Showing posts with label nostalgia. Show all posts
Showing posts with label nostalgia. Show all posts

19 February 2018

Musikal Petualangan Sherina

Sebenernya gua mau cerita tentang imlek kemaren, tapi ada satu postingan yang ternyata jauh lebih penting buat gua ketimbang imlek, hahaha. Jadi postingan imleknya setelah ini ya.

18 tahun lalu, disaat film Indonesia lagi ngenes-ngenesnya, ada satu film anak-anak yang booming banget. Yup! Petualangan Sherina! Mira Lesmana sebagai produser, dan Riri Riza sebagai sutradara, membuat film Petualangan Sherina sebagai tanda bangkitnya kembali film Indonesia. Selain jalan cerita yang mudah dicerna, lagu-lagu yang dinyanyikan Sherina juga membuat film tersebut patut banget ditonton, terutama oleh orangtua dan anak-anak. Dulu gua punya kaset soundtrack filmnya, dan sering banget diputer di kamar.

Beberapa bulan lalu, si suami info kalo Petualangan Sherina mau dibuat drama musikalnya, dan dia ngajakin nonton. Pada dasarnya gua ga terlalu suka dengan teater-teater gitu, tapi Petualangan Sherina ini kayaknya ga bisa dilewatkan begitu aja. Sebagai orang yang pernah nonton filmnya di bioskop, gua langsung mengiyakan ajakan si suami. Kebetulan waktu dia info itu harga tiketnya masih early bird, jadi masih lumayan murah, yaitu IDR 149.000. Kalo setelah early bird, mereka jual dengan harga IDR 299.000. Itu uda yang paling murah loh, hahaha.

Pertunjukannya sendiri digelar dari tanggal 16-18 Februari, dan kami nonton kemaren, di tanggal 18 Februari. Acaranya mulai jam 7 malam, tapi kami uda nyampe di TIM dari jam 6 sore. Si suami bilang, kalo datengnya mepet-mepet akan macet dan susah cari parkir. Begitu nyampe langsung ke loket buat nuker tiketnya. 

Kelas Foxtrot, yang tempat duduknya paling atas. Jauh banget dari pandangan mata, hahaha.

Tadinya gua pikir akan nonton di Graha Bakti Budaya, tempat biasa gua nonton teater, tapi ternyata mereka main di Teater Jakarta, gedung yang lebih gede. Ini pertama kalinya gua nonton disini, dan langsung norak, hahaha. Gua malah baru tau loh ada gedung pertunjukan yang modelnya kayak gini di Jakarta, hahaha.

Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki.

Bagus ya.

Ngedate berdua dulu, hahaha.

Wajib meninggalkan jejak disini.

Sekitar jam 6.15 pintunya dibuka dan kami diperbolehkan masuk, tapi belom bisa masuk ke gedung pertunjukannya. Sebelum masuk, tas-tas diperiksa dulu. Jadi ga boleh bawa makanan dan minuman. Tapi di dalem jual makanan dan minuman sih, cuma harganya tentu menyesuaikan.

Antri masuk.

Difotoin crewnya. Not bad lah ya, hahaha.

Tau ga ini artis siapa? Mukanya 11-12 lah ya ama gua, hahaha.

Antri masuk ke gedung pertunjukan. Tasnya diperiksa lagi. Yang bawa makanan dan minuman harus dititipin dulu.

Begitu masuk, lagi-lagi gua norak, hahaha. Ruangannya asli gede banget. Tempat duduk kami di balkon paling atas, tapi di paling depan, jadi bisa majuin badan biar lebih keliatan. Walaupun ga sejajar sama mata, tapi masih terjangkau mata lah, hahaha.

Gua nontonnya dari sini. Keliatan sih, tapi kecil banget.

Tiketnya sold out, jadi penuh banget.

Pertunjukannya sendiri baguuuuuuusssss banget. Ada beberapa scene di film yang ga ada disini, dan ada pengembangan karakter, tapi inti ceritanya sama kayak di film. Lagu-lagunya juga sama semua kayak di film, plus ada beberapa lagu baru. Aransemen musiknya juga keren banget. Nonton ini jadi kayak membawa gua kembali ke masa kecil. Nostalgianya berasa banget.

Dan gua salut banget sama semua pemerannya, terutama anak-anaknya. Suara mereka bagus-bagus, terutama yang jadi Sherina, suaranya bisa mirip banget ama Sherina aslinya. Emang kalo anak-anak, ada beberapa lafal yang kurang jelas, tapi buat gua, mereka bisa tampil di panggung sebesar itu aja uda hebat banget. Selain itu emang ada minus-minus dikit sih, tapi semuanya ketutup sama keseluruhan show yang bikin gua tepuk tangan berkali-kali. Walaupun harga tiketnya ga bisa dibilang murah buat gua, tapi worth it banget. Gua ga nyesel sama sekali.

Curtain call. Plus ada Mira Lesmana, Riri Riza, dan tentu Sherinanya sendiri.

Gua uda dua kali nonton teater yang pemainnya anak-anak, dan langsung keingetan Jayden. Gua pengen kalo Jayden uda sekolah, dia bisa ikut komunitas yang model kayak gini. Ga harus teater sih, bisa apa aja, yang penting positif. Gua mau dia punya komunitas lain selain sekolah dan gereja. Jadi dia punya hal lain yang dia kejar selain bidang akademis. Jaman sekarang anak ga bisa ngandelin sekolah doang, harus punya skill lain yang bisa dia banggakan.

28 February 2017

Eiffel I'm In Love

Beberapa waktu lalu, gua dan suami diundang untuk menjadi keanggotaan di sebuah club travel. Tapi bukan itu yang mau gua ceritain. Waktu mereka presentasi, ada pertanyaan, 

"Kemana sih destinasi favorit impian kami berdua?" 

Hmmm....kalo ditanya begitu sih jawabannya banyak, pasti maunya pergi ke semua tempat, hahaha. Tapi kalo ditanya mana yang bener-bener pengen kami (atau gua tepatnya) datengin adalah PARIS!


Kenapa harus Paris?

Jadi....waktu jaman gua SMA dulu, ada film Indonesia yang judulnya Eiffel I'm In Love. Ada yang uda pernah nonton? Sebenernya ceritanya biasa aja, apalagi kalo ditonton sekarang, koq kayaknya cheese banget, plus akting pemainnya masih kurang karena Shandy Aulia dan Samuel Rizal kan masih pemula. Tapi buat gua yang dulu masih SMA dan jomblo filmnya tergolong oke, terutama ketika settingnya di Paris. Seketika itu juga gua langsung jatuh cinta sama kota Paris.

Sama seperti adegan di film tersebut, gua selalu bermimpi-mimpi bisa dilamar sama calon suami kelak di depan menara Eiffel, hahaha. Cheesy banget yak? Ya namanya juga impian anak SMA yang belom pernah pacaran. Apalagi dulu gua suka dengan semua hal yang romantis. Dan sejak itu, gua menjadikan Paris sebagai list pertama dari daftar destinasi yang ingin dikunjungin.

Lalu apakah gua kesampean dilamar di depan menara Eiffel?

Kesampean dong! Nih buktinya...

Wahahahahaha! Yang penting kan di depan menara Eiffel.

Gua dan suami punya impian kalo suatu hari nanti kami berdua bisa mengunjungi Paris. Ga tau sih kapan bisa kesampean, tapi setidaknya....impian itu membuat kami berdua berjalan di jalan yang sama. 

Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2liburan.

17 April 2015

Opera Ular Putih

Gua ga terlalu demen nonton teater. Buat gua, teater itu semacam membosankan. Gua lebih suka nonton film di bioskop ketimbang harus nonton teater. Beda dengan si suami. Dia demen banget nonton teater. Apalagi di gereja kan dia suka main drama, jadi nonton teater gitu membantu ketika dia harus main drama. Itu sebabnya, gua ijinin dia kalo mau nonton teater, baik itu sendirian maupun sama temen-temennya. Toh perginya juga sama temen gereja yang gua uda kenal, hahaha.

Tapi bukan berarti dia ga pernah ngajak gua. Pernah beberapa kali. Pertama kali gua nonton teater bareng suami tuh taon lalu. Nonton Teater Koma yang judulnya IBU. Kenapa waktu itu gua mau? Karena ini Teater Koma yang tersohor itu. For the sake of penasaran, ya akhirnya gua iyain tawaran si suami. Lalu apa yang terjadi? Gua pun sukses ketiduran, hahaha.

Beberapa waktu lalu, si suami pun kembali ngajak gua nonton teater, lagi-lagi Teater Koma. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, gua pun nolak. Ngapain dia bayarin gua cuma buat numpang tidur doang, hahaha. Tapi dia bilang, Teater Koma ini bagus kalo mementaskan opera Cina ketimbang Eropa. Dia masih terkagum-kagum sama Sampek Engtay-nya Teater Koma. Teater kali ini judulnya Opera Ular Putih. Karena terbujuk rayu, akhirnya gua iyain lagi. Kenapa? Karena gua uda tau ceritanya. Lagian penasaran juga, seberapa bagus sih Teater Koma menginterpretasikan kebudayaan Cina.


Lalu gimana shownya? Gua tulis dulu sinopsisnya ya.

"Bumi Harus Bersih, Langit Harus Suci"

Setelah bertapa selama 1700 tahun, Ular Putih mampu berubah wujud menjadi manusia. Dia memang tidak ingin terus-terusan jadi siluman. Dia ingin merasakan suka duka kehidupan sebagai manusia seutuhnya.

Keinginan Ular Putih awalnya ditentang oleh sang adik, Ular Hijau. Tapi, mereka akhirnya berubah menjadi manusia. Ular Putih memakai nama Pehtinio. Ular Hijau diberi nama Siaocing. Tinio pun menikahi seorang manusia bernama Hanbun. Berdua, suami istri itu termasyhur sebagai tabib yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit aneh.

Sayangnya para pembasmi siluman, penerima mandat dari Langit, datang mengobrak-abrik kebahagiaan Tinio dan Hanbun. Pendeta Bahai dan Perawal Gowi, muridnya, tetap menganggap Tinio dan Siocing sebagai siluman. Mereka tidak peduli pada segala kebaikan yang telah dilakukan Tinio.

Apakah cap siluman memang tidak bisa dibasuh dengan air jenis apapun? Apakah segala kebaikan yang dilakukan oleh mereka, yang dianggap jahat, juga akan dikutuk sebagai kejahatan? Mampukah mata hati kita membedakan mana manusia dan mana siluman?

Sumber dari sini.

Harus gua akui, show kali ini jauh lebih bagus daripada si IBU dulu. Dari settingnya aja uda detail banget. Kostumnya juga keren-keren. Mereka memasukan unsur batik pada setiap kostumnya. Musiknya juga memanjakan telinga. Dan hebatnya, gua ga ketiduran loh, hahaha. Malah si suami yang ketiduran gara-gara alurnya terlalu lambat buat dia. Memang lambat sih, tapi entah kenapa gua cukup menikmati loh. Uniknya, mereka nyelipin jokes-jokes yang nyentil banget.

Minusnya cuma satu, dialognya si Ular Putih itu, ya ampun.....lambretaaaaaaaaaaa banget. Jadi ngomongnya satu per satu, kata demi kata, huruf demi huruf. Gua ampe gemes sendiri dengernya. Bawaannya pengen nyamperin trus bilang, "Mba, ngomongnya cepetan dikit atuh, saya keburu laper nih" Hahaha. Dan memang Opera Ular Putih itu show terlama yang pernah gua tonton, yaitu 4 jam cuy. Cuma gara-gara si Ular Putih ngomongnya lambat banget. Panteslah si suami molor, hahaha.

Tapi so far oke koq. Buat yang penasaran, mereka masih main di TIM sampe tanggal 19 April.

Maap fotonya cuma segini. Gua bukan tipe orang yang demen motret-motret pas lagi nonton, hehehe.

Dan nonton Opera Ular Putih ini tentu mengingatkan gua sama White Snake Legend jaman bahela dulu. Siapa sih yang ga kenal Bai Su Zhen? Buat yang lupa, ceritanya bisa dibaca di sini. Dulu gua lumayan ngikutin serial ini. Kayaknya ini termasuk serial jaman dulu yang ceritanya masih nyantol di kepala. 

 Han Wen, Bai Su Zhen, dan Xiao Qing.

Suamiku.....Istriku....Oh...



Tapi.....ada satu hal yang bikin gua bingung. Kenapa yang meranin si "suamiku" itu harus cewe ya? Ada yang bisa bantu jawab? Hahahaha #ga_penting.

13 March 2014

Boyband Masa Remaja

Perbedaan umur antara gua dan si suami lumayan jauh. Sebenernya kalo dibilang jauh banget sih ga juga, tapi kalo ngomongin film atau musik di tahun 90an, perbedaan umur kita jelas terlihat mencolok, hahaha. Sebagai perbandingan, di kala dia uda kenal sama NKOTB, gua masih dengerin trio kwek kwek. Dan di kala usianya sekarang uda kepala 3, gua masih kepala 2 dong, hahaha.

Kalo ngomongin musik, jaman dulu gua pernah jadi alay, hahaha. Pernah tergila-gila sama satu boyband yang kalo gua dengerin lagunya sekarang, masih afal loh. Siapa mereka? Tidak lain tidak bukan adalah....westlife! hahaha.

Entah waktu itu kena bius ato kena pelet, hahaha. Padahal kalo diliat-liat sekarang, mereka ganteng-ganteng juga engga. Aliran musiknya juga ya gitu deh. Tapi koq waktu itu gua bisa demen banget ya ama mereka. Saking demennya, gua ampe beli2 VCD biography mereka yang asli. Pajang posternya di kamar yang beberapa waktu kemudian tergantikan sama poster F4. Yang ini kapan-kapan gua bahas.

Mari kita bernostalgia sejenak.







Dan ini beberapa band yang suka gua dengerin juga pas jaman masih sekolah dulu. Hebatnya, gua masih afal lirik-liriknya loh, hahaha. Pelajaran sekolah belom tentu afal, lirik lagu malah diafalin.


Inget A1? Yang waktu dateng ke Jakarta mau konser, ada penggemarnya yang meninggal gara-gara desek-desekan pas konser atau pas meet n greet gitu.


Kalo ini gua demen karena lagu-lagunya kebanyakan cute gitu, hahaha.

Sekian edisi nostalgia kali ini. Kapan-kapan deh gua ngebahas F4, hahaha.

26 September 2013

Edisi Nostalgia : Band Jadul

Kembali lagi di edisi nostalgia, hahaha.

Gara-gara postingan sebelumnya, gua jadi kangen sama band-band Indonesia waktu jaman gua SMP dan SMA. Kayaknya band-band dulu itu masing-masing punya ciri khas, baik itu dari suara vokalisnya maupun musiknya. Dan yang paling penting, jaman dulu belom pada ikut-ikutan trend, hahaha.

Mari kita bernostalgia sejenak.

Jaman gua SMP atau SMA ya gua lupa, Sheila on 7 merupakan salah satu band yang gua suka banget. Gua punya salah satu albumnya yang berjudul "Kisah Klasik Untuk Masa Depan" yang waktu itu gua beli dalam bentuk kaset dan gua dengerin di walkman. Walkman cuy, taon berapa tuh ya, hahaha. Dibanding band-band lainnya, Sheila on 7 merupakan band yang anak muda banget, baik dari segi musik maupun lirik. 

Ampe sekarang gua masih punya loh kasetnya.


Masih pada inget lagu ini dong? Yang jaman dulu ngehits banget, hahahaha.


Suka deh sama suaranya Duta.

Lalu ada Jikustik! Ada yang tau Jikustik? Dibanding Sheila on 7, Jikustik emang rada kalah pamor sih, tapi suara khasnya Pongky tetep ga bisa dilupain.


Liriknya dalem banget euy.


Lagu wajib waktu gua belajar main piano dulu, hahaha.

Trus ada siapa lagi? 


Mau dinyanyiin ama siapapun, tetep ga ada yang ngalahin suaranya Fadli.


Cokelat = Kikan. No Kikan, bukan Cokelat namanya. 

Gua uda jatuh cinta sama Mocca sejak denger lagunya yang berjudul "Secret Admirer" musiknya cute, fun, catchy, dan asik banget didenger. Sayang ini band uda bubar. 


Suka banget sama lagu ini. 


Sekarang lagi suka sama mereka. Mereka keren banget.

25 September 2013

Edisi Nostalgia : Dewa (19)

Siapa disini penggemar Dewa19?

Buat yang belom tau (kali aja gitu ada yang belom tau), Dewa19 itu salah satu grup band paling hits ketika gua masih SD, hahaha. Vokalisnya Ari Lasso, lalu kemudian diganti sama Once gara-gara Ari Lasso kesandung masalah narkoba. Pas si Once jadi vokalis, embel-embel 19-nya dibuang dan namanya jadi Dewa. Pentolan grup ini tuh Ahmad Dhani yang anaknya kemaren.....ah sudahlah, silakan cari sendiri beritanya, hehehe.

Gara-gara nonton Once perform kemaren, gua jadi penasaran sama kabarnya Dewa. Ternyata formasi dan namanya uda ganti toh. Trus sekarang vokalisnya dipegang sama Judika. Gua suka Judika, suaranya dahsyat banget. Nonton di TV aja uda dahsyat, apalagi kalo nonton live ya. Judika ini juga mau duet ama siapapun selalu dapet chemistrynya. Menurut apa yang gua baca, nama bandnya si Dhani ini jadi Mahadewa. Tapi koq ini band makin ga jelas gitu ya. Apa karena gua uda lama ga ngikutin musik-musik Indo ampe ga tau kalo mereka uda ngeluarin lagu baru? Atau emang belom punya? Atau ketutup sama girlband dan boyband?

Dan gara-gara ini juga, gua jadi ngubek-ngubek lagu-lagunya Dhani yang jadul. Dan setelah gua analisa *gaya bener* *sok ngerti* *biarinlah* kayaknya sejak ditinggal Maia, lagu-lagu Dhani uda ga sebagus dulu lagi ya.

Waktu Dewa19 masih dipegang sama Ari Lasso, lagu-lagunya banyak yang melodinya enak dan liriknya juga manis banget. Begitu dipegang sama Once, musiknya jadi lebih berkarakter, rocknya jadi lebih kuat, tapi masih dengan lirik yang cantik. Tapi sekarang...lagu Dhani terakhir yang gua tau cuma Neng Neng Nong Neng yang ga banget itu, hahahaha.

Coba perhatiin deh, lagu-lagunya dia yang lama...


Cinta kan membawamu kembali disini
Menuai rindu membasuh perih

Ini lagu, biarpun uda diremake berkali-kali, tetep ga ada yang ngalahin dahsyatnya versi Ari Lasso. Alunan pianonya juga keren banget deh. Dulu gua ampe belajar mainin pianonya, hahahaha.


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam

Ini lagu jadul banget, hahaha. Kayaknya ini lagu pas jaman gua SD deh. Orang-orangnya aja masih pada cupu gitu. Tapi liriknya dong...bikin garuk-garuk tanah ga sih, hahaha.

Lagu-lagunya Dewa19 yang gua tau cuma dua ini doang. Sisanya gelap, hahaha. Malah lebih banyak tau yang versi Once. Jaman gua SMP atau SMA deh, sering banget dengerin lagunya.


Aku berdansa di ujung gelisah
Diiringin syahdu lembut lakumu
Kau sebar benih anggun jiwamu
Tetap nafasku wangi hiasi suasana
Saat kukecup manis bibirmu

Liriknya cantik banget ya. Ini lagu Dewa paling the best kayaknya yang pernah gua denger. Gua suka alunan biola di intronya. Dan yang paling mantap, double neck gitarnya Andra dong. Melodinya juga enak banget didenger.


Baru kusadari cintaku 
bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Ouch! Kasian! Ini juga salah satu lagu yang bikin garuk-garuk tanah, hahaha. Suara Once disini dahsyat banget. Tapi gua paling suka sama melodi gitarnya Andra di ending lagu ini, kereeeeeennn banget kakak. Andra emang mantap dah.


Gara-gara denger lagu ini tadi pagi di radio, gua jadi ngubek-ngubek youtube deh, hahaha.

Ga cuma Dewa19 atau Dewa, masih banyak band-band Indonesia jaman dulu yang punya kualitas yang keren banget. Ada Sheila on 7, Padi, Jikustik, Cokelat, Base Jam. Eh ngomong-ngomong soal Base Jam, gua pernah ngiringin si Adon nyanyi loh, hehehehe. Adon itu salah satu vokalisnya Base Jam yang item dan rambutnya gondrong. Waktu gua masih kuliah kalo ga salah. Orangnya ga ganteng-ganteng amat sih, tapi suaranya lumayan bagus, dan bae banget. Sayang dulu ga ada kamera di HP, jadi ga bisa poto bareng.

Mudah-mudahan Ahmad Dhani bisa mengeluarkan karya sebagus dulu lagi. Mudah-mudahan musik Indonesia bisa sebagus dulu lagi. Mudah-mudahan Glenn Fredly bisa nyanyi di kawinan gua. Loh!? Hahahaha.

06 February 2013

Edisi Nostalgia : Chiung Yao's Series

Seharian ini gua ngendon di rumah gara-gara semalem badannya panas banget. Tadi pagi bangun lemes selemes-lemesnya. Kayaknya ini masuk angin, dan ga jelas juga penyebabnya apaan. Mba gua menawarkan diri untuk ngerikin, tapi gua kekeh mencari metode lain untuk menyembuhkan 'enter wind' ini tanpa harus dikerikin. Akhirnya gua nyerah juga, after dikerikin, badannya jadi agak enakan dikit.

Tapi ada hikmahnya juga gua ngendon di rumah. Hari ini Jakarta kembali dilanda banjir berjamaah. Mulai dari Sudirman, Kuningan, dll, banjir semua. Grogol? Ah, ga usah ditanya. Ujan bentar aja air uda tergenang gitu, gimana ujan deres kayak tadi. Tadi tuh ujannya kenceng ampun-ampun dah. Mana diikutin dengan suara geledek yang cetar membahana gitu. Buat kalian yang masih di jalan, bayangkan kasur di rumah akan menyambut anda *pukpuk*

Btw, dalam rangka memperingati hari raya Imlek yang jatuh pada hari Minggu nanti (masih ga terima! Kenapa harus hari Minggu sih!?), gua mempersembahkan edisi nostalgia yang lain. Edisi nostalgia terdahulu ada telenovela dan Meteor Garden.

Dulu, waktu jaman gua SD, dan Korea belom masuk ke negeri kita, kita pasti akrab dengan novelis Cina yang karyanya sering nongol di tipi-tipi kita. Chiung Yao (Qiong Yao)! Tau kan? Ato cuma gua doang nih yang suka nontonin serial-serialnya? Hahahaha. Salah satu dramanya yang ngehits banget tuh Putri Huan Zhu. Gua demen banget ama serial yang satu ini. Saking demennya, posternya mereka terpampang indah di tembok kamar, hahaha. Sayang, seri tiganya, yang jadi Xiao Yen Ce ama Wu A Ke diganti, padahal gua terlanjur menikmati chemistry mereka berdua. Belakangan sih yang gua tau, serial ini diremake ulang, tapi gua agak males nontonnya, karena pemainnya ganti semua.

Awalnya kenapa gua akrab ama Chiung Yao *sok deket banget* gara-gara mba gua sering nontonin serial ini. Kayaknya dulu kebanyakan ditayanginnya malem-malem. Akhirnya gua ikut-ikutan nonton deh. Ceritanya kebanyakan melodrama dan penuh derai air mata. Entah apa kebanyakan serial dia begitu semua atau emang yang ditayangin di tipi-tipi kita yang begituan semua.

Berikut ini hasil ngubek-ngubek gua di youtube satu harian ini. Beberapa yang gua inget doang.

Putri Sin Ye
Ada yang masih inget? Gua agak-agak ga suka sih ama serialnya yang ini, karena ceritanya si Sin Ye ini kan ngerebut suami orang. Sisanya lupa, hahahaha.


Judul Indonesianya Belenggu Pintu Cinta.
Yang ini gua inget banget, ceritanya cewenya dipukulin di 7 gapura gitu. Ceritanya nangis-nangis mulu dah. Serial ini nyokap gua juga demen gara-gara pemeran utama cowonya ganteng, hahahaha. Cewenya kayaknya langganan ya main di serialnya Chiung Yao. Peran-perannya juga nangis-nangis mulu lagi, hahahaha.


Ini agak-agak lupa sih. Kayaknya Putri Bunga Persik, soalnya pas liat videonya ada cewe yang nunjukin tato gambar bunga.
Cowonya juga sering main sih, cuma gua ga suka ngeliatnya, selain karena kurang ganteng, aktingnya suka lebay gitu, hahahaha.


Ini juga samar-samar inget. Yang cewenya disuruh nikah ama batu nisan bukan ya? Tapi kalo liat videonya sih inget pernah nonton.


Yang ini kalo ga salah, yang anak kandungnya jadi pembantu di rumah emaknya. 
Tuh kan, cewe tuh cewe yang sama yang main Belenggu Pintu Cinta. Anak kecilnya juga sering main di serial Chiung Yao sih. Kayaknya Chiung Yao langganan ya pake mereka.


Ini ga inget sama sekali ceritanya, tapi kalo denger lagunya harusnya sih pernah nonton. 

Cuma ya, biarpun gua suka nontonin serialnya, tapi gua ga pernah baca novelnya kecuali Putri Huan Zhu, hahaha. Kenapa? Karena dulu gua males baca novel. Lebih sering baca komik. Terakhir karyanya dia yang gua tau tuh Romance In The Rain, yang main si Vicky Zhao dan Leo Koo.

Dan kalo kalian perhatiin ama semua video itu, ada satu persamaan, cewe-cewenya suka bawa-bawa saputangan. Tau ga buat apa? Kalo nangis, ngelap ingusnya gampang, hahaha. Jaman dulu pan ga mengenal tissue.

Buat Putri Huan Zhu, nanti gua pisahin postingannya, kepanjangan kalo ditaro disini. Sekarang bobo dulu ah. Sampai jumpa di edisi nostalgia berikutnya *dadah dadah*

16 January 2013

Edisi Nostalgia : Telenovela

Hari ini Jakarta dilanda banjir besar-besaran. Banyak wilayah yang banjirnya lumayan tinggi. Busway koridor 3 aja ampe ga beroperasi gara-gara banjir di Halte Dispenda. 

Rumah gua untungnya ga masuk air, karena kan uda ditinggiin, cuma depan rumah gua dan sekitarnya banjir tinggi banget. Tadi pagi aja mau berangkat kerja susah setengah mati. Uda niat buat ngobok, tapi kata bokap gua, di ujung gang airnya lebih tinggi lagi. Jadilah kita bertiga ga ada yang pergi kerja. Seharian ngendon di rumah doang, hahahaha.

Kabarnya besok bakal lebih parah >.< Barusan gua nengok, airnya ga turun-turun -.-' Mudah-mudahan banjirnya cepet surut deh. Repot kalo kayak gini, mau kemana-mana susah.

Jadi seharian ini ngapain aja? Kebanyakan nongkrong di dapur, lalu dilanjutkan dengan beres-beres rumah, lalu dilanjutkan dengan nonton serial tv di star world, dan dilanjutkan dengan ngubek-ngubek youtube, hahaha. 

Kalo inget seharian gini di rumah, jadi inget waktu jaman kecil dulu. Begitu bangun tidur, pasti ada acara TV yang ga boleh gua lewatin. Terutama acara-acara TV yang cuma bisa gua tonton pada saat liburan sekolah. Salah satunya adalah....

TELENOVELA!

Hahahaha...

Yup! Dengan bangga gua mengakui kalo dulu gua penggemar berat telenovela. Apalagi oma gua juga kan suka nonton, jadi kalo beliau lagi nonton, ya gua ikut-ikutan. Yang gua inget dari telenovela tuh episodenya panjang bener. Lalu ceritanya seputar si kaya dan si miskin, biasanya yang kaya tuh cowonya, lalu orang tuanya si kaya menentang habis-habisan, dan di ujung cerita ternyata si miskin ini anak orang kaya. Mentok disitu-situ aja.

Kayaknya sih sebenernya banyak telenovela yang ceritanya bagus-bagus, tapi entah kenapa yang ditayangin di Indonesia yang model begituan semua. Sekarang kayaknya jarang ya ada TV yang nayangin telenovela. Padahal kadang-kadang gua kangen loh nonton telenovela lagi, hahahaha. 

Apa ada yang suka nonton telenovela juga? Masih pada inget yang ini ga?

Maria Cinta Yang Hilang.
Kalo ga salah ini cewenya pemulung, dan cowonya tajir abis. Agak lupa-lupa inget sih. Pemeran utama cewenya si Thalia, ratu telenovela kayaknya. Serial-serialnya dia sering banget diputer disini. Pemeran utama cowonya juga, telenovelanya dia lumayan sering diputer disini. Namanya gua lupa siapa, yang pasti ganteng gitu orangnya, hahahaha.


Rosalinda.
Kalo ini cewenya penjual bunga, sering banget pake bunga di kuping. Cowonya pemain piano kalo ga salah. Ceritanya mirip-miriplah sama Maria Cinta Yang Hilang. Pemeran utama cewenya lagi-lagi si Thalia. Ini cewe kemana ya sekarang. Kalo cowonya kayaknya ga ganteng-ganteng amat deh.


Marimar.
Another Thalia's telenovela. Oma gua demen banget nih ama yang ini. Ceritanya tentang....ah, mirip ama dua di atas deh pokoknya. Yang gua inget nama anjingnya Marimar, si Pulgoso, hahaha. 


Esmeralda.
Kalo yang ini cewenya buta dan masih miskin, tapi sebenernya orang kaya. Eh, gua inget nama pemeran utama cowonya siapa, Fernando Colunga, hahaha. Emang keren sih ini cowo. Kalo cewenya, gua ga tau namanya siapa, kayaknya cuma main satu ini doang. Tapi dibanding Thalia, gua lebih suka si cewe ini, mukanya lebih cakep.


Cinta Paulina. Judul aslinya La Usurpadora.
Ini ceritanya agak beda sih, tentang sodara kembar, yang satu bae dan yang satu lagi jahat. Yang bae disuruh gantiin yang jahat, trus naksir beneran ama suaminya yang jahat. Gitu deh intinya, hahaha. Telenovela yang ini ngehitz banget dulu, ampe si Gabriella Spanic (abis google) didatengin ke Jakarta. Cowonya lagi-lagi si Fernando Colunga, eksis ya dia. Dulu gua paling suka ama telenovela ini, cuma pas ditonton kedua kali berasa aneh. Koq cewenya bae bener-bener bae banget, uda kayak malaikat gitu, ga masuk akal aja sih, hahahaha. 

Sebenernya masih banyak lagi yang dulu sering gua tontonin, cuma uda ga inget judulnya apa-apa aja. Mungkin kalo sekarang ditonton lagi berasa jijay ya, karena ceritanya bener-bener cinderella abis deh, hahahaha. Tapi ya kadang kangen juga sih.

Eh, kalo yang nama anjingnya Ciripa itu telenovela apaan ya?

19 October 2012

Nostalgia Meteor Garden

Setelah hectic satu harian, akhirnya bisa buka laptop juga. Eh, ternyata menang giveawaynya Ci Selvi, hehehe. Uda beberapa kali ikutan giveaway, tapi baru pertama kali menang, hahaha. Thank you ya Ci Selvi. Yuk, beli Magnum Gold lagi, hihihihi.

Anyway, ada yang inget quote ini "kalo minta maaf itu gampang, untuk apa ada polisi." Errr...gua lupa-lupa inget urutan kalimatnya, tapi intinya gitu dah, hahaha. Ada yang inget ga siapa yang sering ngomong kayak gitu? Yup! Tao Ming Se, hahaha. Pasti masih pada inget dong serial Meteor Garden yang fenomenal itu? Gua termasuk salah satu abege yang terjerumus pesona Meteor Garden pada masanya dulu, hahaha. Padahal kalo ditonton sekarang, ga ada bagus-bagusnya. Aktingnya pada kaku-kaku. Masih bagusan versi koreanya.

Dulu tuh, saking addictnya, gua sampe beliin semua majalah yang isinya F4. Trus beliin juga VCD konsernya mereka (bajakan tentunya), dan VCD Meteor Gardennya juga gua beli. Kayaknya dulu ga bosen ya ditonton berkali-kali. Saking addictnya, gua nonton tuh bisa ampe tengah malem, padahal besoknya ada ulangan, hahaha. Abis penasaran sih, kayaknya sayang kalo ga dilanjutin. Serial Taiwan kan satu serinya pendek-pendek tuh, ga kayak Korea yang bisa 1 jem lebih.

Kalo diinget-inget tuh, malu-maluin banget ya. Ga ada bedanya sama abege-abege sekarang yang suka teriak-teriak kalo ngeliat SuJu, hahaha. Dari semua personil F4, gua paling suka sama Vic Zhou. Bahkan sampe sekarang pun juga masih. Biarpun orang lain bilang Jerry Yan lebih ganteng, tapi gua tetep demennya ama si Zai Zai ini. Kenapa? Karena kalo denger dia nyanyi, gua bisa klepek-klepek, hahaha. Suaranya itu loh, berat-berat gimana gitu, dengernya bikin meleleh. Di Meteor Garden emang aktingnya agak kaku sih, tapi di Mars dan Black & White, aktingnya mantap. Apalagi waktu di Mars, bodynya keren cuy.

Scene yang paling gua suka di Meteor Garden tuh waktu San Cai sama Tao Ming Se ngedate di taman bermain, hahaha. Masih inget lu Mel? Ya masih dong, dulu gua tonton berkali-kali tuh film. Suka aja ngeliat Tao Ming Se yang tuan besar gitu main di tempat rakyat jelata demi San Cai. Tapi gua kurang suka sama seri keduanya. Ceritanya ga segreget kayak di seri satunya. 

Kayaknya sekarang era serial-serial Taiwan uda mulai lewat ya di Indonesia. Dulu gua masih demen nontonin serialnya, kayak Devil Beside You, Prince Who Turns Into The Frog, sampe Pasta, yang hampir semuanya dijiplak sama sinetron Indo *sigh* Sekarang kalo ditonton ulang berasa akting pemainnya pada kaku semua. Kalo Korea kan akting para pemainnya total abis tuh. 

Sekarang pada kemana ya tuh personil-personil F4? Uda ga kedengeran kabarnya lagi. Atau ketutup sama berita-berita dari Korea. Kalo ketemu, salam deh buat mereka, hahahaha. 

Gayanya masih pada alay semua, hahahaha.

Uda sedikit lebih normal.

Zai Zai.... *klepek klepek*

Gua lebih demen ama temennya si San Cai ini. Rainie Yang mukanya lebih cakep daripada Barbie Xu, lebih imut-imut.


Gua menemukan video menarik di youtube. Lee Min Ho nyanyi Qing Fei De Yi versi Korean *kyaaaaakk* biarpun suaranya agak fals-fals dikit, tapi keren loh. Errr....dan biarpun gua ga bisa mandarin, tapi dulu sempet afal loh liriknya, hahaha.
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.