Showing posts with label wedding plan. Show all posts
Showing posts with label wedding plan. Show all posts

08 March 2015

Sekedar Memberi Masukan

Kemaren Jayden diajak kondangan sama nyokap. Berhubung gudang susunya masih nemplok di badan emaknya, jadilah gua ikut, hahaha. Sebenernya bisa aja sih dia bawa ASIP, tapi kalo malam minggu gitu, gua emang pengen ngeluangin waktu buat dia, minimal Jayden bisa nyusu langsung, secara pagi ampe siang gua kerja. 

Gara-gara kondangan ini, gua jadi gatel pengen ngasih beberapa masukan buat para calon-calon penganten. Tentu ini berdasarkan pengalaman ngurusin wedding sendiri, dan hasil kondangan-kondangan di beberapa tempat. Kalo kemaren kan gua uda berbagi tips-tips tentang honeymoon, sekarang mari kita ngomongin resepsinya. 

1. Sebagai calon pengantin, tentu kalian dianggap sebagai penyelenggara acara, dan para tamu sebagai penikmat acara. Jika demikian, coba perhatiin masalah kapasitas ruangan. Gua sering dateng ke kondangan, dimana kapasitas ruangan dengan jumlah tamu tidak seimbang, jadinya sesak dan jalan aja susah. Dulu gua agak memaklumi si penyelenggara acara, tapi sejak gua kondangan bareng Jayden, gua merasa ga nyaman dengan tempat kondangan yang penuh sesak gitu. Sekarang Jayden masih bayi, jadi masih bisa melipir ke pinggiran, coba kalo uda gedean dikit dan bisa lari-lari, ngejarnya kan susah kalo jalan aja uda ribet. Jadi masalah kapasitas ruangan ini penting menurut gua, karena ini berhubungan dengan tamu-tamu yang kalian undang. Tentu kalian ingin tamu-tamu yang datang menikmati acara dengan baik kan, dan bukannya malah menggerutu.

2. Kalo tadi masalah ruangan, sekarang ke masalah catering. Catering yang baik, pasti akan mengundang kalian untuk test food, dan test food itu biasanya diadakan pada saat mereka lagi perform di salah satu wedding. Ketika sedang test food, jangan cuma sekedar mencicipi rasa, tapi perhatiin performa mereka juga. Ga usah ragu untuk ikut masuk ke weddingnya, bukan untuk numpang makan. Tapi coba perhatiin hal-hal yang lain, seperti kebersihan piring, gelas, dan sendoknya, lalu kesigapan orang-orangnya juga. Kalian pasti ga nyaman kan kalo makan sambil ngeliatin tumpukan piring kotor yang ga diangkat-angkat. Kadang kan suka ada tamu nakal yang suka naro piring kotor seenaknya, disinilah kesigapan si catering diperlukan. Jangan lupa sesuaikan jumlah makanan dengan tamu yang kalian undang, ada itung-itungannya koq.

3. Selain gedung dan catering, ada satu lagi elemen penting resepsi pernikahan. Dekorasi? Bukan! Terus apa dong? Entertainment! Hahaha. Mungkin karena gua dan si suami sama-sama suka musik, jadi tiap kali kondangan pasti memperhatikan musiknya juga. Usahakan, kalian punya list lagu yang akan dimainkan pada saat resepsi nanti. Kalo kalian menyerahkan sepenuhnya pada pihak entertainmentnya, tetap seleksi lagu-lagu yang akan mereka mainkan. Dan ingat, ga semua lagu romance cocok dimainkan di acara wedding loh. Contohnya, coba simak baik-baik terjemahan lagu "I Will Always Love You" ini....

If I should stay
Jika aku harus bertahan
I would only be in your way
Aku hanya mau bertahan di sisimu
So I'll go but I know
Maka, aku kan pergi namun kutahu
I'll think of you every step of the way
Di tiap langkahku ku 'kan selalu memikirkanmu

Chorus:
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu

You, you, my darling you (mm)
Kau, kau, sayangku kau (mm)

Bittersweet Memories
Pahit manisnya kenangan
That is all I'm taking with me
Semua kubawa bersamaku
So goodbye please don't cry
Maka selamat tinggal, janganlah menangis
We both know I'm not what you
Kita berdua tahu aku bukanlah yang kau
You need
Kau butuhkan

Chorus:
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu
I will always love you
Aku akan selalu mencintaimu
You, you, my darling you (mm)
Kau, kau, sayangku kau (mm)

I hope life treats you kind
Kuberharap hidupku kan baik-baik saja
And I hope you have all you dreamed of
Dan kuharap kau gapai semua mimpimu
And I wish to you joy and happiness
Dan kudoakan agar kau gembira dan bahagia
But above all this, I wish to you love
Namun yang terpenting, kudoakan kau dapatkan cinta

Repeat Chorus (3X)

You, darling I love you
Kau, sayang aku cinta kau
Oh, I'll always, I'll always love you (oo-oo)
Oh, aku 'kan selalu, aku 'kan selalu mencintaimu (oo-oo)

Menurut kalian, apa lagunya cocok dinyanyiin di resepsi pernikahan? Selain itu, sebisa mungkin pihak entertainment juga mengiringi prosesi masuk kalian. Kalo bisa sih jangan pake CD. Kalian kan uda bayar mereka, jadi biarkanlah mereka berkreasi untuk menghasilkan musik yang indah untuk mengiringi prosesi masuk kalian. Dan lagi, musik live itu bikin prosesi masuk jadi lebih manis ketimbang CD. Ini sih kalo menurut gua, hehehe. Dan kalo ada sodara atau teman yang mau nyumbang nyanyi, sebisa mungkin jangan on the spot. Selain bikin pusing pihak entertainment, kalian juga harus tau mereka akan nyanyi lagu apa. Jangan sampe lagu "Someone Like You" dinyanyiin di resepsi kalian loh.

4. Wedding jaman sekarang pasti ada photoboothnya. Emang photobooth ini menarik sih. Berkat photobooth, gua jadi tau siapa-siapa aja yang uda dateng ke resepsi gua. Dan sebagai tamu, gua juga suka majang foto-foto hasil photobooth, secara kami orang yang males nyetak-nyetak foto, hahaha. Tapi...balik lagi ke kapasitas ruangan, kalo emang ruangannya ga memadai, ya ga usah dipaksa. Jangan sampe kehadiran photobooth malah bikin ruangan yang tadinya sempit jadi makin sempit. Dan lagi, photobooth ini optional koq, ga ada pun, ga jadi masalah.

Segitu aja sih masukan-masukan dari saya. Ingat, untuk resepsi, utamakan kenyamanan tamu terlebih dahulu. Karena kalo tamu nyaman, hati senang, ga ada yang menggerutu, acara pun pasti berjalan lancar. Buat para bride & groom-to-be, selamat mempersiapkan pernikahan ya. 

OOTD Jayden ke kondangan.

13 February 2015

Kepada Bride-To-Be

Belakangan ini, gua suka baca-baca wedding blog orang-orang, mengingatkan gua akan persiapan wedding gua sendiri setahun yang lalu. Dari sejak pertama kali gua tau gua akan married, gua jadi suka segala sesuatu yang berhubungan dengan wedding. Kayaknya banyak hal yang indah-indah yang memanjakan mata. Mulai dari foto-foto yang apik, gaun yang cantik, dekorasi yang indah, dan makanan yang enak, hahaha.

Ngomong-ngomong soal wedding, siapa sih yang paling ribet dalam mempersiapkan pernikahan? Tentu si bride-to-be. Ya, emang ada groom-to-be yang juga ikut ribet, tapi itu jarang banget. Kalo gua dan si suami sih, uda pasti gua yang paling ribet, hahaha. Karena yang namanya menikah itu kan sekali seumur hidup, tentu gua pengen moment sekali seumur hidup ini jadi moment yang tidak terlupakan. Apalagi moment kayak gini ga bakal diulang lagi, uda pasti gua pengen sesuatu yang sempurna. Tapi.....karena budget kami terbatas, jadi gua harus pinter-pinter memilih vendor yang berkualitas dengan harga anak kost. Dan buat gua, referensi itu penting banget. Makanya waktu mempersiapkan pernikahan setahun yang lalu, gua sering banget browsing sana sini, baca review vendor-vendor di blog, dan nanya temen-temen tentang vendor yang mereka pake. Dari situ akhirnya gua punya beberapa list vendor.

Masalah terbesar kami waktu itu selain budget adalah waktu. Si suami itu tipe cowo yang pecicilan, alias sibuk sana sini. Waktu buat ketemu gua aja kadang uda susah, apalagi ketemu vendor. Makanya kami rajin banget dateng ke pameran, karena di pameranlah kami bisa ketemu banyak vendor dengan waktu kami yang terbatas. Tapi ga asiknya kalo ketemu vendor di pameran tuh, ngobrolnya ga bisa puas. Ada satu vendor unggulan dimana gua harus ngantri baru bisa ketemu ownernya. Belom lagi kami dirayu-rayu dengan “harga pameran” yang membuat kami harus deal saat itu juga. Untungnya gua dateng ke pameran dengan beberapa list vendor yang emang uda kami incer.

Nah, bagi para bride-to-be, berbahagialah kalian, karena sekarang ada bridestory.com, website yang isinya wedding vendor yang berkualitas. Tampilannya rapi dengan warna yang manis banget. Vendor-vendor yang ada juga dibagi per kategori, kayak wedding venue, wedding decoration, wedding makeup, bridal, entertainment, bahkan ada men’s formal wear, yang memudahkan kalian untuk mencari vendor-vendor yang kalian mau. Budget terbatas? Ga usah khawatir. Di bridestory.com ada opsi budget di menu search, jadi kalian tetap bisa mencari vendor yang sesuai dengan budget kalian. Dan begitu kalian ketemu vendor yang menurut kalian oke, kalian bisa langsung menghubungi mereka by phone atau by email yang tertera di bridestory.com untuk mengetahui pricelistnya. Ingat, vendor yang baik itu adalah vendor yang mempunya marketing yang kooperatif, mau menjawab pertanyaan sampe sedetail-detailnya, dan tidak memaksakan kalian untuk deal saat itu juga.

Para bride-to-be pasti betah deh ngubek-ngubek bridestory.com, soalnya disana juga banyak ide-ide menarik yang bisa kalian jadikan referensi untuk wedding kalian. Yang paling gua suka nih, beach wedding hairstyle inspiration. Sebagai wanita yang pernah punya mimpi menikah di pinggir pantai, gua suka banget sama model-model rambutnya. Beberapa vendor yang gua pake juga ada di bridestory.com. Coba kalo bridestory.com ini uda ada pas gua lagi persiapan married kemaren, mungkin gua akan jarang ke pameran, hehehe.

Jadi buat para bride-to-be (atau mungkin groom-to-be), selamat hunting! Jangan lupa, sesempurna apapun pernikahan kalian rencanakan, pada akhirnya bukan tentang dimana kita menikah atau model gaun apa yang kita kenakan atau bunga jenis apa yang kita pakai, tapi dengan siapa kita menikah. Dan yang paling penting, adalah kehidupan setelah pernikahan nantinya.

01 November 2013

Finally

Kemaren, hari ulang taon gua yang ke-27 sekaligus kita ngadain sangjit. Besok, hari yang udah kita tunggu-tunggu selama kurang lebih 1,5 taon.

Perasaannya gimana?

Exited. Happy. Deg-degan. Grogi. Terharu. Macem-macem deh, hahaha.

Dan yang sekarang ada di kepala gua adalah....gua belom hafal itu janji nikah, hahaha.

Anyway, thank you buat semua dukungan teman-teman ya. Giveawaynya akan gua adain sepulang hanimun, hihihi. Ditunggu ya.

29 October 2013

Laduree

Countdownnya uda tinggal berapa? Monggo diliat disamping. Yang pasti, gua uda tinggal nyanyi "menghitung hari" hahahaha. Tapi apakah kita uda santai? Tentu tidak, hahaha.

Sesama designer pasti mengerti, betapa kita tidak akan santai kalo menjelang deadline gini, hahahaha.

Sampe tadi siang, gua masih ke kantor JNE buat kirim undangan. Ini gara-gara gua yang tadinya mikir "anterin aja deh, toh rumahnya deket ini" berubah menjadi "uda kirim ajalah" dan berakibat gua harus bolak balik JNE tiap hari. Saking seringnya gua ke JNE, pas tadi siang kesana, mbanya langsung nyodorin kertas ama bolpen buat nyatet alamat. Dan pas mereka input data, langsung ngomong "dari Melissa kan?" hahahaha. Harusnya gua dapet diskon nih.

Lalu liturgi yang rencananya hari ini selesai, ternyata kepending gara-gara satu dan lain hal. Ditambah lagi, besok gua masih harus ngurusin segala keperluan sangjit. Dan malemnya, camer beserta keluarganya si ndud nyampe Jakarta, jadi kita kudu ngurusin apartemen tempat mereka nginep. Rencananya sih, semua uda harus beres di hari Kamis pagi.

Tapi selain itu, ada beberapa hal juga sih yang uda beres. Kayak dekorasi gereja, temen gua mulai ngedekor dari hari Jumat malem. Lalu ranjang juga uda dateng, terus make up pagi buat mertua ama kakaknya si ndud juga uda dibooking. Segala aksesoris juga uda dibeli. Barang-barang sangjit juga uda beres, cuma tinggal dihias-hias doang.

Gokil ya! Acaranya cuma seharian, tapi rempongnya ampe setaon, hahaha.

Mari kita lupakan sejenak masalah wedding. Gua mau ceritain yang lain.

Gua punya tante dari nyokap yang married sama bule Perancis, dan sekarang mereka menetap di Perancis. Waktu kapan mereka balik, gua nanya-nanya tentang macaron. Soalnya yang gua tau, macaron itu kan asalnya emang dari Perancis. Ternyata pertanyaan sederhana gua itu melekat di benak mereka. 

Kira-kira beberapa bulan yang lalu, mereka bilang mau balik Jakarta buat menghadiri wedding gua. Gua sih girang banget. Soalnya gua emang ngarepin keluarga-keluarga bisa ngumpul di hari itu. Tiap kali nelp, mereka selalu bilang mau bawain macaron buat gua. Ya gua sih ga ngarepin apa-apa, mereka dateng aja gua uda seneng banget.

Dan beberapa hari yang lalu, mereka sampe juga di Jakarta dengan membawa ini....


Macaron yang konon katanya terkenal banget. Macaron yang konon katanya merupakan macaron paling enak di Perancis. 

Wah! Gua seneng banget. 


Rasanya? Sumpah ini enak banget. Rasanya ga kayak macaron yang dijual di Indonesia. Kalo biasanya kan manis banget, yang ini rasanya pas, ga ampe manis banget. Pokoknya enak banget deh.

Gua paling suka yang....semuanya! hahahaha. Dan karena ini dibeliin, jadi gua ga tau rasanya apa-apa aja, dan ga tau juga harganya berapa, hehehe. Tante gua bilang, ini cuma bertahan ampe tiga hari. Makanya begitu nyampe, langsung abis dalam dua hari, hahaha.

Mahal di kantongan kalo kata tante gua sih.

Bonus. Dibawain ini juga...


Kalo yang ini tahan lama sih, tapi tetep...di kulkas uda tinggal dua biji, hahaha.

Tongkrongin terus blog gua ini ya, karena akan ada giveaway dalam waktu dekat. 

26 October 2013

H-6

6 hari lagi sodara-sodara. Countdownnya uda tinggal satu digit. Ini uda bener-bener menghitung hari, hahahaha.

Harusnya sih, di H-6 ini semuanya uda pada beres. Uda tinggal leha-leha, santai-santai, deg-degan. Tapi boro-boro deg-degan, stress malah masih, karena masih banyak yang belom beres. Emang tipikal anak design ya gitu, kalo ga mepet-mepet deadline ga enak, hahahaha.

Apa aja yang belom beres?
  • Undangan masih disebar, hahaha. Ternyata nyebar undangan ga semudah yang kita pikirkan.
  • Liturgi belom dicetak. Covernya uda gua bikin, liturginya sendiri juga uda beres, cuma tinggal dicetak aja. Rencananya kita cuma cetak 100 biji, biar sisanya memanfaatkan slide aja. Kan ceritanya go green, hahaha.
  • Foto-foto belom dimasukkin ke frame. Fotonya uda dicetak, framenya juga uda ada, cuma tinggal dimasukin aja.
  • Kamar gua belom beres, ranjang juga belom dateng. Rencananya hari Selasa baru dateng. Mepet? Uda biasa, hahaha.
Terus apalagi ya. Kayaknya tinggal segitu.

Sementara yang uda beres... 

  • Nasi kotak buat pemberkatan uda diorder. Akhirnya kita order Hendrawan yang uda ketauan makanannya enak. Kalo kekhawatiran gua tentang makanan di resepsi uda mulai hilang, sekarang muncul kekhawatiran tentang makanan di pemberkatan, hahaha. Mudah-mudahan bersisa. Soalnya sisanya mau buat makan crew sorenya. Biar ga usah keluar duit buat beli-beli lagi.
  • Souvenir buat pemberkatan juga uda diorder, tinggal diambil. Diordernya pun beberapa minggu yang lalu, hahaha. Mendadak banget. Karena mendadak, akhirnya kita order di tempat yang sama yang souvenir buat resepsinya. 
  • Slide foto-foto sama slide liturgi buat pemberkatan juga uda beres.
  • Hadiah lempar bunga juga uda ada.
  • Besok juga fitting uda fitting gaun terakhir, sekalian ngambil foto kanvas. Lalu besok juga mau ngasih semua barang-barang ke WO, biar hari H kita uda ga usah pusing mikirin ini dimana itu dimana. Dan besok juga mau ke tempat Ci Evlin buat ngasih foto ukuran 10R buat ditaro di gallery photo. Padat ya besok jadwalnya, hahaha.
  • Apartement buat keluarganya si ndud juga uda diurus. Kita akhirnya nyewa 2 unit. Satu buat keluarganya si ndud, yang dua kamar. Dan satu lagi yang satu kamar, buat jemput-jemputan. Jadi ceritanya dia keluar dari sana. 
  • Bayar-bayaran juga uda pada lunas semua *lap keringet*
Rencana indahnya, sebelum sangjit uda harus pada beres semua. Biar menjelang hari H, gua uda tinggal santai-santai. 

Mudah-mudahan semuanya lancar ampe minggu depan. Semangat semangat! 

20 October 2013

Bridezilla #3

"Dud, kira-kira makanannya bakal cukup ga ya? Takut kurang deh"

"Percaya aja, pasti cukup. Tuhan aja bisa memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Percaya kalo Tuhan juga pasti bisa mencukupkan makanan kita nanti"

Sekarang, di kala undangan uda disebar dan menu makanan uda dipilih beserta jumlah piring-piringnya, kita hanya bisa mengimani kalo makanan yang disajikan akan dicukupkan nantinya.

Ga hanya soal makanan, kita juga mengimani kalo semuanya akan lancar pas hari H nanti.

12 hari lagi. Semangat!

17 October 2013

15!

Heiho! Apa kabar countdown? Mari kita liat bersama-sama. Ternyata uda di angka.....

15! 

Setengah bulan lagi euy. Ga nyangka ya, waktu cepet banget berlalu. Perasaan baru taon lalu gua dan si ndud muter-muter ke pameran sambil nyari-nyari vendor mana yang cocok, tau-tau sekarang uda pada minta dilunasin semua, hahaha 

*brb cari emas batangan*

Seperti kata jeung Dian, kayaknya gua emang anak design sejati, semuanya serba mepet deadline, hahaha. Jauh-jauh hari masih nyantai-nyantai, begitu deket baru kelimpungan sana sini, hahaha.

Mari kita list apa-apa aja yang uda kelar.

Souvenir akhirnya uda diambil *tebar confetti* Dan karena baru diambil Sabtu kemaren, kita kayaknya uda ga sempet deh ngecekin satu-satu ada yang cacat apa ga. Kemaren sih uda dibuka beberapa dus, hasilnya bagus-bagus. So far, kita puas banget sama souvenirnya. Unyu banget. Untung minta lemari lagi ama Ci Evlin, jadi itu souvenir bisa dipajang, hehehe.

Jasnya si ndud akhirnya kelar juga. Mantap deh Kopaka. Di saat semua penjahit-penjahit pada bilang sebulan, di Kopaka dua minggu uda kelar. Jahitannya juga rapih banget. Yang paling penting, harganya pas di kantong, hahaha. Si ndud jadi keliatan ganteng, dan perut buncitnya juga ga keliatan, hahaha.

Lalu, hari Minggu kemaren, gua juga uda mulai fitting gaun bareng dua bridesmaid. Sekalian milih-milih aksesoris, crown, dan lain sebagainya. Nyokap gua juga uda fitting gaun buat pemberkatan maupun buat resepsi. Dan kemaren, kita juga uda pilih-pilih menu di Christ Iwan.

Dan terakhir...ini nih yang akan gua bahas panjang lebar. Akhirnya undangan uda disebar, hahahaha. Reaksi orang-orang beragam banget waktu terima undangan. Tapi yang paling bikin gua kaget, sekaligus bikin gua terharu, ada beberapa yang bilang,

"Saya mah ga usah dikasih undangan juga uda pasti dateng. Kalian ambil lagi aja, kalo nanti kurang."

Sungguh amat terharu *lap air mata*

Dan karena undangan orang gereja ada sebanyak ini....


Jadinya ga kita bawa semua hari Minggu kemaren, akibatnya banyak yang bilang gini,

"Undangan buat om mana?" "Undangan buat tante mana?"

Dan kalo kalian bertanya-tanya kenapa bisa sebanyak itu. Itu karena si ndud orangnya ramah ama siapa aja. Saking ramahnya, hampir semua om tante minta diundang. hahaha.

Terakhir, gua akan memberi tips-tips kepada para bride and groom to be, supaya kalian ga dikejar-kejar deadline kayak gua.

1. Sebisa mungkin order undangan dari jauh-jauh bulan. Kenapa? Karena seperti yang gua posting sebelumnya, nempelin label dan masukin plastik itu butuh waktu lama. Apalagi kalo undangan kalian banyak, kalo jadinya mepet-mepet, dijamin akan begadang kayak gua dan si ndud, hahaha.

2. List nama-nama tamu undangan minimal satu bulan sebelum undangan disebar. Ga cuma sekedar list nama, tapi nama lengkap. Gua sih ga masalah kalo terima undangan namanya cuma Melissa doang, tapi ada sebagian orang, apalagi orang-orang yang jabatannya tinggi, akan merasa ga dihargain kalo undangannya ga pake nama lengkap. Ga cuma list nama tamu kalian aja, tapi juga list nama temen-temen orang tua, saudara, dll. Kalo engga, akan kejadian kayak kita. Ampe sekarang pun gua masih ngelist nama, ngetik di label, ngeprint, nempel, dan masukin plastik, hahaha. Padahal di fase bagi-bagi undangan, kegiatan itu harusnya uda kelar.

3. Buat kalian yang masih nulis nama di Facebook dengan nama alay seperti 'Budi chayang kamuwh selaluw' cobalah ganti dengan nama asli. Kenapa? Karena ternyata facebook merupakan media paling mudah buat tau nama lengkap tamu yang akan diundang. Kalian ga mau kan, trima undangan dengan label nama 'Budhi chayang kamuwh selaluw'

4. Buat yang ngeprint label sendiri, sebelum mulai ngeprint, selalu cek tinta printer. Jangan kejadian kayak kita, uda mau mulai ngeprint, ternyata tintanya uda kering karena kelamaan dianggurin, hahaha. 

5. Sedia label tom&jerry yang banyak. Karena akan ada banyak kemungkinan salah ketik, salah nama, salah ngeprint, salah embel-embel 'and fam' atau 'and partner'

6. Siapin budget buat kirim-kirim undangan pada saat kalian nyusun budget di awal. Karena akan ada banyak banget undangan yang pada akhirnya harus dikirim. 

Sekian tips dari saya. Dan sekian update dari saya. Doakan semuanya lancar-lancar ya ampe hari H nanti. Hwaiting!

10 October 2013

Mabok!

Harus nempelin label dan bungkusin undangan sebanyak ini.....

08 October 2013

Never Ending Question

Sebelum gua masuk ke postingan yang sesungguhnya, gua mau update beberapa progress di H-24 ini. 

Undangan akhirnya uda diambil, dan kita puas banget ama hasilnya. Gua suka banget ama undangannya. Harganya emang sedikit melebihi budget kita, tapi kan ada harga ada rupa. Good price and best quality. Dan uda beberapa hari ini kerjaan kita ngeprint label nama, nempel-nempelin, trus masukin ke plastik. Gua ampe mabok sendiri. Undangannya nanti gua masukin sini kalo uda dibagi semua ya. 

Lalu, design wedding cake pun uda kepilih. Tadinya kan mau custom, cuma pas pameran kemaren liat-liat design kuenya, ada satu design yang pas banget sama tema. Ya udahlah, akhirnya pilih itu aja. Lagian untuk kue, kita ga terlalu rewel. Yang penting tuh rasa kuenya, hahahaha.

Lalu, design untuk dekorasi juga uda fix. Beberapa hari lalu, gua ke kantor Ci Evlin buat mastiin lagi design dekorasi gua. Soalnya terakhir milih kan di pameran, kayaknya milihnya kurang diresapi, hahaha. Lagian ngobrol di kantornya lebih enak, nanya ini itu lebih gampang. Kalo di pameran rame banget. Standnya Ci Evlin laris manis sih, hehehe.

Lumayan, uda ada beberapa hal yang uda ga usah kita pusingin lagi. Beberapa perintilan juga uda gua oper ke WO buat mereka urus. Sekarang paling lagi ribet masalah undangan aja, hahaha. Dan lunas-lunasin tentunya *brb nyari emas batangan*

Mari sekarang kita masuk ke inti postingan ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, pertanyaan-pertanyaan kepo seperti "kapan nikah" dan lain sebagainya itu ga akan ada habis-habisnya.

Waktu gua masih jomblo, tiap kali reunian sekolah atau pertemuan keluarga, pasti ditanyain "Melissa uda punya pacar belom?" atau kadang-kadang ada yang suka sotoy nanya "Melissa pacarnya koq ga dibawa?" 
Ketika uda punya pacar dan uda ada yang bisa diajak ke reunian dan pertemuan keluarga, yang ditanyain beda lagi "Kalian kapan nikah?" atau kalo kita ke kondangan pasti ditanyain "Kapan nyusul?" Selama hampir lima tahun, kita uda kenyang ditanyain pertanyaan kayak gini. Dan kadang, yang nanya ya itu lagi itu lagi. 
Dan sekarang, ketika gua lagi mempersiapkan pernikahan, kira-kira apa yang mereka tanyain?

Ada yang tau?

Coba tebak?

Ga tau?

Pertanyaannya adalah.....

"Mau langsung punya anak atau nunda dulu?"

Hahahahahaha....

Serius. Uda nyaris ga keitung berapa orang yang nanya pertanyaan ini ke gua. 

Kalo pertanyaan-pertanyaan sebelumnya bersifat umum, yang ini uda mulai menyentuh ranah privasi. Seumur-umur, gua ga pernah loh nanya pertanyaan kayak gini. Paling yang gua tanyain ya pertanyaan-pertanyaan yang umum aja. Itu juga gua cuma nanya ke orang-orang yang uda gua kenal deket. 

Nah, kalo masalah mau punya anak atau nunda dulu, bukankah itu permasalahan si suami istri? Lalu kalo gua jawab mau langsung punya anak, mereka akan bilang "Ga usah buru-buru, nikmatin dulu aja masa-masa berdua. Kalo uda punya anak, pasti ga bisa mesra-mesraan lagi" dan kalo gua jawab mau nunda dulu, mereka akan bilang "Anak itu anugrah, ngapain pake nunda-nunda segala. Rejeki pasti akan dateng sendiri koq" 

Oke deh *garuk-garuk kepala*

Jadi....enaknya gua jawab apa ya? Hehehehehe...

02 October 2013

30!

Tepat di hari ini, countdown gua uda memasuki angka ke 30, yang berarti...satu bulan lagi, sodara-sodara. 

Deg-degan? Belom sih, hahaha.

Dibanding deg-degan, gua lebih ke arah panik, karena banyak urusan yang belom beres. Dan yang makin bikin kita stress adalah bulan ini semuanya uda harus pada lunas, hahaha *nanem pohon duit*

Sesuai janji gua, di countdown ke 30 ini gua mau kasih liat foto prewed kami. Seperti yang pernah gua bilang, foto prewed kami terbagi dalam dua konsep. Konsep outdoor yang full casual dan candid, sementara konsep indoor yang full gown. Gua dan si ndud amat sangat puas sama hasil-hasil fotonya.

Tanpa perlu berpanjang lebar lagi, monggo diliat-liat fotonya.

Ini foto-foto outdoornya dulu. 

Belom resmi, jadi kissnya dijidat dulu, hahaha.

Coba tebak ini dimana? #bukankuis

Ceritanya abis makan. Perut kenyang deh.

Ini mau sok-sokan pose ala drama korea, hahaha.

Gua keliatan kurus disini, hahaha.

"Neng, mau permen?"

Bonus foto dari fotografernya.

Ini beneran mau beli minum, eh tiba-tiba dijepret, hahaha.

Behind the scene. Babi buruk rupa berubah jadi angsa.

Dan berikut ini foto-foto indoornya. Ga banyak sih, soalnya yang pake gaun penganten gua keep sampe hari H.

Pose wajib kalo foto prewed.

Suka banget ama foto yang ini.

Gimana? Gimana? Bagus kan, hihihihi *maksa* Abaikan lengan gua yang gede dan badan gua yang gembul. Uda males ngedit-ngedit, biarlah itu foto tampil apa adanya, hahaha.

All outdoor photo captured by Tobias Ryan Portraiture and all indoor photo captured by New Brides.

01 October 2013

Sangjit

Sesuai janji di postingan sebelumnya, kali ini gua mau ngomongin masalah sangjit. Apa itu sangjit? Silahkan digoogling sendiri karena gua pun ga ngerti apa itu sangjit, hahaha. Ga ngerti tapi harus dijalanin. Namanya juga tradisi, cuma gua sih lebih ke arah menghormati orang tua. Mereka minta ada sangjit, ya sudah kami ikutin.

Kemaren malem, salah satu tante gua yang ngerti masalah sangjit-sangjit ini dateng ke rumah buat ngejelasin gimana prosesinya. Kenapa harus tante? Karena emak bapak gua pun ga ngerti, hahaha. Once again, ga ngerti tapi kekeh harus ada. Ya sudahlah, sekali seumur hidup ini.

Menurut si tante, nampan-nampannya minimal harus ada enam. Minimal loh ya, berarti boleh delapan, sepuluh, tapi harus genap katanya. Kita ambil angka terendah, yaitu enam! Hahaha. Dan isi nampannya adalah :

1. Baju / kain untuk cewe cowo
2. Satu set perhiasan dan parfum untuk cewe, ikat pinggang dan dompet untuk cowo. Parfum buat cowo kayaknya optional, boleh ada boleh engga. Jam tangan juga bisa sih.
3. Sepatu untuk cewe cowo
4. Uang susu. Apa itu uang susu? Monggo digoogling, hahaha. 
5. Buah-buahan untuk cewe cowo. Si tante bilang, biar ga repot pake buah kalengan aja.
6. Kue-kue, arak, dan kaki babi. Ini dijadiin satu aja katanya.

Kenapa harus ada cewe cowo? Jadi kata si tante, pihak cewe nyiapin barang-barang keperluan cowo. Lalu pihak cowo dateng ke rumah cewe bawa-bawa nampan yang isinya tuh barang-barang cewe. Kemudian nampan itu diambil ama pihak cewe dan dituker isinya sama barang-barang dari pihak cowo. Kalo yang uang susu itu disiapin sama pihak cowo dan akan diambil sama pihak cewe. Sementara pihak cewe nyiapin uang.....lupa namanya uang apa, yang pasti nominalnya lebih kecil daripada uang susu, dan akan diambil sama pihak cowo.

Rempong? Sangat! Pusing? Banget! Hahahaha

Nah...yang bawa nampan itu harus orang-orang yang uda married. Boleh pihak keluarga, boleh temen, boleh siapapun, yang pasti harus uda married. Tapi ga boleh orang tua yang bawa nampan. Nampannya sendiri sih kita uda beli beberapa biji, paling tinggal beli beberapa lagi trus dihias sendiri. Nampan-nampan gitu harganya ga terlalu mahal-mahal amat.

Idealnya, pelaksanaan sangjit itu satu minggu sebelum hari H atau bisa beberapa minggu sebelum hari H. Tapi karena keluarganya si ndud nun jauh disana, maka pelaksanaan sangjitnya jadi beberapa hari sebelum hari H. Pikir biar mereka ga bolak balik, jadi sekalian di Jakarta bablas ampe hari H. Dan karena tanggal ultah gua berdekatan dengan tanggal wedding, maka sangjitnya pun diadain pas gua ultah.

Gila! Gua sampe lupa loh kalo bulan Oktober gua ulang tahun, hahaha. 

Tiga dari list di atas sih uda kita siapin. Baju-baju uda kita cicil beli dari jauh-jauh hari. Perhiasan, parfum, ikat pinggang, dan dompet juga uda kita beli pas lagi ada diskon, hahaha. Sepatu juga pake sepatu wedding. Tinggal siapin buah kaleng, kue-kue, dan segala perintilannya. Paling engga, masalah sangjit ini uda hampir beres.

Buat yang bingung, di Glodok katanya banyak tuh yang jual pernak pernik sangjit. Malah yang jual lebih ngerti tata cara sangjitan dibanding yang mau nikah, hahaha. 

30 September 2013

Update Dulu

Uda hampir dua bulan ini, gua ngerasa males ngurusin wedding. Seperti yang pernah gua bilang di beberapa postingan sebelum-sebelumnya, saking banyaknya perintilan yang harus diberesin, gua ampe mabok sendiri. Belom lagi pihak keluarga yang pengen ini, pengen itu, jadi makin males. Bawaannya uda pengen cepet-cepet hanimun aja, hahaha.

Tapi....

Semalem, entah kenapa, gua mulai kembali bersemangat ngurusin wedding. Mungkin karena gua berusaha menikmati semua kerempongan ini kali ya. Orang-orang yang uda married kan bilang, nikmatin aja, karena ini cuma sekali seumur hidup. Dan gua pun berusaha menikmatinya. Viola! Semangat yang tadinya mulai luntur, tiba-tiba muncul lagi, hahaha.

Dan di akhir bulan September ini, gua akan update beberapa progress.

1. Catering

Karena satu dan lain hal, gua ganti vendor catering ke Christ Iwan. Bukan berarti vendor catering gua sebelumnya jelek atau ga enak atau gimana, tapi ini murni karena masalah selera.

Dan seperti yang kita ketahui bersama, Christ Iwan itu uda kayak jaminan mutu. Makanannya uda dijamin enak-enak. Karena alasan itulah, waktu awal-awal gua nyari vendor catering, Christ Iwan ini gua masukin ke list. Cuma gua punya pengalaman ga enak banget dengan Christ Iwan. Waktu gua telponin mereka buat minta pricelistnya, salah satu marketing yang gua telp ngomongnya begini,

"Ci, kalo di Balai Sudirman, tamu cici minimal harus sekian ribu. Kalo engga, kita ga bisa terima. Cici cari catering lain aja"

Cih! Apa-apaan itu! Siapa lu ngurusin tamu gua ada berapa banyak. Saking kekinya, langsung gua coret itu vendor dari list. Tapi emang bener kata orang ya, dari benci bisa berubah jadi cinta, hahaha *ga nyambung*

Semua bermula dari salah satu pameran wedding yang kami datangin. Waktu itu sih ga ada niatan mau cari apa-apa di pameran, cuma pengen muter-muter, sekalian makan, hahaha. Kebetulan di pameran itu ada standnya Christ Iwan. Setau gua, Christ Iwan ini salah satu vendor catering yang jarang banget ikut pameran. Karena kami emang dateng buat nyicip-nyicip makanan, jadi kami mampir ke stand itu. 

Waktu itu, kami dateng bareng bokap nyokap. Kami dilayani sama Mba Enny dan...gua lupa satu lagi namanya siapa. Mereka ramah-ramah, baik-baik, dan menyenangkan. Beda banget ama mas-mas yang ditelp waktu itu. Lalu kami ditawarin buat test food di Balai Samudra.

Abis test food dan setelah melalui diskusi panjang lebar, akhirnya kami memutuskan buat pake Christ Iwan. Salah satu yang jadi pertimbangan tentu marketingnya si Mba Enny. Dia rajin ngabarin kapan ada test food, yang tentu saja ga pernah kami lewatkan, hahaha. Lalu dia juga pasrah kami grecokin dengan berbagai macam pertanyaan, hahaha. Dan yang paling penting, kami dapet bonus! Hahaha. Vendor ini emang terkenal dengan vendor yang pelit bonus. Tapi bukan Melissa namanya kalo ga pake acara minta bonus, hahaha.

Rencananya bulan Oktober, kami mau pilih-pilih menu. Dan bokap nyokap gua bilang harus ada Lontong Cap Gomeh di menunya. Lontong Cap Gomehnya asli enak banget. Katanya itu menu andalannya Christ Iwan.

Jadi buat vendor-vendor wedding di luar sana, marketing itu merupakan salah satu faktor penting apakah kalian berkualitas atau engga. Dan setelah deal pun kalian jangan langsung puas. Ingat! Kalian ikut mensukseskan momen sekali seumur hidup pengantin-pengantin loh.

2. Wedding car

Waktu awal-awal kita prepare wedding, om gua bilang dia mau minjemin alphardnya buat kita pake pas hari H. Tapi belakangan muncul omongan kalo mau married harus pake mobil khusus mobil penganten. Ya sudahlah. Males debat juga, hahaha. Akhirnya kita cari-cari vendor mobil deh.

Untuk urusan mobil ini, ada dua vendor yang muncul, yaitu Celine dan Fendi. Tapi karena Celine direkomendasiin sama WO dan gua juga uda males survey-survey lagi, akhirnya kami pilih Celine. Lagipula, range harga mobil sama semua. Tipe mobilnya sendiri kami pilih Alphard dengan alasan besar, luas, dan sanggup menampung bride&groom, 2 bridesmaid, dan 2 bestman, hahahaha.

Buat yang taon depan mau married, Celine lagi ngadain promo tuh dalam rangka ultahnya yang ke-10. Taon depan harganya cuma 1jt selama 10 jam dan berlaku via booking online. Periode pemesanan 1-31 Oktober, dan pemakaian 1 Januari-31 Agustus 2014. Info lengkapnya bisa diliat di www.celineweddingcar.net. Itu promo dulu-duluan kayaknya. Siapa cepat dia dapat.


Gua ngerayu-rayu engkonya buat dapet harga segitu di bulan November, tetep ga dikasih, hahaha. Berbahagialah kalian. Nemu promo kayak gini, berasa nemu mata air di padang gurun, hahaha.

3. Entertainment

Beberapa bulan yang lalu, gua dapet kabar dari si ndud kalo pemain saxophonenya mendadak ga bisa main pas hari H. Gua sedih banget dengernya. Lalu tiba-tiba semalem gua dapet bbm dari si pemain saxophone ini,

"Ci Mel. Kabar baik. Aku jadi bisa main di nikahan cici."

Waaaaaa! Senang luar biasa, hahaha. Selain itu, tim entertaintment kami juga uda mulai latian minggu lalu. 

Sekian updatenya. Yang lain-lain belom ada progress apa-apa lagi, hahahaha. Abis ini gua mau posting masalah sangjit, bagian dari wedding preparation yang paling bikin mabok, hahahaha. 
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.