Showing posts with label kontes blog. Show all posts
Showing posts with label kontes blog. Show all posts

10 April 2019

Sehat Bersama Heavenly Blus Greek Yogurt

Sebagai ibu menyusui, gua wajib memperhatikan setiap makanan yang masuk ke perut. Walaupun pada prinsipnya ibu menyusui itu boleh makan apa saja selama tidak ada reaksi alergi dari si bayi, tapi gua tentu harus memperhatikan kuantitas dan kualitas ASI yang dihasilkan. Kuantitas ASI bergantung pada supply dan demand, tapi kualitas ASI ini yang harus diperhatikan. Dari apa yang gua baca, ASI mengambil gizi-gizi terbaik dari si ibu. Itu sebabnya ibu menyusui harus makan makanan bergizi, terutama makanan yang tinggi protein. Karena manfaat protein bagi ibu menyusui tuh penting banget buat tubuh.

Selama menyusui, gua selalu merasa lapar, apalagi kalo Emily nyusu terus-terusan. Dan sering banget gua kelaperan di jam-jam nanggung, misalnya sebelum jam makan siang atau sebelum jam makan malam. Padahal gua uda sarapan pake nasi dengan lauk pauk dan sayur, tapi tetap aja beberapa jam kemudian merasa kelaparan.

Sekarang sarapannya begini. Sepotong roti uda ga nampol di perut.

Jadi sekarang kalo pergi kemana-mana tuh harus bawa snack di tas. Kalo dulu sih seringnya bawa snack yang banyak MSGnya, tapi sekarang kan ga bisa, karena selain ga sehat, snack kayak gitu juga ga bikin kenyang. Dan karena gua lagi menyusui, tentu harus pilih snack yang sehat dan bernutrisi bagi tubuh, supaya ASI yang dihasilkan juga berkualitas.

Gua memilih Heavenly Blush Greek Yogurt sebagai snack andalan disaat lapar. Kebetulan gua emang doyan banget sama yogurt. Dan menurut apa yang pernah gua baca, yogurt ini punya banyak manfaat, terutama bagi ibu menyusui, salah satunya untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Nah...greek yogurt ini bukan yogurt biasa. Greek yogurt mengandung lebih banyak protein, karena dibuat melalui proses penyaringan, sehingga lebih kental. Karena greek yogurt ini tinggi protein, otomatis kita akan merasa kenyang lebih lama.

Manfaat greek yogurt untuk ibu menyusui kayak gua bukan cuma sekedar untuk sehat doang, tapi juga untuk tulang. Menurut dokter laktasi yang pernah gua kunjungi, ibu menyusui itu selain harus banyak makan makanan yang tinggi protein, juga harus cukup kalsium. Greek yogurt ini juga mengandung kalsium tinggi, sehingga bagus dikonsumsi selama menyusui.

Greek yogurt di Indonesia diproduksi oleh Heavenly Blush, dan terdiri dari dua jenis, yaitu bentuk cup dan ready to drink. Yang bentuk cup ini disajikan dengan potongan buah, dan dilengkapi dengan sendok kecil, jadi ga perlu lagi repot cari-cari sendok. Kemaren gua beli yang bentuk cup dengan 3 varian topping yang berbeda. yaitu granola, strawberry, dan peach. 

Peach, strawberry, dan granola.

Ini yang strawberry.

Kalo ini yang peach.

Yang ini granola.

Tekstur yogurtnya bener-bener kental, porsinya cukup banyak, dan rasanya juga enak. Dari semuanya gua paling suka yang strawberry, karena manisnya pas banget di mulut, dan buahnya terasa segar. Bentuknya juga ga terlalu besar, jadi bisa dibawa kemana-mana. Lumayan buat cemilan di mobil sambil nungguin anak pulang sekolah.

Menyusui atau tidak, rasanya kita perlu lebih smart untuk memilih snack yang sehat. Dengan tagline "Greek Yogurt tinggi protein, kenyangnya bernutrisi", Heavenly Blush Greek Yogurt ini jadi salah satu snack sehat andalan gua. Yuk dicoba!

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba Heavenly Blush Greek Yogurt.

05 May 2018

Upik Abu Masak Udang

Sejak ada susternya Jayden di rumah, gua jadi jarang mengunjungi dapur, alias jarang masak. Kenapa? Karena si suster jago masak, jadi urusan dapur dia yang handle semua. Dulu waktu Jayden masih MPASI, gua masih masuk dapur buat ngurusin segala menu-menunya Jayden, tapi sekarang Jayden kan makannya uda ikut menu orang dewasa, jadi apa yang suster masak, ya itu yang Jayden makan. Ini bukan berarti gua pemalas loh ya, hanya saja dari awal si suster emang uda menawarkan diri buat masak, jadi ya gua merasa terbantu sekali.

Kira-kira beberapa hari yang lalu, tiba-tiba gua pengen banget makan udang. Kebetulan nyokap abis beli udang, jadi pas di kulkas ada stok udang. Tadinya pengen makan udang rebus biasa, tapi koq kayak kurang menarik. Lalu timbullah ide untuk bikin udang saos kacang. Karena ini ide dari gua, otomatis yang eksekusi juga harus gua. Dan ini berarti....upik abu back to kitchen! Yeay! Hahahaha. 

Tapi bukan Melissa namanya kalo ga bikin menu yang aneh-aneh. Soalnya waktu denger udang saos kacang, si suami agak mengernyitkan dahi, walaupun dia tetap menyemangati istrinya, hahaha. Masalahnya...walaupun gua suka bikin menu yang aneh-aneh, tapi gua orangnya males ribet. Gua inget dulu pernah pengen coba masak ketoprak, jadi begitu tau harus ngulek kacang dan sebagainya, gua jadi males. Mendingan beli jadi aja deh, hahaha. Kali ini juga sama, ngebayangin harus ngulek-ngulek kacang koq kayaknya males banget. Sebenernya bisa pake blender sih, tapi kan kurang afdol ya. Di tengah-tengah kebingungan, gua pun kepikiran, kenapa ga pake selai kacang aja ya, hahaha.

Kebetulan di rumah ada selai kacang merk Skippy, jadilah gua pake itu buat bumbunya, hahaha. Kedengeran aneh ya? Tapi sebenernya ga juga loh, waktu gua liat di websitenya, ternyata Skippy peanut butter ini bisa jadi kreasi menu makanan apapun. Mulai dari cemilan seperti kue, biskuit, minuman, bahkan sampai jadi bumbu gado-gado. Informasi baru nih buat gua, karena biasanya kan cuma dipake buat selai roti doang. Tapi emang dari semua merk selai yang ada, selai Skippy ini merupakan merk yang paling sering gua beli.

Ada coklatnya, tapi gpp lah, anggap aja sebagai pengganti gula, hahaha.

Karena ini menu dadakan dan ala kadarnya, bahan-bahannya juga simple banget, cuma udang, bawang putih, dan selai Skippy sebagai pengganti kacang. Selain itu harus siapin minyak, jeruk nipis, dan garam. Simpe banget kan.

Bahan-bahannya.

Setelah semuanya beres, mari kita mulai masak-masaknya.

1. Udang dicuci bersih dan dilumurin jeruk nipis sedikit biar ga bau amis. Selain jeruk nipis bisa pake lemon juga sih, cuma kan lemon mahal ya, hahaha.

2. Lalu udang direbus sampai matang, dan dikasih garem sejumput. Kuahnya jangan dibuang, bisa dipakai buat nanti masak. 

Udang yang lagi direbus.

Buat yang ga suka ribet, mungkin sebelum direbus buntutnya bisa dibuang dulu. Tapi gua lebih suka rebus sekalian semuanya, kaldu udangnya juga nanti lebih berasa. Lanjut.

3. Potong-potong bawang putih, lalu tumis dengan minyak panas. Setelah harum, masukan satu sendok selai Skippy, lalu tuang kuah rebusan udang, dan kasih garem sedikit biar ada rasa gurih-gurihnya. Koreksi rasa, kalo uda pas, baru masukin rebusan udangnya. Aduk-aduk sebentar, lalu angkat, dan sajikan.

Dan ini dia hasilnya....

Taraaaaaaaa!

Rasanya gimana? Ternyata enak loh. Emang agak kemanisan dikit karena gua kasih selai kacangnya kebanyakan, tapi so far rasanya pas di lidah. Si suami juga bilang enak, tapi dia cuma makan sedikit doang, soalnya udangnya diabisin gua, hahaha. Ya kan yang kepengen makan udang tuh gua, bukannya dia.

Sekian cerita upik abu kali ini. Tunggu edisi-edisi berikutnya. Emang ada? Harus ada dong, gua kan pengen coba resep-resep aneh yang lain, hahaha.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.

26 April 2018

Rencana Liburan Berdua Jayden

Dulu pernah ada yang bilang ke gua, sebelum menikah puas-puasin jalan-jalan dulu, karena setelah menikah, jalan-jalan bukan lagi menjadi prioritas utama. Tadinya gua ga percaya, tapi setelah menikah, barulah gua ngerti maksudnya. Bukan berarti kami ga pernah jalan-jalan, hanya saja itu memang bukan lagi jadi prioritas utama. Jalan-jalan buat kami sekarang itu ibarat daun bawang dalam bakmi, kalau ada ya semakin bagus, ga ada pun ga masalah, hahaha.

Untungnya sebelum menikah gua pernah menjelajahi beberapa kota di Indonesia, dan beberapa negara di Asia. Dan partner jalan-jalan gua itu adalah mami tercinta. Si papi kurang begitu suka jalan-jalan, dan tiap kali kami jalan-jalan bertiga, si papi itu termasuk orang yang ga terlalu suka eksplore, makanya gua selalu pergi bareng mami.

Tahun 2011 gua pergi ke Singapore bareng si mami. Itinerary tentu gua yang buat, dan si mami ngikut-ngikut aja. Kami geret-geret koper naik turun MRT, lalu sempet jalan-jalan juga ke Universal Studio Singapore, dan makan makanan khas Singapore. Masalah makan ini juga salah satu hal kenapa si papi kurang asik diajak jalan-jalan, karena dia kurang suka cobain makanan yang baru. Sementara gua dan nyokap, suka dengan apapun yang baru, termasuk makanan.

Lalu tahun 2012 gua dan mami juga sama-sama ikut tour ke Cina. Ini pertama kalinya gua ikut tour, dan tentu menjadi pengalaman yang menarik. Di Cina inilah mulai keliatan perbedaan gua dan si mami. Gua suka dengan tempat wisata lokal, sementara si mami lebih suka belanja. Waktu di Singapore ga begitu keliatan karena mall disana kan lumayan banyak, sementara waktu di Cina, kami harus taat sama jadwal yang ada. Itinerary yang disusun itu rata-rata mengunjungi tempat wisata setempat.

Teman jalan-jalan paling asik.

Setelah menjadi seorang ibu, gua juga ingin seperti nyokap dulu, punya waktu untuk jalan-jalan berdua sama anak. Bukan berarti papinya ga penting ya, hanya aja gua ingin anak gua punya kenangan yang menyenangkan sama ibunya. Apalagi jalan-jalan berdua sama anak itu sensasinya beda.

Setelah kemaren sukses jalan-jalan berdua Jayden ke mall, timbulah ide untuk jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri sekalian berdua sama Jayden. Waktu gua nyeletuk tentang ide ini ke suami, dia bilang terserah gua, selama guanya sanggup. Gua ga tahu sih kesanggupan gua jalan-jalan berdua Jayden itu sampai sejauh mana, tapi kalo ga dicoba mana kita tahu kan ya.

Akhirnya muncullah ide untuk pergi ke Singapore. Kenapa harus Singapore? Karena transportasi umum di Singapore itu ramah anak semua. Sementara kalau kota-kota di Indonesia kan rata-rata harus nyewa mobil lagi. Bisa sih naik transportasi umum atau transportasi online, tapi kalau berdua sama Jayden, gua jadi ngerasa kurang sreg. Selain itu di Singapore sendiri juga ramah buat para pejalan kaki, jadi harusnya masih bisa lah jalan berdua Jayden doang.

Mulailah gua cek harga tiket pesawat untuk tahun depan. Koq tahun depan? Karena tahun ini kami sekeluarga akan jalan-jalan ke Jogja dalam rangka nikahan sepupu, jadi budgetnya baru ada lagi tahun depan. Dan sepertinya semesta mendukung banget. Waktu lagi cek harga tiket, gua ngelihat iklan JD.id di instagram, dan ternyata.....JD.id itu jual tiket pesawat dan voucher hotel. Sepertinya ini fitur baru deh, soalnya setahu gua, JD.id itu marketplace yang menjual berbagai macam barang.

Karena penasaran, gua pun install aplikasinya di HP. Dan ternyata benar, di halaman utamanya ada fitur JD Flight, dan JD Hotel. Ini menjadi informasi yang penting banget buat gua, karena gua jadi punya alternatif situs yang menunjang kebutuhan liburan. 

Ternyata memang baru, di halaman utamanya ditulis NEW.

Gua ini memang suka membandingkan harga dari semua situs yang ada, dan di JD.id ini tiket pesawatnya murah, jauh lebih murah dibanding situs-situs yang lain. Pilihan hotelnya juga lumayan banyak, dan harga yang tertera sudah termasuk pajak dan lain-lainnya. Selain itu metode pembayarannya juga beragam. Ini penting banget buat gua yang ga punya kartu kredit.

Pilihan pembayaran yang beragam.

Mudah-mudahan rencana jalan-jalan berdua Jayden tahun depan terlaksana ya, karena Jayden pernah bilang, "Jayden senang jalan-jalan berdua sama mami." Hiks....jadi terharu. Buat kalian yang mau liburan, pesan tiketnya bisa di JD.id, karena JD Flight bikin liburan impian kita jadi kenyataan.

Sekarang PR berikutnya adalah....bikin paspor buat Jayden! Hahahaha.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID.

22 March 2018

Rencana Liburan Tahun Ini

Sebagai seorang istri yang ditugaskan untuk mengatur keuangan rumah tangga, gua selalu membuat berbagai perencanaan, termasuk perencanaan liburan, hahaha. Kalo nurutin kata hati sih pengennya pergi jalan-jalan melulu, tapi sekarang kan gua harus ngitung-ngitung budgetnya dulu. Pergi liburan emang bukan prioritas utama, tapi sesekali perlu untuk refreshing sekaligus family time. Makanya kalo ada rejeki lebih, gua selalu alihkan untuk pergi liburan.

Kalo tahun lalu kami sekeluarga pergi ke Bali, tahun ini kami mencari destinasi yang lain. Kebetulan tahun ini sepupu gua ada yang mau nikah, dan calon suaminya itu orang Magelang. Selain pesta di Jakarta, mereka juga akan menyelenggarakan resepsi di kota asal calon suaminya. Sepupu gua ngajakin kami untuk dateng ke resepsinya yang di Magelang. Dia bilang mau menyediakan akomodasinya, jadi kami cukup nyari tiket pesawatnya aja. Pikir lumayan bisa sekalian liburan juga. Karena Magelang letaknya deket banget sama Yogyakarta, jadi gua cari tiket pesawatnya ke Yogyakarta.

Beberapa bulan lalu, Jayden dapet hadiah miniatur pesawat Garuda Indonesia dari temen kami. Gara-gara mainan itu, Jayden berkali-kali bilang pengen naik pesawat Garuda. Tapi ya, Garuda itu harganya lumayan, hahaha. Emang ada harga ada rupa sih. Dulu gua pernah ke Surabaya naik Garuda, dan pesawatnya emang beda dari yang lain. Landingnya mulus, tempat duduknya lebih luas, dapet makanan walaupun hanya berupa roti, dan ada TVnya juga, hahaha.

Tulisannya ampe ilang saking sering dimainin.

Setelah gua pertimbangkan, kenapa ke Yogyanya ga naik Garuda aja. Emang harganya lebih mahal, tapi sebanding dengan apa yang ditawarkan. Gua ga perlu pusing mikirin makanan buat Jayden, karena uda pasti dapet makan. Jayden juga ga perlu takut bosen karena bisa nonton TV. Dan yang paling penting, jatah bagasinya lebih banyak. Emang anak makin gede harusnya lebih ringkes, tapi kalo keluar kota gitu kan kadang harus prepare banyak hal, yang akhirnya bikin bawaannya jadi lebih banyak.

Waktu lagi browsing-browsing, gua ketemu sama Skyscanner, yang merupakan situs pencarian tiket pesawat, hotel, dan penyewaan mobil. Tadinya gua pikir Skyscanner ini sama kayak situs-situs lainnya, tapi ternyata beda. Skyscanner ini mengumpulkan berbagai informasi harga dari berbagai situs lain seperti Tiket.com, Trip.com, dan bahkan web airlinesnya sendiri. Gua ini tipe orang yang kalo mau beli tiket pesawat harus compare dari berbagai sumber. Sebisa mungkin gua cari yang termurah. Dan Skyscanner ini menghemat waktu gua banget, karena gua jadi tau yang mana yang paling murah. Skyscanner ini juga ada aplikasinya di playstore, jadi bisa buka via HP.

Bisa cari tiket pesawat, hotel, dan sewa mobil. Lumayan ga perlu nyari-nyari info tentang penyewaan mobil lagi, tinggal cari di Skyscanner.


Buka via HP.

Berhubung akomodasi uda diurusin, gua jadi bisa fokus buat nyari tiket pesawatnya aja. Dan karena niatnya naik Garuda, jadi tiket yang dicari ya tiket pesawat Garuda Indonesia. Harganya emang rada mahal dibanding yang lain, tapi karena liburan kali ini ga keluar biaya nginep, maka budget hotelnya bisa dialihkan ke tiket pesawat.

Kali ini pilih jam pergi yang lebih santai.

Begitu uda selesai dipilih, urusan pembayarannya langsung diarahkan ke situs yang termurah, yaitu situsnya Garuda sendiri. Gua belom bayar, karena harus minta persetujuan suami dulu, hahaha. Si suami sih uda tau kalo kita mau ke Yogyakarta, tapi belom tau kalo akan naik Garuda. Pikir sebelum ngomong, gua harus cari tau dulu harga tiketnya berapa, biar nanti ngomongnya enak, hahaha.

Di Skyscanner ini, gua juga bisa memantau harganya. Cukup tinggalin email, nanti mereka akan kirim email ke kita kalo ada perubahan harga tiket. Sampai sekarang sih belom ada email apa-apa dari mereka, yang berarti harganya belom berubah. Mudah-mudahan si suami setuju ya, biar Jayden ada pengalaman baru naik Garuda, hahaha.

Selesai urusan tiket pesawat, mulailah gua nyusun itinerary selama berada disana. Ternyata di Yogyakarta banyak banget tempat wisata untuk anak, dan salah satunya adalah Museum Dirgantara. Disana ada 36 jenis pesawat terbang termasuk pesawat tempur, 28 diorama menarik, dan beragam koleksi bersejarah lainnya. Anak-anak juga bisa masuk ke dalam pesawat dan melihat kokpit itu kayak apa. Kebayang Jayden pasti demen banget deh. 

Selain itu di Magelangnya sendiri, uda pasti kami akan ke Candi Borobudur. Percaya ga, gua belom pernah ke Candi Borobudur loh, hahaha. Kalo ke Yogyakarta kayaknya uda pernah waktu masih kecil dulu, tapi gua ga inget apa-apa. Ingetnya cuma beli kaos dagadu doang, yang mana ternyata kekecilan, hahaha. Makanya liburan kali ini harus banget pergi ke Candi Borobudur.

Dan sebagai istri soleha yang butuh refreshing, gua juga uda mulai planning liburan di tahun 2019 nanti, hahaha. Destinasinya masih di Indonesia. Kenapa harus di Indonesia? Karena Indonesia tuh luas banget. Ada banyak banget tempat yang belom gua jelajahi. Selain itu gua juga pengen mengenalkan berbagai macam tempat wisata yang ada di Indonesia ke Jayden. Biar dia tau, kalo negeri tempat dia dilahirkan ini luas dan indah banget.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

24 November 2017

Memilih Hotel

Minggu depan uda bulan Desember. Yeay! Tiap bulan Desember gua selalu bersemangat. Walaupun kerjaan lagi sibuk-sibuknya, tapi ga tau kenapa bulan Desember selalu membawa kebahagiaan tersendiri. Apalagi di bulan Desember gua libur lebih dulu dari si suami, jadi gua punya banyak waktu luang buat ajak Jayden jalan-jalan. Enaknya kerjaan gua ya gitu, walaupun ga ada cuti-cuti, tapi gua selalu libur lebih dulu daripada si suami.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, akhir tahun nanti kami sekeluarga akan mudik ke Banyumas. Sejak punya ritual mudik, gua selalu excited kalo uda bulan Desember. Soalnya buat gua, mudik itu sama juga dengan jalan-jalan, hahaha. Si suami ampe pernah bilang, mudik sekarang beda sama mudik waktu dia masih bujang dulu. Waktu masih bujang, kalo mudik kerjaannya cuma ngendon di rumah doang, sementara sekarang kalo mudik kerjaannya muter-muter melulu, hahaha. Ya abis gimana dong, mumpung lagi ada di kota lain, kan gua jadi punya kesempatan untuk explore. 

Tahun ini gua mengajukan proposal ke suami untuk staycation di Purwokerto. Kenapa di Purwokerto? Karena gua pengen jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Purwokerto, jadi sekalian aja nginep disana. Ternyata si suami menyetujui proposal gua, sekalian dia juga mau ngajak keluarganya. Jadinya gua ditugaskan untuk booking 3 kamar hotel.

Sejak punya anak, gua agak bawel dalam pemilihan hotel. Kalo dulu kan paling cuma buat tidur doang, sementara sekarang banyak banget hal-hal yang harus dipikirin. Ada tiga hal penting yang selalu jadi pertimbangan gua dalam memilih hotel.

1. Budget.

Sebelum booking hotel, gua selalu compare harga dari berbagai sumber, dan tentu gua mencari harga yang termurah. Biarpun kadang cuma beda 100rb, tapi buat gua kan lumayan banget, hahaha. Salah satu situs yang sering gua cek adalah Traveloka. Menurut gua Traveloka ini harganya cukup bersaing, dan pilihan hotelnya juga beragam.

Begitu si suami approve proposal staycation gua, langsung deh gua meluncur ke Traveloka untuk mencari pilihan hotel di Purwokerto. 

Lebih praktis kalo nyari lewat apliakasi. Uda gitu biasanya ada beberapa hotel yang harganya lebih murah di aplikasi ketimbang di website.

Pilihan hotel di Purwokerto.

Yang gua suka lagi dari Traveloka, harga yang tertera itu uda final. Jadi gua ga perlu ngitung-ngitung lagi kalo ditambah tax jadi berapa. Lumayan menghemat waktu gua dalam mencari hotel. Uda gitu pilihan pembayarannya juga beragam. Gua ini ga punya kartu kredit, jadi sehari-hari pake kartu kredit si suami. Tapi sebisa mungkin gua meminimalkan penggunaan kartu kredit. Dan di Traveloka, pilihan pembayarannya ga cuma kartu kredit doang. Ini jelas memudahkan gua banget.

Pilihannya banyak kan. Bahkan bisa bayar di Indomaret atau Alfamart.

Selain itu ada juga fitur Stay Guarantee, yang membantu kita kalo ada masalah saat check-in. Penggunaannya juga ga terlalu ribet banget. Tinggal buka aplikasinya, lalu tap need check-in help, lalu tap claim the guarantee, fill the form, submit, dan dijamin akan segera diproses sama Travelokanya. Mudah-mudahan sih nanti pas gua check-in ga ada masalah ya. 

2. Review hotel.

Buat gua, review dari orang yang uda pernah menginap di hotel yang gua incer itu penting banget. Memang review itu ga selalu menjadi jaminan, apalagi tingkat kepuasan tiap orang kan beda-beda. Tapi setidaknya secara garis besar gua jadi tau gimana kualitas hotelnya. Kalo hotelnya bagus kan kebanyakan orang pasti akan mereview bagus. Poin plus lagi kalo reviewnya dilengkapin sama foto, gua jadi tau gimana keadaan kamarnya. Makanya kalo gua nginep di hotel, sebisa mungkin gua review lengkap banget. Siapa tau tulisan gua jadi bisa membantu orang yang modelnya super rempong kayak gua, hahaha.

3. Luas kamar dan fasilitas.

Karena biasanya gua selalu nginep sama si suster, makanya penting banget buat gua untuk tau luas kamarnya. Apakah bisa ditambahin extra bed atau tidak, atau apakah setelah ditambahin extra bed malah jadi tambah sempit. Kamar yang terlalu sempit juga jadinya ga nyaman. Jayden jadi ga bisa explore dengan bebas, hahaha. 

Untuk fasilitas juga selalu jadi perhatian gua. Sejak ada anak, keberadaan kolam renang di hotel itu penting banget. Karena Jayden kan seneng banget main air, jadi aktifitas berenang itu selalu ada dalam planning liburan. Poin plus lagi kalo hotelnya ada playground atau kids club. Tapi ga ada pun juga ga masalah sih buat gua. 

Dari ketiga pertimbangan di atas, gua pun akhirnya menetapkan pilihan hotel di Purwokerto. Hotelnya apa sih? Tunggu cerita gua setelah pulang mudik ya, hahaha. Yang pasti hotel yang gua pilih ini masuk budget banget. Thank you banget untuk Traveloka, kami #jadibisa nginep di hotel dengan harga yang pas di kantong. Mudah-mudahan mudik tahun ini menyenangkan ya.
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.