14 February 2012

Scent Of A Woman


Cast :

Kim Sun Ah : Lee Yeon Jae
Lee Dong Wook : Kang Ji Wook
Uhm Ki Joon : Chae Eun Suk
Seo Hyo Rim : Im Se Kyung

Sinopsis :

A woman, Lee Yeon Jae is given the grim prognosis that she only has a short time left to live. She decides to quit her job at a travel agency and live her life to the fullest.

Sinopsis diambil dari sini.

Review :
Sebelumnya gua mikir-mikir, antara mau nonton ini atau Protect The Boss. Setelah melihat beberapa review di internet, akhirnya gua mutusin buat nonton ini duluan. Dari episode pertama, gua uda jatuh cinta sama serial ini. Dari segi cerita, memang terdengar klasik, si tokoh cewe divonis kanker. Tapi percayalah, serial ini beda dari serial serupa pada umumnya. Alur ceritanya selalu bikin penasaran dan tidak membosankan. Sampe episode terakhir, gua gambling, apakah si cewe bakal mati atau ga. Maklum, gua ga suka serial sad ending. Biasanya, kalo menemui cerita dengan tema seperti ini ga akan gua tonton, tapi serial ini beda dari yang lain. Untung serial ini berakhir dengan manis.

Untuk para pemainnya, kecuali Uhm Ki Joon yang pernah main di Dream High, gua ga pernah ngeliat aktingnya. Kim Sun Ah sebelumnya terkenal di My Name is Kim Sam Soo bareng Hyun Bin dan City Hall bareng Cha Seung Won. Tapi gua belom pernah nonton dua-duanya. Dan harus gua akui, aktingnya Kim Sun Ah top abis. Walaupun ga bikin gua mewek kayak Endeless Love, tapi aktingnya bikin gua ngerasain semangatnya Lee Yeon Jae untuk hidup. Begitu juga aktingnya Lee Dong Wook, keren abis. Chemistri mereka berdua disini juga dapet banget. Banyak adegan romancenya. Kissing scenenya, walaupun ga banyak dan ga hot, tapi terlihat manis buat gua. Setidaknya, adegan kissnya menggambarkan sesuatu.

Gua suka ngeliat gimana sang sutradara mengambil banyak angle di beberapa adegan, lalu mengeditnya menjadi satu scene yang akhirnya jadi bagus banget. Di serial ini juga banyak pemandangan yang memanjakan mata. Mulai dari indahnya Okinawa, sampai manisnya Pulau Jeju. Yup, Jeju kayaknya jadi favourite banyak sutradara untuk syuting serial ya.

Banyak scene yang jadi favourite gua disini, salah satunya tango scene antara Lee Yeon Jae dan Kang Ji Wook. Di situ keliatan banget gimana perasaannya Ji Wook ke Yeon Jae. Bed scenenya juga gua suka. Ga se-hot kayak di Secret Garden, tapi tetep keliatan manis. Keliatan banget kalo mereka berdua saling membutuhkan satu sama lain.

Banyak pelajaran yang bisa gua ambil dari serial ini. Walaupun divonis cuma bisa bertahan hidup selama 6 bulan, tapi Lee Yeon Jae tetap semangat untuk melakukan hal-hal yang ingin dia lakukan. Dia tidak ingin nantinya meninggal dalam penyesalan. Do everything what you want to do. Do everything that makes you happy. Dan Kang Ji Wook tetap tulus menyayangi Lee Yeon Jae walaupun tahu sisa hidup Yeon Jae tinggal beberapa bulan. Ini serial kedua yang inspired banget yang gua tonton setelah 49days. Serial ini sangat gua rekomendasikan buat para pecinta Korea, yakin ga akan nyesel deh nontonnya.
The best line from Kang Ji Wook, "If you're pushing me away because you're worried for me, you don't need to do that. Whatever disease you have and however long you have to live. I don't care. I just want to be with you." Kyaaaaaakkkk, merinding ga sech dengernya... hehehehe.



Ini tango scene yang bikin penonton menahan nafas. Chemistrynya dapet banget.




Dan ini bed scenenya. Angle dan editannya bagus banget ya. Lee Dong Wook dan Kim Sun Ah keren banget. Setidaknya, mereka kissing beneran.



Paling suka soundtracknya yang ini.


Lee Dong Wook lumayan ganteng, tapi banyak tampang cengonya disini. Untung cengo-cengo juga masih tetep ganteng.


My fave couple.

13 February 2012

Don't Worry

This one is for my friend. Move on, bro. Even it's hard, I know you can do it. Hwaiting! (tau ga artinya apa?)

PS : Gua jg mau dong ditraktir makan...hahahaha.

11 February 2012

Lee Seung Gi's Heritory 2012



Can't wait to see him in new drama. Lee Seung Gi, hwaiting!

09 February 2012

Ga Boleh Banyak Makan

Tempat : Busway
Tokoh utama : ibu gendud (IG) dan anak kecil gendud (AG) yang umurnya kira-kira 4 tahun.


AG : "Mama.... aku mau makan pizza ya nanti."
IG : "Ga boleh, kamu uda gendud."
AG : *meraung-raung* "Aaaaaahhhh.... aku mau pizza."
IG : "Kamu ga boleh makan banyak-banyak tau, badan kamu uda gede. Kamu lihat ga tuh si Ade Namnung? Dia meninggal gara-gara terlalu gendud. Makanya kamu ga boleh banyak makan, nanti kamu bisa sakit kayak Ade Namnung."
AG : "Ya ampun...berarti bentar lagi mama bakal mati dong."
IG : ...........

Didengar semua penumpang busway yang langsung melihat ke tubuhnya masing-masing.

PS : Ini si ibu yang salah memberikan analogi atau si anak yang terlalu cerdas?

06 February 2012

Another Sushi Tei

Hari Kamis kemaren, gua dan sepupu lunch bareng di Sushi Tei. Kenapa kesini lagi setelah beberapa waktu lalu kesini juga? Karena gua beli dua biji voucher Sushi Tei dari disdus. Dan gua beli menu yang sama. Niat awalnya sech satu buat pacar dan satu buat nyokap. Tapi nyokap sok-sokan mau diet segala...hahahaha, jadilah gua ajak si sepupu.


Unagi Roll
Ini menu yang gua beli di disdus, dan tetep enak. 

Kanimayo Tobiko
24.000 IDR
Ini juga enak. Walaupun rollnya kecil-kecil, tapi tetep enak dimakan.

Chuka Karage
12.500 IDR
Gara-gara si pacar, gua jadi doyan makan ubur-ubur. Dan ubur-uburnya Sushi Tei enak banget, lebih enak daripada Sushi Mori. 

Spicy Tuna
20.000 IDR
Harga sesuai dengan porsi. Harganya murah, rollnya juga kecil-kecil. Tapi enak koq. Walaupun mentah tapi ga terlalu amis. Enak banget.

Minumnya seperti biasa, ocha yang free...hahahaha. Buat gua, Sushi Tei tetep yang paling enak dibanding restoran sushi lainnya. Btw, sedikit intermezzo. Katanya kalo di Jepang itu hampir semua sushi mentah, ga ada yang mateng. Sushi mateng macam fussion roll itu modifikasi dari barat karena mereka ga suka makanan mentah. Dan katanya lagi, kalo di Jepang, wasabi itu uda ada di dalem sushinya, bukan dicampur ke soyu kayak di Indonesia. Dan lagi, di Jepang, mereka makan sushi tanpa soyu. Kalaupun dengan soyu, paling cuma dicocol dikit, bukan direndem kayak yang biasa nyokap gua makan...hahahaha. 


Sushi Tei
Central Park Mall
Shop unit No.L1 - 113, 1st floor
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28 West Jakarta 11470
Telephone +62 21 56985276
Facsimile +62 21 56985276

05 February 2012

Bakerzin

Hello guys, how's your weekend? Uda beberapa hari ga nulis, lagi ribet banget (alasan klasik...hahahaha) Anyway, tadi gua dan si pacar jalan-jalan ke Central Park. Sebenernya mall ini selalu gua hindarin tiap weekend, karena ramenya ampun-ampun dah. Tapi apa daya, pada akhirnya kita kesini juga. Dan sudah seperti yang gua duga, begitu datang hampir semua restoran penuh, ga ada yang ga penuh kayaknya. Beberapa restoran favorit malah banyak yg waiting list.

Karena si pacar belom makan, makanya kami cari-cari restoran untuk disinggahin (apa coba). Tadinya mau ke nanny's, tapi ramenya amit-amit deh. Lagian baca beberapa review di blog, katanya pelayanan di nanny's buruk banget kalo lagi weekend. Akhirnya kami tertuju pada Bakerzin, salah satu restoran yang baru buka. Letaknya satu deretan sama nanny's, tapi harus masuk lewat taman. Gua pikir ya, biasanya restoran yang baru buka itu suka ada disc, eh ini ternyata ga loh. Pelit amat ya, tipe-tipe restoran elit gitu deh.

Pas kami masuk, hampir semua kursi empatnya full penuh. Ada yang kosong, tapi uda reserved. Karena kami cuma berdua, maka kami dikasih yang kursi dua. Padahal walaupun berdua, gua lebih suka makan yang mejanya banyak space, agak maruk memang. Pas liat harganya, gua memasang wajah "yakin ga?" ama si pacar. Harganya lumayan mahal kalo buat gua. Pertama kali masuk, memang tampak seperti restoran mahal walaupun ga bisa dibilang mewah.


Ini suasana restorannya. Disini terbagi dua tempat, indoor dan outdoor. Yang outdoor buat smoking room. Tempatnya seh lumayan, walaupun ga jelas konsep interiornya. Buat gua, untuk restoran sejenis ini, konsep interiornya lumayan penting.

Ga jelas ini pajangan maksudnya apaan.


Ini buku menunya. Konsepnya kayak majalah (atau koran) tapi lebih kecil dan tipis. Gua takjub sama kertasnya, bagus banget. Desainnya juga bagus. Mungkin untuk mengimbangin harga-harga makanannya ya.

Ini tampak dalam buku menunya. Menunya sendiri seputar makanan eropa gitu. Pasta, pizza, steak, dll.


Dan berikut adalah menu-menu yang kami order.

Lavender Violet Lime
25.000 IDR
Ini minuman yang gua pesan. Kata waitressnya, ini emang lavender. Didorong rasa penasaran dengan rasa lavender kayak apa (sebenernya sech karena namanya yang unik), akhirnya gua pesen juga. Rasanya asem-asem seger gitu, tapi ga terlalu asem. Sulit mendeskripsikan rasanya. Yang pasti sech enak...hahahaha.


House Milk Tea
15.000 IDR (harga ini termasuk harga paket dengan menu makanan)
Ini minumannya si pacar. Yang ini juga enak. Es Krimnya ga terlalu manis.


Creamy Mushroom Linguini
57.500 IDR
Ini makanan yang gua order. Niat awalnya sebenernya cuma ngemil doang, tapi apa daya...ngiler juga ngeliat makanan ini di menunya. Saos creamnya banyak, tapi ga bikin eneg. Mushroomnya juga enak, kenyal-kenyal gitu. Ini enak banget. Walaupun harganya mahal, tapi puas makannya. Dan merusak diet tentunya.


Seafood Fried Rice
65.000 IDR
Ini menunya si pacar. Buat gua sech, rasanya agak hambar. Kurang garem kayaknya. Tapi untuk makanan eropa, rata-rata rasa nasi gorengnya emang hambar-hambar gitu. Mungkin mereka kurang ahli ya bikin nasi goreng yang enak kayak gimana, harus belajar ama abang-abang tukang nasi goreng nampaknya...hahahaha.


Di deket pintu masuknya ada yang jualin Macaron. Penjelasan tentang macaron bisa diliat disini. Gua yang belom pernah nyoba, penasaran sama macaron. Gua beli yang coklat sama yang green tea. Harganya mahal banget ya, makanan kecil gitu setara dengan 1 roti di bread talk. Dan rasanya manis banget, tapi enak. Jadi pengen lagi. Ada yang tau ga dimana yang jual macaron dengan harga yang lebih murah? hehehehe.


Setelah semua berakhir ke perut.

Overall sech, makanannya lumayan enak. Servicenya juga oke, mungkin karena baru buka kali ya. Sayang, jarak antara meja-mejanya lumayan sempit, apa karena rame ya. Oiya, mereka juga jual-jualin kue dengan kisaran harga 50.000 IDR. Tapi ya, gua sech ga akan balik lagi kalo ga dibayarin...hahahaha. Daripada makan disini lagi, better uangnya buat makan di tempat lain.

Bakerzin
Central Park, LG
021-29200195
@bakerzinjkt

01 February 2012

Selamat Makan

Hampir selama sebulan kemarin gua jajan melulu di luar, yang mengakibatkan badan gua bengkak ga karuan gini. Kali ini gua akan menulis beberapa makanan dalam satu postingan. Enjoy!

***

1. Yoshinoya

Yoshinoya ini merupakan franchise dari Jepang yang dibuka di Indonesia. Makanannya semacam don, nasi dengan daging sapi di atasnya. Tapi ada juga menu lain seperti ayam goreng doang plus nasi. Fyi, temen gua bilang, kalo di Jepang, Yoshinoya ini adanya di warung-warung pinggir jalan yang kalo dirupiahin harganya kira-kira 50.000 IDR. Sementara di Indonesia sendiri cabangnya ada di Grand Indonesia, Taman Anggrek, Puri, Citraland. Ada yang tau dimana lagi? Cabang yang lebih sering gua datengin, jelas Citraland.


Yakiniku Beef Bowl
Harganya lupa, bonnya ada di pacar. Tapi kira-kira 30.000 IDR
Ini menu yang lumayan sering gua order. Menu yang gua pesen ini menu paket yang terdiri dari beef bowlnya, 3 jenis gorengan, soup, dan cold ocha.


Porsinya pas. Nasi dan dagingnya juga seimbang. Daging sapinya enak banget, empuk, dan manis-manis gitu.

Gorengannya juga lumayan enak.

Ochanya bisa refil. Tapi gelasnya sendiri juga uda gede, ga perlu refil juga uda kenyang.


Entah nama menunya apa dan harganya berapa. Ini pesenan yang juga selalu dipesan si pacar.

Overall, lumayan puas makan disini. Tempatnya juga asik buat lunch, tapi tidak untuk dinner. Kenapa? Karena kalo malem di Citraland rame bener, males ngantrinya...hahahaha.

Yoshinoya Mal Ciputra
Mall Ciputra LG
Jl. Arteri S. Parman


***

2. Kopitiam

Kopitiam yang gua makan ini cabangnya di Gandaria City. Menunya seputar toast dan coffee, tapi ada juga makanan beratnya kayak kwetiau dan laksa. Karena gua cuma ngemil dan nongkrong doang disini, jadi yang gua pesen menu cemilannya aja.

Interiornya didominasi warna merah marun. Tempatnya sendiri cocok buat nongkrong-nongkrong. Mari kita samakan persepsi. Nongkrong yang gua maksud adalah....duduk selama apapun tanpa perlu takut "diusir" secara halus.


Kopitiam Teh Tarik
21.000 IDR
Standard rasa teh tarik pada umumnya.


French Toast
28.000 IDR
Nyokap gua kaget begitu tau harga roti doang bisa semahal ini. Namanya juga di mol nyak. Ini disajikan bareng french fries, agak ga nyambung ya buat gua. Rasanya masih enakan yang di sabang. Not bad lah.

KOPITIAM
Gandaria City, Lower Ground
Phone (021) 9892 5522, 2905 3109


***

3. Ta Wan

Setelah chinese new year dinner kemaren, gua kembali kesini. Kali ini bersama si pacar. Waktu kemaren makan sama bonyok, gua uda ngiler brokolinya. Tapi karena bokap gua ga demen jadinya ga gua pesen. Kemaren akhirnya gua pesen juga. Dan si pacar itu kayak bokap, makanan yang dipesen pasti itu-itu aja. Untungnya, si pacar mau-mau aja kalo diajak makan yang macem-macem.

Bubur Ikan dan Sapi
14.000 IDR
Kayaknya bubur jadi menu andalan Ta Wan selain chinese food yang lain. Buburnya murah, enak, dan banyak.


Brokoli Scallop
36.000 IDR
Brokoli merupakan salah satu sayur yang gua doyan, dan gua ngiler juga ngeliat scallopnya. Ini enak banget menurut gua. Entah kenapa si pacar bilang kurang enak. Malah bumbunya itu yang menurut gua bikin enak. Untuk dimakan berdua, porsinya sech lumayan banyak.


Jamur Enoki Goreng
23.500 IDR
Ini juga merupakan makanan favorit si pacar. Begitu pertama kali nyoba, dia langsung suka. Emang ini enak sech menurut gua. Garing-garing gitu.

Ta Wan
Mall Ciputra, Lt. UG no 32-33
(021) 5662020


***

4. Eat and Eat

Kalo yang ini semacam food court tapi dengan konsep jaman dulu gitu. Mirip-mirip food republic di Singapore. Pemesanannya harus menggunakan kartu yang harus kita beli dulu. Kartu tersebut bisa direfund dalam waktu 30 hari. Yang gua tahu, Eat and eat ada di Mall Kepala Gading 5 dan Gandaria City. Yang kemaren gua makan, yang ada di Gandaria City. Saran, jangan sekali-kali makan pas weekend, bikin emosi nyari tempat duduknya.

Dolsot Bibimbap
39.000 IDR
Info lengkap tentang bibimbap bisa diliat di sini. Telornya harusnya setengah mateng, tapi gua lebih memilih dimatengin. Rasanya enak setelah diaduk-aduk pake saos yang entah apa namanya. Lumayanlah, pas harga dengan porsinya.


Rujak Juhi
17.500 IDR
Ini enak banget. Bumbunya banyak, mienya banyak, juhinya juga lumayanlah, dan sayurnya dikit. Tapi tetep masih the best versi abang-abang punya...hahahaha.

Eat and eat
Gandaria City
< > Home
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.