang di rumah. Gua lupa sih alasan dia stop kenapa, tapi kalo ga salah karena kangen anaknya.

Karena masih ada jaminan, kami minta mba baru sama si penyalur, lalu datanglah mba S. Si mba S ini orang chinese dan Kristen. Sepintas sih keliatannya baik, tapi lagi-lagi menurut si suster kerjanya kurang bersih. Si suster ini orangnya emang rada dominan, jadi dia suka bilangin ke mba-mba yang kerja di rumah gua kalo ada yang kurang bersih. Si mba S ini kurang suka dibilangin kayak gitu. Ya mungkin dalam pikiran dia, sama-sama kerja koq ngatur-ngatur. Dan lama-lama gua liat si mba S ini kerjanya makin ga beres. Akhirnya mungkin karena ga tahan dan berantem melulu ama si suster, mba S pun memutuskan untuk stop kerja sama kami.

Setelah drama ART yang keluar masuk, si suami usul supaya gua stop kerja dan fokus ngurusin anak-anak. Dia bilang gua kerja dari rumah aja, salah satunya bantuin dia jualan roti. Saat itu gua masih punya pemikiran untuk balik kerja, karena kayaknya gua sama sekali ga ada bakat buat jualan. Seandainya kerja dari rumah pun, gua tau pasti susah karena Jayden tuh nemplok banget sama gua.

Akhirnya setelah lama ga ada mba, nyokap berinisiatif untuk contact si bibi lagi, dan pas banget saat itu dia lagi nganggur. Dari sekian banyak mba, si bibi lah yang klop kerja bareng si suster. Ya ga klop-klop banget sih, tapi minimal dia mau ngerjain kalo si suster minta tolong. Uda gitu dulu dia kan pernah megang Jayden walaupun cuma sekedar mandiin atau temenin main, jadi paling engga uda tau Jayden anak yang kayak apa. Akhirnya si bibi balik lagi kerja sama kami. Dalam bayangan gua, harusnya uda pas, suster megang Emily, si bibi megang Jayden.

Tapi......Jayden ga mau diurusin bibi sama sekali. Waktu kapan kami semua lagi ribet, gua minta si bibi mandiin Jayden, tapi Jayden ga mau dimandiin sama bibi. Dia lebih milih dimandiin gua atau suster. Begitu juga dengan makan, ga mau sama sekali disuapin si bibi. Sekarang gua masih cuti, jadi bisa ganti-gantian ama suster. Kalo gua megang Jayden, si suster megang Emily, begitu juga sebaliknya. Trus gua mikir, nanti kalo gua balik kerja gimana dong. Emang sih Jayden uda umur 4, uda ada hal-hal yang seharusnya dia bisa kerjain sendiri, tapi saat ini dia lagi masa-masanya beradaptasi dengan kehadiran Emily. Hal-hal yang dulu dia bisa kerjain sendiri, bisa tiba-tiba jadi ga bisa. Contohnya kayak makan, dulu dia bisa makan sendiri, tapi sejak ada Emily, dia selalu minta disuapin. Dan gua bukan tipe ibu yang membiarkan anak ga makan kalo ga mau makan. Uda makan banyak aja beratnya tetep dibawah, apalagi ga makan.

Mulailah kegalauan itu datang. Terbersit pikiran untuk stop kerja dan stay di rumah aja. Minimal kayak yang suami bilang, gua kerja aja dari rumah, antara terima murid les di rumah atau bantu suami jualan. Apalagi suster bilang kan dia uda disuruh anaknya untuk pensiun kerja, berarti ada kemungkinan tahun ini jadi tahun terakhir dia kerja sama kami, walaupun itu belom pasti juga. Tapi apa iya gua bisa jadi ibu rumah tangga gitu? Jujur gua agak pesimis, tapi si suami mendukung penuh kalo seandainya gua memutuskan untuk stay di rumah. Sementara kalo gua balik kerja, kasian Jayden pasti terabaikan.

Masih ada setengah jalan lagi sebelum bulan Februari ini berakhir. Mudah-mudahan gua bisa segera memutuskan yang mana yang terbaik buat keluarga kami. Sekian curhatan ga penting gua malam ini, hahaha.

Sumber kegalauan gua.

07 February 2019

Imlek 2019

Hello Februari! Sebelum cerita panjang lebar tentang imlek kemaren, gua dan keluarga mau ngucapin.....

Semoga tahun babi ini membawa berkat bagi kita semua ya.

Imlek tahun ini tentu lebih special dari tahun-tahun sebelumnya, karena ada anggota baru yang hadir di tengah-tengah keluarga kami, yaitu Emily. Jadi tahun ini gua dan suami ga cuma sekedar balik modal, tapi juga untung banyak, hahaha. Jayden juga uda ngerti duit, jadi dari jauh-jauh hari gua bilang, kalo mau beli mainan, pas imlek nanti ga boleh teriak-teriak. Soalnya sejak kehadiran adiknya, Jayden jadi suka teriak-teriak. Apalagi kalo dia lagi ga mood terus disapa orang, pasti bakal teriak-teriak. Jadi untuk menjaga supaya moodnya tetep bagus, gua iming-imingin duit angpaonya buat beli mainan.

Sama seperti biasanya, pas malam imlek kami sekeluarga makan di restoran. Kali ini kami makan di restoran seafood langganan, yaitu Pondok Pangandaran. Karena ga mau pulang malem-malem, kali ini gua memutuskan untuk reservasi dulu. Dan sepertinya itu keputusan yang tepat, karena begitu kami dateng, banyak meja dengan tulisan "reserve". Untuk menu-menunya kami order yang lain dari biasanya, tapi sayangnya karena rame banget, penyajiannya jadi agak lama.

Ini menu favoritnya si suami.

Kalo ini menu kesukaannya Jayden.

Fuyunghai. Rasanya agak sedikit asin. Pada dasarnya ini restoran seafood sih, bukan chinese food, hahaha.

Lumpia udang. Enak banget. Garing dan gurih.

Cumi telor asin. Double kolestrol, hahaha.

Selain itu masih ada capcay, kangkung, dan tahu goreng yang ga kefoto. Kecuali fuyunghainya yang agak keasinan, semua makanannya enak-enak. Walaupun penyajiannya agak lama, tapi mereka bisa mempertahankan rasanya untuk tetap enak.

Selesai makan trus sempet mampir ke supermarket sebentar lalu pulang ke rumah. Dan setelah anak-anak tidur, kami mulai nyiapin angpao yang akan dibagiin besok.

Anak-anak tidur pake baju baru dong, sementara mami papinya pake apa yang ada, hahaha.

Angpao yang siap dibagi-bagi.

Pas hari imleknya, kami semua sarapan misoa. Katanya sih, kalo imlek itu harus makan misoa, biar panjang rejeki, panjang umur, panjang hoki, dan panjang semuanya kayak misoa, hahaha.

Misoa ditambahin swekiau jadi lebih maknyus.

Tahun ini kami semua pake baju baru yang disponsorin oleh nyokap. Kalo anak-anak kan emang harus baru, tapi mami papinya mah sebisa mungkin pake apa aja yang ada, yang penting merah. Tapi sehari sebelumnya, nyokap kasih dua kaos merah buat kami berdua. Emang rejeki anak soleh ya, hahaha. Dan setelah semuanya rapih, baru deh kiong hi kiong hi.

#OOTD

Semangat kiong hi karena mau beli mainan, hahaha.

Yang ini mah dikasih duit malah tidur, hahaha.

Setelah selesai kiong hi kiong hi, kami langsung berangkat menuju rumah adenya bokap. Sama kayak tahun lalu, tahun ini mereka mengundang kami sekeluarga buat makan disana. Kami dateng sebelum jam makan siang sih, soalnya abis ini masih ada tiga rumah lagi yang mau didatengin. Karena belom jam makan, jadi belom laper-laper amat, jadinya cuma ngemil-ngemil doang. Tapi ngemilnya dong....babi kecap, mie goreng, baso goreng, asinan, hahaha.

Foto keluarga dulu sebelum bubar.

Dari situ kami lanjut keliling lagi ke daerah Sunter. Kali ini ke rumah sepupunya nyokap. Untungnya perjalanan ke Sunter lumayan lancar, jadi kami nyampe pas jam makan siang. Tapi kan sebelumnya uda ngemil, jadi lagi-lagi disini belom laper-laper amat. Dan karena belom laper, jadinya kami ngemil lagi. Kali ini ngemilnya sate babi, siomay, swekiau, baso, es kelapa, hahaha. Ini ngemilnya hardcore banget ya. Kalo Jayden karena sebelumnya ga makan, jadi dia sekalian makan siang disini. Sementara Emily cukup menikmati melalui susu produksi mami, hahaha.

Foto keluarga lagi.

Kali ini tanpa anak-anak.

Setelah itu lanjut jalan lagi ke Serpong, ke rumah adenya opa. Perjalanan ke Serpong sempet kena macet dikit, dan kami juga sempet stop sebentar di rest area. Trus sempet turun hujan juga. Menurut si suami, imlek itu harus turun hujan, biar banyak rejeki, hahaha.

Papi megang Jayden, mami megang Emily, jadi pas kan satu-satu.

Di Serpong, Jayden dan Emily numpang mandi, hahaha. Soalnya abis ini kan masih harus ke satu rumah lagi, jadi kalo mandi di rumah keburu kemaleman. Disini lagi-lagi kami ngemil, tapi kali ini cemilannya yang ringan-ringan, yaitu kentang goreng dan cireng, hahaha.

Ritual sebelum pulang....foto keluarga! Hahaha.

Dari Serpong, kami lanjut jalan lagi ke rumah terakhir di daerah Joglo, yaitu rumah keluarga adenya oma. Adenya oma sendiri baru meninggal beberapa minggu yang lalu, tapi kami merasa tetep harus dateng, karena menghormati istri dan anak-anaknya. Lagian tiap kali ke Joglo, kami selalu disuguhin makanan enak. Istrinya tuh pinter banget masak, dan mengingatkan gua sama masakannya oma. Makanya rumah ini selalu jadi destinasi terakhir, karena kami sekalian makan malam disini, hahaha.

Ini masakan yang Jayden paling doyan.

Sementara ini makanan favorit gua. Tiap kali makan ini, selalu inget si oma.

Setelah makan, kami langsung pamit pulang. Kali ini ga ada foto keluarga, karena emang tiap tahun ga pernah foto-foto, hahaha. Perjalanan pulang lumayan lancar, jadi sekitar jam setengah 9 uda nyampe rumah. Walaupun rumah yang didatengin lebih banyak, tapi karena perjalanan selalu lancar, jadi kami bisa nyampe lebih awal dari biasanya. Dan kali ini emang sengaja ga mau lama-lama, karena besokannya Jayden mau field trip sama sekolahan, jadi harus tidur lebih awal.

Tapi biarpun cape, gua seneng karena baik Jayden maupun Emily ga ada yang rewel. Jayden moodnya selalu bagus, dan teriak-teriaknya sedikit banget. Sementara Emily juga ga mengeluarkan jurus tangisan mautnya, hahaha. Pokoknya asal nangis dikit langsung gua susuin, jadi perutnya selalu kenyang.

Sekian cerita imlek tahun ini. Sampai jumpa tahun depan *dadah dadah*

Hasil kiong hi kiong hi anak-anak, hahaha.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© Free Blogger Template. Designed By El Design